Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 46


__ADS_3

Livy tidak terlalu memperhatikan para pekerja di mansion Duchy Reichburgh, sebab dia sedang menyusun rencana, meski begitu Livy tetap mengetahui siapa lawan dan siapa kawan.


Livy sedang menunggu ikan memakan umpan dan permainan pun akan dimulai, Livy cukup yakin jika orang itu akan bergerak sebelum ulang tahun raja.


"Rencana yang mudah ditebak, tidakkah seharusnya dia sedikit lebih pintar" gumam Livy sambil mengaduk-adukkan cookies kedalam cangkir tehnya. Livy saat ini sedang makan cemilan di taman, yah dia hanya ingin sedikit bersantai.


Akhir-akhir ini setelah mimpi itu Livy selalu merasa lelah dan bosan, dia juga lebih sering tidur dan hal itu membuat Duke dan kedua kakak Livy khawatir.


Namun Livy selalu tidak menunjukkan nya, dia selalu pura-pura tenang walau dia sedang gelisah.


"Ck...Aku hampir tidak bisa berfikir" gumam Livy sambil memijat kepalanya yang terasa pusing, akhir-akhir ini kapanpun dan dimana pun sakit kepala akan menyerangnya tanpa kenal lelah.


"Hoamm" Livy mengedipkan matanya pelan, dia merasa lelah saat ini, namun hari masih pagi dan dia tidak melakukan aktivitas berat lainnya lalu bagaimana dia bisa merasa kelelahan. Livy dapat merasakan keanehan pada tubuh nya, namun dia selalu berfikir positif.


"Sakit kepala ini membuat ketajaman ku menurun" gumam Livy mencoba memejamkan matanya, ia berharap agar rasa sakitnya berkurang.


Deg


Livy bisa merasakan tatapan membunuh yang mengarah padanya, dengan pelan dan hati-hati dia mencoba mencari asal aura membunuh itu. Hingga tatapannya berhenti pada seorang tukang kebun ditaman.


Livy bisa melihat tatapan sinis dari mata tukang kebun itu meski sangat tipis dan samar. Livy tersenyum smirk saat mendapati tatapan puas dari nya.


Livy kemudian mencari sumber yang mungkin mampu mencelakai nya, hingga pandangan Livy jatuh pada sebuah pot bunga berisi mawar berwarna biru di meja yang mana membuat Livy menyeringai.

__ADS_1


"Dalin, bunga ini sangat indah, siapakah yang menanam dan merawat bunga ini" Livy mencoba memaksa kan untuk tersenyum meski kepalanya terasa sangat sakit.


"Akan saya panggil kan orangnya nona" jawab dalin sambil membungkuk hormat, Dalin kemudian pergi mencari tukang kebun, setelah Dalin pergi Livy pun meminta pelayan untuk memanggil Lisgred dengan alasan dia ingin bertanya tentang mantra sihir.


Pelayan itupun pergi untuk memanggil Lisgred, setelah pelayan itu pergi Livy kemudian menyeringai.


"Persiapan selesai, satu tikus akan segera dieksekusi" gumam Livy sambil memakan cookies dengan anggun.


Livy kemudian melirik pria tampan dengan rambut coklat dan mata kuning, dia terlihat tampan dan gagah saat mengenakan pakaian kesatria khusus untuk para kesatria Duchy Reichburgh.


'Kulkas berjalan' maki Livy dalam hatinya karena pengawal pribadi nya itu sangat dingin dan irit berbicara.


Livy sudah memiliki kesatria pelindung, dia adalah putra ajudan terpercaya Duke, Fergan de Pouster.


Sarmael adalah salah satu tokoh pria yang menyukai Ayala, dia jugalah yang melaporkan setiap kejahatan yang dibuat livyana kepada Afgaren.


Dua minggu yang lalu Duke menyuruhnya menjadi pengawal pribadi Livy, hal itu membuat Livy kesal namun dia tidak ingin menolak perkataan ayahnya.


'Tenang dia tidak salah oke, lagipula aku tidak lagi bertunangan dengan Si Raja gila itu' batin Livy mencoba menenangkan amarahnya, meski sebagian besar pekerja dan penghuni di mansion Duke Reichburgh sudah banyak yang setia padanya namun dia tidak perlu terburu-buru akan rencana nya.


'Lagipula masih ada Satu setengah bulan lagi hingga rencanaku selesai' batin Livy sambil menenangkan pikiran nya, dia tidak ingin melakukan perubahan drastis yang akan membuat orang-orang curiga tapi dia akan melakukan secara perlahan.


'Didalam komik ataupun novel aku heran kenapa FL nya kebanyakan bodoh, terkadang aku kesal sendiri karena mereka tidak bisa membuat situasi berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuatnya' batin Livy sambil mencoba mengingat novel romantis dengan genre reinkarnasi kedalam novel sebagai antagonis atau semacamnya

__ADS_1


'Dan juga kenapa tokoh utama prianya kebanyakan adalah orang yang membuat tokoh itu menderita atau semacamnya' Livy bergidik saat memikirkan hal itu.


Livy berharap agar tidak menarik perhatian Afgaren, ia tidak ingin mengalami hal serupa seperti Ayala dinovel dan terlebih Afgaren bukan lah tipenya.


'Aku tidak ingin menemui raja gila itu' Livy menjadi sedikit takut untuk bertemu dengan Afgaren karena menurut novel yang dibacanya pria itu suka wanita yang berbeda.


Sudah pasti sikap nya di pesta nanti akan membuat Afgaren tertarik padanya dan dia ingin menghindari klise itu.


Livy menyeruput tehnya pelan, mencoba menenangkan rasa panik nya.


'Ada dua cara agar tidak perlu berhubungan dengan Afgaren, pertama bertindak seperti Livyana dan dipermalukan olehnya, kedua mencari alasan agar tidak datang' batin Livy sambil mengetuk-ngetuk kan jarinya dimeja.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


Maaf jika ada perkataan atau dialog ku yang menyinggung Readers, namun jujur aku nggak bermaksud apapun.


See You


Next eps

__ADS_1


__ADS_2