
Tak lama kemudian Dalin tiba dengan membawa tukang kebun yang menatap Livy tadi, saat memandang pria itu Livy menyeringai tipis.
'Pemeran utama sudah datang, para pemain telah berkumpul hanya tinggal menunggu penonton' batin Livy sambil tersenyum.
"..." Livy tidak berbicara dia malah asik lanjut memakan cookies dan menyeruput teh nya.
Livy memang sengaja memancing amarah tukang kebun itu, dia ingin agar orang itu lepas kendali dan menyerangnya secara membabi buta.
Sring
Livy melepaskan mananya untuk mencari tau posisi Lisgred, karena diperlukan waktu dan timing yang tepat saat ingin memainkan klise yang sering muncul di dalam novel.
'Di kebanyakan novel jika tokoh utama di ganggu atau dalam masalah akan selalu ada yang menolong nya, namun ini adalah kehidupan nyata. Tidak semua kejadian di novel akan terjadi padamu' batin Livy sambil mengesap tehnya.
"Ada apa nona memanggil saya" tanya tukang kebun sambil menekan emosinya.
Livy tersenyum smirk saat melihat tukang kebun itu, dia tau jika dia sudah mencapai batasnya karena itu dia dengan tidak sopan bertanya pada majikannya.
"Lancang, siapa yang menyuruhmu berbicara" teriak Dalin sambil menatap tajam tukang kebun itu.
"Saya tidak salah, saya hanya bertanya ada perlu apa nona dengan saya" jawab nya enteng, entah dari mana keberaniannya itu.
'Membosankan, setiap boneka selalu berfikiran sama. Tidak menyenangkan sama sekali' batin Livy sebal, dia cukup sering mengalami klise ini. Meski tau jika dia adalah putri Duke yang terhormat orang-orang masih meremehkan nya.
"Pelayan yang berani mendahului pembicaraan majikannya harus dihukum" ucap Livy dingin.
Tukang kebun itu ketakutan karena aura mengintimidasi dari Livy, namun sebagai pria dia tidak bisa kehilangan harga dirinya dengan berlutut dibawah perempuan apalagi itu adalah musuh nya.
'Isi hatinya terlihat jelas dari ekspresi wajah nya' Livy menatapnya dengan malas, entah semakin lama dia semakin bosan dengan permainan tanpa rintangan dan hambatan seperti ini.
'Aku hanya berharap tuannya bisa menghibur ku lebih lama' batin Livy sambil tersenyum tipis.
"Aku memanggil mu bukan untuk menghukum mu, jadi kelancangan tadi akan kulupakan" ucap Livy sambil melambaikan tangannya, Semua pelayan yang ada disana tersentuh dengan kebaikan Livy.
__ADS_1
Mereka jadi mengira jika Livy sengaja mencari alasan untuk melepaskan tukang kebun itu dari hukuman, walau sebenarnya tidak.
Tujuan Livy sebenarnya untuk membuat tukang kebun itu tambah marah dan pada akhirnya berbuat nekat, kemampuan memanipulasi pikiran milik Livy tidak pernah menipis meski dia sedang tidak enak badan.
'Beraninya tukang kebun itu meracuniku, jika dia memang menginginkan nya maka dia akan segera merasakan neraka' batin Livy sambil tersenyum puas.
Livy tidak pernah melepaskan orang yang telah mengusik nya, meski dia tidak menghukumnya secara langsung namun dia bisa menikmati ekspresi putus asa dari musuh-musuh nya.
"Jadi kedengar kau yang merawat bunga ini" ucap Livy sambil membelai mawar biru di vas bunga.
"Benar nona" ucap tukang kebun sambil tersenyum puas.
"Kalau begitu bisakah kau membuatkan sebuket bunga ini untukku" ucap Livy sambil menyeringai tipis.
"Tentu nona" Tukang kebun itu kemudian pergi untuk menyiapkan permintaan Livy.
...
Tak lama kemudian Lisgred datang bersama pelayan, Livy tersenyum senang saat melihat Lisgred datang.
"Kakak" Livy langsung berlari dan memeluk Lisgred.
"Jangan berlarian Livy nanti kau terjatuh" ucap Lisgred dengan nada khawatir.
"Hehehe, maaf" ucap Livy sambil tertawa canggung.
Livy pun bergelayut manja di lengan Lisgred membuat para pelayan hanya bisa tersenyum senang, mereka turut senang dengan kedekatan Tuan muda dan nona mereka.
"Kakak kau tau akhir-akhir ini aku merasa lelah meski tidak melakukan hal berat atau semacamnya, apa kamu tau sihir yang mampu menghilangkan kondisi ini" jelas Livy dengan nada manja.
"Sebaiknya kamu memeriksa kan dirimu kedokter, bagaimana jika kamu terkena penyakit atau semacamnya" saran Lisgred dengan nada datar, kesannya mungkin seperti tidak peduli namun sebenarnya dia hanya sedikit tsundere saja.
"Baiklah nanti aku akan memanggil dokter" ucap Livy sambil tersenyum manis, Livy cukup mendalami perannya bahkan dia bisa mendapat penghargaan Oscar.
__ADS_1
"Oh, bukankah bunga ini indah kak" tanya Livy sambil tersenyum manis.
"Indah" jawab Lisgred singkat membuat Livy kesal, Livy memasang wajah cemberut dan memalingkan wajahnya dari Lisgred.
Hal itu membuat Lisgred tanpa sadar ternyata kecil.
...
Tak lama kemudian tukang kebun itu kembali dengan membawa sebuket bunga, livy juga bisa melihat senyum puas di bibir nya.
"Ah pas sekali, kak kau lihat bunga ini sangat indah aku ingin kau melihatnya juga" Ucap Livy sambil merebut buket bunga dari tukang kebun itu.
Livy menghirup harum bunga itu dan tersenyum smirk.
"Bunga ini di tanam dan dirawat langsung oleh nya, jadi kupikir kita bisa..."
Bruk
Secara tiba-tiba Livy kehilangan kesadaran nya, namun sebelum Livy terjatuh dengan sigap Lisgred menangkap nya.
"Tangkap tukang kebun itu dan penjarakan dia" ucap Lisgred dingin, dia cukup bisa menganalisa situasi jadi sebelum semua jelas dia harus menahan semua orang yang mencurigakan.
"Sarmael tahan semua pelayan yang ada disini" ucap Lisgred sambil menggendong Livy ala bridal style.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata, maaf juga jika ada kata yang menyinggung. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya
See You
Next eps...
__ADS_1