
Setelah selesai bersiap Livy kemudian menemui Audrey yang telah menunggu nya di ruang tamu.
Setibanya segera ia mengajak Audrey pergi dengan kereta kuda. Livy sedang sangat tidak bersemangat jadi dia tidak ingin membuang waktu.
"Livy kau memikirkan apa" tanya Audrey pada Livy, itu karena sepanjang perjalanan Livy hanya diam sambil menatap jendela.
"Tidak apa" jawab Livy masih memandang jendela.
"Ck, dasar" cibir Audrey kesal karena di acuhkan oleh Livy. Sementara Livy tidak memperdulikan Audrey, ia sedang memikirkan hal lain.
'Ku pikir aku sedikit merindukan Juan' batin Livy masih memandang jendela, akhir-akhir ini dia terlalu sering memikirkan Juan, juga meski mereka baru bertemu entah kenapa dia merasa senang saat bersamanya.
'Apa dia akan hadir saat pesta kerajaan nanti' tanya Livy di dalam hatinya, Livy tidak yakin apa arti Juan baginya, dia hanya tidak ingin memberi harapan palsu pada Juan karena dia tau jika Juan benar-benar tulus mencintai nya.
Livy merasa jika dia masih belum bisa mencintai Juan setulus Juan mencintainya. Karena bagi livy lebih baik jujur dari pada bohong, sebab dia tidak ingin mengalami klise yang mana salah satu tokoh utamanya pura-pura mencintai dan memiliki maksud tersembunyi.
Livy cukup kesal saat membaca novel dengan klise seperti itu. Livy pasti tidak suka jika diperlakukan seperti itu jadi dia tidak akan memperlakukan Juan seperti itu juga.
'Aku...apa aku pantas mendapatkan cintanya' Livy cukup sadar jika dia telah mempermainkan banyak perasaan manusia namun meski tau jika itu salah dia tidak bisa menghentikan kebiasaan nya.
Livy merasa aneh padahal dulu sangat banyaj orang yang mencintai Livy dengan tulus namun Livy tidak pernah menganggap cinta mereka.
'Cinta...aku tidak yakin bisa membalas cinta Juan' batin Livy sedih ia yakin jika dia tidak bisa mencintai sesuatu dengan tulus, perasaan nya sudah lama mati. Pada dasarnya Livy tidak lebih seperti robot dengan kecerdasan tinggi.
__ADS_1
Meski Livy pintar namun dia tidak tau bagaimana cinta bisa tumbuh dan bagaimana bisa cinta mengubah hati manusia.
...
Setibanya mereka di ibukota Audrey dengan semangat membawa Livy ke toko Lucy dan mencoba gaun mereka.
'haaah kenapa aku harus melakukan ini' Livy menghela nafas pasrah, dia saat ini sangat tidak bersemangat namun demi Audrey dia membiarkan nya.
Setelah mencocokkan gaun Audrey membawa Livy ke toko lainnya, Livy juga terpaksa berpura-pura senang agar Audrey tidak kecewa.
'Aku tidak ingin pergi ke pesta lagi' batin Livy sambil tersenyum kecut, entah kenapa sekarang Livy menjadi benci dengan pesta sebab karena pesta dia harus mengalami penderitaan ini.
Meski Audrey sangat semangat membelikan Livy perhiasan yang senada dengan gaunnya namun livy telah membuat rencana agar tidak perlu pergi ke pesta.
Jujur saja Livy sangat ingin menghindari afgaren karena sekarang belum waktunya untuk bertemu dengannya. Livy juga tidak ingin tambah sibuk hanya karena harus memikirkan masalahnya dengan afgaren.
'Aku tidak perlu muncul di depan afgaren sebelum ayala muncul dihadapannya' batin Livy sambil mengaduk-aduk cookies kedalam tehnya.
'Tidak perlu mengubah alurnya terlalu jauh, sudah cukup jika Duchy Reichburgh tetap aman' batin Livy tenang, ia kemudian memasukkan cookies kedalam mulutnya.
"Enak"gumam Livy pelan
...
__ADS_1
Sepulang dari berbelanja bersama Audrey Livy segera mandi sebab hari sudah sangat siang dan panas, terlebih dia harus berlatih bersama kakaknya.
Setelah selesai berlatih pedang dengan isgrid, Livy segera kembali kekamarnya dan berganti pakaian.
"Ah...aku ingin istirahat,aku ingin membaca novel seharian, aku juga ingin makan cookies dan bersantai" rengek Livy sambil berguling-guling di atas kasur.
"Menjadi putri bangsawan itu tidak menyenangkan, apakah ada cara dimana aku tidak perlu memikirkan hal lain" gumam Livy sambil memukul-mukul bantalnya.
Livy cukup kesal dengan sifatnya yang kekanak-kanakan padahal dulu dia tidak lagi bersikap manja seperti ini, kecuali saat dia masih kecil.
"Hiks efek dari penyatuan jiwaku dengan jiwa livyana membuatku menjadi seperti ini" gerutu Livy kesal, Livy tau jika livyana sedang menyatukan jiwa mereka.
"Sudah kuduga kami memiliki hubungan, jika tidak bagaimana wajah dan jiwa kami memiliki kesamaan" cibir Livy sambil menggembung wajah nya.
"Aaaaaaaah...sifat manja ini menyebalkan, semua orang sedang sibuk jadi aku tidak memiliki tempat bermain" Livy menghela nafas panjang, meski otaknya berfikiran dewasa namun tubuh Livy tidak bergerak seperti keinginan Livy.
"Harus mencari pelampiasan" ucap Livy sambil tersenyum smirk. Livy cukup tau bagaimana menghilangkan sifat kekanak-kanakan nya, itu karena Livy pernah melakukan nya saat dia berusia 5 tahun.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Maaf juga kemarin gak up ya, kemarin banyak kerjaan jadi gak sempat up. Tetap nantikan kelanjuta cerita ku ya.
__ADS_1
See you
Next eps...