
Tap..tap
Juan mengendap-ngendap sambil mengikuti ketua penculik itu. Pria itu menuruni tangga, dan juan mengikutinya sambil menyembunyikan auranya.
Klek
Pria itu membuka pintu, ia sangat keget saat melihat kedalam ruangan itu, begitu juga dengan Juan, dia tidak begitu mengerti apa yang terjadi tapi dia bisa melihat jika ruangan itu sangat menjijikan dan mengerikan.
"Apa yang terjadi" ucap pria itu dengan penuh amarah, ia masuk kedalam bisa dilihat jika ruangan itu penuh dengan darah rerlebih lagi ada mayat dengan luka bakar diruangan itu.
"Ini..."
Crash
Belum sempat prua itu menyelesaikan kalimatnya juan sudah memenggal kepalanya terlebih dahulu. Seketika suhu ruangan turun dan mencekam. Juan menatap mayat itu dengan mata dingin.
"Bukan dia" ucap juan dengan lega, awalnya dia sangat kaget saat melihat ruangan tempat livy dikurung penuh dengan darah, juan mengira jika mayat itu adalah livy walau kemungkinannya 30%.
Tapi sekarang dia sudah merasa lega, karena tau jika saat ini livy baik-baik saja meski dia tidak tau dengan pasti dimana posisi livy saat ini.
Wush
Juan melesat keluar melalui jendela, dia berusaha mengikuti jejak livy.
"Livy tunggu aku" gumam juan dengan nada khawatir.
Saat ini dia merasa gagal dan tidak bisa menjaga livy, jika terjadi sesuatu dengan livy dia pasti tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Juan mengeraskan rahangnya, tangannya mengepal kencang hingga memutih, padangan matanya dingin, bahkan aura disekitarnya menjadi turun hingga membuat binatang-binatang dihutan berlari ketakutan.
Wush
Juan menambah kecepatannya dan kali ini dia menggunakan sihir cahaya, karena pada dasarnya cahaya lebih cepat dari angin.
...
__ADS_1
Sementara diluar Lisgred masih asik bertahan dari serangan segerombol penculik.
"Ayo serang lagi, kali ini pasti berhasil"
"Ya"
Mereka menyerang dengan membabi buta, mereka juga sudah cukup kelelahan namun lisgred bahkan tidak bergeming sama sekali. Jika saja bukan untuk mengulur waktu dia tidak akan pernah meladeni para serangga dihadapannya.
"Sungguh menyedihkan" gumam lisgred sambil menatap mereka dingin dan acuh tak acuh. Dia mulai bosan dengan permainan membosankan ini.
Wush
Lisgred melepas sihir anginnya kemudian membaca mantra.
"wind blade"
Sring
Wush
Bilah angin menerjang sekelompok orang itu, dan seketika tubuh mereka terpisah menjadu dua.
"Bagaimana bisa segerombol serangga ini menculik livy" ucap lisgred dengan nada datar, dia sekarang mulai meragukan kemampuan juan.
Itu karena menurutnya kemampuan penculik ini bukan apa-apa, dia bahkan bisa mengalahkan mereka dalam sekali serang. Walau sebenarnya penculik itu sudah kelelahan.
Karena juan tidak keluar, lisgred memutuskan untuk mengecek kedalam. Lisgred melangkah menuju gubuk yang cukup besar itu dan meinggalkan tumpukan mayat di sekitarnya begiti saja.
Dia tidak peduli, karena baginya saat ini livy lebih penting.
...
Tap... tap...
Lisgred terus berjalan hingga dia menemukan mayat pria, lisgred menyeringitkan dahinya saat memeriksa mayat itu.
__ADS_1
Dia yakin jika itu adalah perbuatan juan, melihat dari tanpa adanya perlawanan, sudah pasti juan melakukannya sambil bersembunyi dari sesuatu.
Lisgred menyelusuri lorong itu,
hinggq dia bisa mencium bau ayir darah dari arah bawah. Dia melangkah menuju ruang bawah tanah, lalu memasuki ruangan.
'ini' lisgred menyeringitkan dahinya lagi, dia bisa melihat jika ruangan ini di lumuri oleh darah, terlebih lagi ada 2 mayat disini.
"Dimana mereka" ucap lisgred sambil mencari Juan dan livy, dia sedikit khawatir karena tidak menemukan mereka, dia takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
Karena merasa bingung, Lisgred pun menelpon ayahnya dengan telepon(alat sihir) yang diberikan oleh livy. Dia menekan nomor telepon milik duke dan...
Tit
"Ayah livy menghilang dari markas penculik, aku tidak tau apa yang terjadi, awalnya aku dan juan mengatur rencana untuk menyelamatkan livy..." Lisgred pun menjelaskan posisinya saat ini dan keadaan sekarang, dia juga menjelaskan kemungkinan juan sedang menyusul livy.
"Aku tidak tau ini baik atau buruk tapi kuharap ayah segera kesini" jelas lisgred dengan nada datar namun dimatanya terlukis sejumlah kecemasan.
Setelah selesai berbicara lisgred segera mematikan telepon itu kemudian menyimpannya kembali. Dia melirik sekitar untuk menemukan pentunjuk hingga pandangannya mengarah pada jendela.
"Ada seorang yang melewati nya, apa itu juan" ucap lisgred seraya mendekati jendela itu. Dia membukanya lalu melihat sekitar, dia bisa melihat ada jejak kaki di antara rerumputan dan itu mengarah ke barat.
Srak
Lisgred ikut keluar dari jendela dan mengikuti jejak itu, dia melaju dengan kecepatan tinggi, namun tidak lupa dia meninggalkan jejak agar duke bisa mengikutinya.
...
Thanks for readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata.
Maaf ya author lama up, itu karena seminggu ini autornya demam tinggi, Meski sekarang udah baikan.
Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See you
Next Eps...