
Audrey Lovis Van Fronderyte dia adalah Putri kedua dari Duke Fronderyte. Duke Reichburgh dan Fronderyte sudah berteman sejak lama, bisa dibilang mereka adalah sahabat lama.
Audrey sendiri adalah teman dekat livyana namun karena sebelum Livy dikucilkan jadi dia menjauhi Audrey agar dia tidak ikut dikucilkan.
Audrey juga menentang saat livyana bertunangan dengan Afgaren dia tidak suka akan perlakuan Afgaren yang semena-mena pada livyana namun Livyana malah menuduh nya ingin merebut Afgaren darinya dan akhirnya mereka bertengkar hebat dan berperang dingin.
Di novelnya juga dijelaskan sebelum Duke Reichburgh dan keluarganya dihukum oleh Afgaren, Duke Fronderyte menentang keputusan Raja yang semena-mena dan akhirnya pangkat mereka diturunkan menjadi count dan kekayaan mereka disita.
...
Sudut bibirnya Livy berkedut saat mengingat kejadian di Novel. Dia memaki kekejaman Afgaren dan kebodohan livyana, tidak kah dia terlalu bodoh sehingga mengabaikan teman seperti Audrey hanya demi pria yang tidak menyukai nya.
"Audy, ayo duduk aku ingin bercerita sesuatu dengan mu" ucap Livy sambil tersenyum manis, dia menepuk kursi disebelahnya menyuruh Audrey agar duduk.
"Aku tidak sedang bermimpi bukan, kau baru saja memanggil ku Audy" ucap Audrey dengan mata yang berkaca-kaca, sudah sangat lama sejak Livy memanggil nama kecilnya.
"Maaf sebelumnya aku bersikap kasar kepadamu, tapi..tapi aku sudah menyadari nya sekarang kalau kamu adalah temanku yang berharga" ucap Livy dengan wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca.
bruk
Audrey memeluk Livy sangat erat, dia sangat merindukan sahabatnya ini, selama ini dia selalu berharap agar Livy tidak membencinya lagi.
"Jadi kamu ingin bicara apa" tanya Audrey sambil menyeka air mata nya.
"Itu, pertunangan ku dengan raja telah dibatalkan, aku sendiri yang memintanya pada ayah" jawab Livy sambil mengambil cookies dan memakannya.
__ADS_1
"Benarkah, itu sangat bagus, tapi kenapa?" tanya Audrey penasaran sebab dia sangat tau jika Livy sangat menyukai Afgaren bahkan persahabatan mereka sempat renggang karenanya.
'Rasanya aku ingin mencabik-cabiknya karena berani membuat hubungan ku dengan Livy rusak' maki Audrey dalam hati, dia cukup kesal dengan raja karena dia hubungan nya dengan Livy menjadi rusak.
"Aku lelah mengejar nya, juga karena beberapa hari lalu aku bertemu dengan pria tampan" ucap Livy dengan sedikit malu-malu diakhir kalimat.
"..."
"Namanya Juan, dia adalah bangsawan dari Crastine, beberapa hari lalu kami bertemu di pasar ibukota" lanjut Livy malu-malu.
"Benarkah, kau harus mengenalkannya kepada ku, biar aku menilai pria itu" ucap Audrey dengan semangat.
Livy tersenyum dia akhirnya bisa memperbaiki hubungan nya dengan Audrey, karena Audrey termasuk bunga kelas atas jadi dengan dukungan Audrey Livy bisa dengan mudah membangun kekuasaan hingga Raja tidak bisa membahayakan keluarga nya.
Livy dan Audrey berbincang dengan senang, Livy juga mengundang Audrey untuk ke kediaman nya, hal itu karena Audrey tertarik dengan novel-novel milik Livy.
Livy tersenyum smirk dan menatap madam Elose dengan tajam, membuat madam Elose sedikit ketakutan.
"Beraninya kamu membuat ku menunggu, seperti nya kau sangat meremehkan nama Duke Reichburgh" ucap Livy dingin.
Jika livyana mungkin dia akan mengamuk dan membuat reputasinya semakin buruk, namun yang berdiri ia adalah Livy Adera, dia tidak akan pernah membiarkan mainan melawan pada nya. Dia akan membuat orang yang menentangnya hancur sehancur-hancurnya.
"Maaf Lady Reichburgh saya harus mendaftar pesanan para lady lain terlebih dahulu" ucap madam Elose tanpa rasa takut.
Prank
__ADS_1
Livy membanting gelas tehnya hingga mengenai dinding dibelakang madam Elose, hal itu membuat madam Elose terintimidasi.
"Apa anda lupa siapa saya, kenapa Anda sangat meremehkan saya" geram Livy sambil menatap madam Elose dingin.
"Tapi lady Reichburgh Anda tidak bisa menyerobot antrian hanya karena Anda adalah Putri duke" ucap madam Elose tidak merasa bersalah.
"Hmph, kalau begitu mulai sekarang Madam Elose adalah musuh Duchy Fronderyte, madam Elose dilarang membeli kain dari segala cabang Fronderyte" ucap Audrey marah, dia tidak tahan saat Livy dihina oleh madam Elose.
Para lady bangsawan berbisik-bisik saat mendengar pernyataan dari Audrey. Tidak kah itu berarti karir madam Elose akan berakhir tanpa pasokan kain berkualitas dari Duchy Fronderyte.
Hal itu karena Duchy Fronderyte memegang impor kain sutra yang berkualitas dari kerajaan Afgailen, yaitu sebagai kerajaan penghasil kain berkualitas terbanyak diseluruh dunia, Kerajaan Trianty bisa mendapat kain itu berkat kakak perempuan Audrey yang menikah dengan Raja Afgailen.
Bruk
Madam Elose menjatuhkan dirinya saat mendengar pernyataan dari Audrey, dia tidak berencana untuk menyinggung Lady Fronderyte, namun semua telah terjadi dan kedepannya toko nya tidak akan bisa membuat gaun untuk Lady bangsawan lagi.
Karena menyinggung Lady Fronderyte sama dengan menghancurkan seluruh karirnya dan para lady bangsawan tidak akan membeli gaun ditempat nya lagi.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See You
__ADS_1
Next eps...