Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 32


__ADS_3

Livy saat ini sudah kembali ke kamar, ia mengganti kembali bajunya menjadi sedikit santai yang tidak semewah dan seberat tadi.


"Dalin, aku akan datang saat lapar, karena ada telepon akan jauh lebih mudah bagimu untuk menghubungi ku" ucap Livy datar, dia sudah tidak ingin makan masakan orang lain selain Dalin. Entah kenapa akhir-akhir ini dia sangat manja sepeti anak kecil.


"Baik nona" jawab dalin sambil tersenyum. Setelah selesai membantu Livy berganti pakaian. Dalin memberikan beberapa cookies untuk Livy. Livy memasukkan cookies itu ke Light room nya kemudian membaca mantra teleportasi.


...


Wush


Livy pun tiba dikamar nya di kerajaan Crastine, dilihatnya jika Juan tengah tertidur di kursi.


'Kenapa dia ada disini' batin Livy bingung, apa Juan tidak memiliki pekerjaan sehingga dia tidur disini. Dia yakin jika Juan sedang menunggu nya.


Livy memandang Juan dengan intens, dia akui jika Juan adalah pria tertampan yang pernah ditemuinya semenjak tiba di dunia ini.


'hmph, percuma tampan jika sifatnya menyebalkan' batin Livy memasang wajah cemberut, dia masih marah dengan Juan karena tadi pagi. Jujur saja akhir-akhir ini dia sangat kekanakan dan mudah ngambek, Livy pun merinding memikirkan tingkah.


'Aku tidak sakit kan' batin Livy sambil memegang kepalanya.


"Kau sudah pulang livy" ucap suara bariton pria, ya itu adalah Juan yang baru bangun tidur.


Livy tersentak kaget kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hehehe iya" balas Livy sambil tersenyum canggung. Juan berdiri dan menghampiri Livy.


"Kau tidak marah lagi" ucap Juan memandang Livy sendu.

__ADS_1


'ugh, anak anjing kah' batin livy tersipu, sungguh demage yang diberikan Juan sangat besar apalagi dia memiliki wajah yang tampan.


"Kupikir kau akan pulang kerumah dan tidak akan kembali kesini lagi" lanjutnya dengan wajah sedih, Juan menundukkan kepala nya. Sungguh dia terlihat menggemaskan di mata Livy.


"Aku memang pulang dan makan bersama keluarga ku, juga pergi ke ibukota bersama teman baru ku. Tapi untuk seminggu ke depan aku akan tinggal disini." Jelas Livy dengan nada datar, seketika wajah Juan kembali cerah, sungguh dia sangat senang jika Livy tinggal lebih lama.


"Tinggal lah semau mu" ucap Juan sambil tersenyum.


Wajah Livy merona, jantungnya berdetak cepat. "Ya sudah cepat keluar, aku sangat lelah" ucap Livy sambil memalingkan wajahnya.


"Kalau begitu selamat istirahat" Juan mengecup singkat kening Livy kemudian pergi meninggalkan Livy yang membeku kaget.


"..." Livy masih mencerna apa yang terjadi, saat dia dapat mencerna apa yang barusan terjadi wajahnya langsung memerah padam.


"Aaaaaaaaaaah"teriak livy sambil memegang keningnya, dia tidak menyangka jika juan akan mencium keningnya.


"Hmph..." Livy cemberut mengingat perbuatan Juan tadi.


Bruk


Livy menjatuhkan dirinya di atas kasur dan berguling-guling seperti biasa.


"Hiks, cinta itu menyebalkan" gumam Livy sebal, Hanya karena cinta dia merasa sakit hati, kekecewaan, kebahagiaan, kehangatan, kehilangan, kegugupan dan lainnya. Bahkan cinta bisa mengubah cara pandangnya antara hitam dan putih.


...


Juan saat ini berada diruang kerjanya, wajahnya memerah karena tindakannya tadi, entah kenapa dia bisa nekat melakukan hal itu.

__ADS_1


"Bagaimana jika dia membenci ku" gumam Juan sambil menutup matanya dengan tangannya.


"Yang mulia jika Anda tidak berani nona Livy akan direbut orang lain" ucap Louis sambil meletakkan dokumen yang telah diperiksa nya dimeja Juan.


Juan mendongak, dia melihat wajah Louis yang menyebalkan bagi nya.


"Jika aku melakukan saranmu, Livy akan sangat membenci ku" ucap Juan dingin, sementara Louis hanya menghela nafas kasar.


"Apa yang Anda maksud, saya tidak pernah menyuruh Anda melakukan hal yang kelewatan, cukup tunjukkan cinta anda secara terbuka dan jangan mengekang dirinya" jelas Louis kesal, dia sudah mendengar cerita Juan tadi pagi. Memang Juan sedikit keterlaluan dia tidak berhak mengekang Livy karena mereka belum ada hubungan khusus.


"Yang mulia, menurut saya nona Livy adalah gadis yang bebas, dia bahkan bisa kabur dari rumah tanpa ketahuan apalagi dari sini" lanjut Louis dengan nada serius, dia tidak ingin Juan mengambil langkah yang salah dan menggunakan statusnya.


"Kau benar" ucap juan sedih, dia tau jika Livy mau dia bisa pergi kemana pun.


"Yang mulia, saat saya pertama kali bertemu dengan nona Livyana saya tau jika dia adalah wanita yang berani dan pintar. Melihat dari sikapnya dia lebih suka menyelesaikan masalah sendiri. Karena itulah yang anda perlukan adalah mendapatkan kepercayaan nya" jelas Louis panjang lebar.


Ini adalah kesempatan bagi Rajanya untuk menikah jika kesempatan ini hilang hanya karena kebodohan Juan dalam percintaan dia pasti akan sangat tersiksa.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.


See you


next eps...

__ADS_1


__ADS_2