Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 104


__ADS_3

Livy tidak merasa bersalah sama sekali, meski dia tidak mengingatnya namun dia paham kenapa dia tidak bisa langsung mengenali Reim seperti sekarang.


"Saat aku tahu kakak sudah meninggal, aku sangat sedih bagaimanapun itu terjadi karena kesalahanku. Seandainya saja aku mendengarkan mu dan tidak berkeliaran kecelakaan itu tidak akan terjadi" ucap Livy dengan wajah murung.


"Itu bukan salahmu bahkan jika waktu di ulang kembali aku akan tetap memilih jalan yang sama" Reim menepuk kepala Livy dengan lembut.


"Meski begitu aku masih terus memikirkannya dan ingatan tentang kecelakaan itu terus menghantui ku. Mungkin entah bagaimana akhirnya aku bisa melupakan kejadian itu. Karena itu aku tidak bisa langsung mengenalimu. Maaf kak!" Livy menundukkan kepalanya.


"Aku tidak menyalahkanmu, bagaimanapun kamu masih kecil tapi sudah melihat kematian di depan mata mu. Itu pasti meninggalkan bekas luka yang serius"ucap reim sambil menggeleng membantah perkataan Livy.


"Aku juga minta maaf, karena berusaha melupakanmu" ucap Livy dengan bibir yang bergetar.


Reim tersenyum lalu menepuk kepala Livy dengan lembut.


"Sudahlah, itu adalah masa lalu. Tapi aku yakin kamu datang kesini ada tujuan yang penting" ucap Reim mengalihkan pembicaraan.


Livy tersenyum, "Benar! aku yakin kakak sudah tahu jika aku jatuh sakit setelah pulang dari sini! Aku ingin tahu apa yang terjadi?"


"Hm... Aku tidak yakin, saat kamu kesini waktu itu ada beberapa orang yang mengikuti mu dan berniat buruk, tapi aku sudah menyingkirkan mereka." jelas Reim dengan nada serius.


"Benarkah? kalau begitu apa kakak tahu siapa yang menyuruh mereka?" tanya Livy


"Tidak, jika aku tahu mereka memiliki rencana cadangan aku pasti tidak akan membiarkanmu pergi saat itu" ucap Reim menyesal karena tidak menahan Livy lebih lama.


"Itu bukan salah kakak, saat itu aku tidak mengenalimu jadi tidak ingin berlama-lama" ucap Livy menghibur Reim.


"Aku tahu! tapi jika saja... "

__ADS_1


Cup


Livy mengecup singkat pipi Reim, "Baiklah jangan murung lagi" ucap Livy sambil tersenyum.


Reim tertegun lalu tertawa "kamu masih tidak berubah ya!" Livy cemberut karena Reim mengejek nya.


"Berhenti menertawakanku!" ucap Livy dengan kesal.


"Maaf, memang kakak tidak tahu apa saja yang terjadi saat kamu pulang, tapi pelayan pribadimu mungkin tahu setiap detail." jelas Reim dengan nada serius.


"Tapi apa dia bisa dipercaya?" tanya Livy ragu.


"Jangan khawatir menurut pengamatan ku dia sepenuhnya memihak mu, bahkan dalam penyelidikan ku kamu dulu sangat mempercayainya" jelas Reim.


"Baiklah aku akan berbicara dengannya nanti" Livy berdiri berniat pergi namun Reim menahan tangannya.


"Di sini kamu tidak bisa memakai sihir teleportasi, terlebih kenapa kamu ingin pergi begitu cepat?" ucap Reim.


Livy hanya menghela nafas dan mengurungkan niatnya untuk pergi.


...


Di Kerajaan Crastine


Juan sedang duduk ditemani oleh Louis dan segunung dokumen.


Juan menghela nafas lelah, pekerjaannya tidak ada habisnya. Dia juga kesal karena tidak bisa bersama Livy.

__ADS_1


"Yang mulia tolong bersemangat lah, meski banyak pekerjaan yang harus diselesaikan namun sebentar lagi anda dan Lady Livyana akan segera bertunangan" Louis tidak ingin Juan bermalas-malasan dan menyerahkan pekerjaan kepadanya.


"Namun aku sangat merindukan nya" ucap Juan sambil memijat kepalanya yang sakit akibat terus menatap dokumen dari kemarin, dia hanya istirahat untuk makan saja.


"Saya mengerti namun akan lebih baik jika ada menyelesaikan perkerjaan terlebih dahulu kemudian anda dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan Lady Livyana" jelas Louis membujuk Juan.


"Aku mengerti" jawab Juan sambil mendengus kesal, dia rasanya sedikit menyesal karena menjadi raja, andai saja dia memiliki adik atau kakak laki-laki maka dia pasti akan dengan senang hati menyerahkan tahta padanya.


Namun sayang sekali dia adalah anak tunggal dan ayahnya sudah meninggal karena penyakit dan ibunya tinggal di desa terpencil untuk hidup dengan damai.


Ayahnya tidak memiliki saudara dan bahkan tidak memiliki anak haram yang membuat Juan sebagai pewaris satu-satunya. Anggota kerajaan crastine memang terkenal sebagai pasangan yang setia.


Mereka tidak selingkuh bahkan jika hanya merupakan hubungan politik, juga anggota kerajaan sangat sedikit karena setiap generasinya mereka hanya akan memiliki 1 anak laki-laki.


Jika pun ada anak kedua mereka kebanyakan meninggal waktu kecil karena sakit. Beredar rumor jika keturunan kerajaan crastine dikutuk, karena tidak bisa memiliki anak perempuan dan memiliki anak kedua.


Saat memikirkan rumor itu Juan hanya menghela nafas, meski dia tidak percaya akan hal itu namun kenyataan nya memang terjadi.


Dia hanya berharap jika dia tidak perlu melihat anaknya mati nanti. Meski tidak tahu apa penyebab yang membuat keturunan kerajaan tidak bisa memiliki anak perempuan dan anak kedua. Juan setidaknya akan memecahkan hal itu.


...


Thanks for Reading


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya!.


See you

__ADS_1


Next eps...


__ADS_2