Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 77


__ADS_3

Mendengar perkataan Axe Isgrid tersulut emosinya, ia menarik pedang nya dan mengacungkan nya ke leher Axe. Dan kali ini duke tidak menghentikan nya sama sekali.


"Beraninya kau mengatakan itu tepat dihadapan kami, percayalah aku tidak akan ragu untuk menebas leher mu" ucap isgrid dengan amarah yang meluap-luap.


"Saya tau jika Anda bisa membunuh saya, tapi saya hanya khawatir dengan kondisi Lady Reichburgh, dia pasti kesulitan jika saya mati" ucap Axe dengan nada khawatir namun matanya mencemooh.


"Kau.."


"Hentikan Isgrid" tegur Duke dengan nada datar dan tenang, namun tatapan nya sangat mematikan.


"Pilihan yang bagus Duke, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi jika kita menunda diskusi ini lebih lama" jelas Axe sambil tersenyum smirk.


"Aku belum menyetujui syarat mu" ucap Duke dengan nada datar.


"Anda kehabisan waktu tuan Duke" ucap Axe sambil tersenyum smirk, ia berbalik membelakangi Duke dan Isgrid.


"Meski saya ingin kita mengobrol lebih lama tapi Lady Reichburgh tidak bisa menunggu lebih lama, karena itu lebih baik Anda mempercepat keputusan Anda" terang Axe dengan tenang dan sedikit kecemasan yang dibuat-buat.


Duke mengerutkan keningnya, walau dia ingin menebas kepala Axe sekarang juga tapi yang dikatakan Axe benar, dia tau dengan pasti situasi nya dan tidak mungkin dia membahayakan keselamatan Livy.


'Akan kubunuh kau Helras' batin Duke dengan penuh amarah, dia mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya. Dia adalah orang yang sangat tidak suka di ancam namun dia harus bersabar Demi keselamatan Livy.


'Tidak akan terlambat untuk membuat perhitungan dengan nya' batin Duke sambil memendam amarah nya.


Axe berbalik dan menatap Duke yang dia yakini sedang menantapkan keputusan nya, lalu tersenyum smirk.


'Awalnya tuan ingin menghancurkan Duchy Reichburgh demi menggoyahkan kekuasaan Kerajaan, namun memang lebih baik meletakkan Duchy Reichburgh di bawah kendali' batin Axe sambil tersenyum senang.


Memang dia juga sangat menyayangkan kekuatan yang dipegang oleh Duke Reichburgh jika dihancurkan, tapi berbeda kali ini, dengan menempatkan Duchy Reichburgh dibawah kendali, mereka bisa memiliki militer yang cukup untuk melakukan pemberontakan.


'Dapat dipastikan Kerajaan akan berada dibawah kendali tuan jika Duke Reichburgh bekerja sama' batinnya sambil mengepalkan tangannya, Axe sangat membenci kerajaan dan terlebih dengan Afgaren.

__ADS_1


'Kakak sebentar aku akan membalas kan dendammu' batin Axe sambil mengepalkan tangannya hingga memutih. Axe berjanji jika dia akan membalas kematian kakaknya.


Karena itu dia mau menjadi bawahan Helras dan melakukan pemberontakan kepada kerajaan dan Afgaren.


...


Dret... dret....


Telepon Duke bergetar, dia menetralkan ekspresi laku mengangkat telepon itu, sedangkan Axe bingung dan ngan tindakan Duke yang sedang meletakkan benda panjang itu ditelinga nya.


"..." Duke diam saja dan tidak berbicara, dia hanya mendengarkan dalam diam. Itu karena dia tidak ingin Axe tau tentang alat sihir ini.


Setelah mendengar semuanya Duke segera mematikan telepon dan kembali memasukkan nya ke balik jubahnya. Duke menatap Axe dengan tatapan datar, lalu tersenyum tipis.


Tap...tap...tap


Duke melangkah mendekati Axe dan...


Sring


Crash


Tes...tes...


Darah menetes deras dari tangan kiri Axe, dia menyeka nya dengan tangan satunya.


"Apa yang Anda lakukan Duke Reichburgh" tanya Axe dengan kerutan di dahinya, dia tidak bisa mengerti akan tindakan yang tengah dilakukan Duke Reichburgh.


'Aku yakin tadi dia sudah menyetujui bergabung, namun kenapa dia tiba-tiba menyerang? apa dia ingin mencoba kemampuan ku?' batin Axe sambil menatap Duke dengan penasaran.


"Aku tidak akan pernah bergabung dengan kalian, karena itu matilah" ucap duke lalu menyerang Axe dengan cepat.

__ADS_1


Duke mengayunkan pedangnya untuk menebas leher Axe namun Axe menunduk dan menendang kaki Duke.


Duke menghindari tendangan dan kembali mengayunkan pedangnya ke bahu kanan Axe.


Crash


Bahu Axe terkoyak cukup dalam, dia meringis menahan sakit, luka yang disebabkan oleh duke sangat dalam dan besar, ia beruntung memiliki refleks yang cepat.


'Jika saja aku tidak menunduk sedikit, tanganku pasti akan terpotong' batin Axe sambil menatap Duke dengan ketakutan, dia kemudian mengambil sesuatu dari balik jubahnya dan melempar kannya ketanah.


Boomm


Bom asap menghalangi pandangan Duke, dan saat dia ingin mencari Axe keberadaan nya telah hilang.


"Kabur kah" gumam Duke lalu memasukkan kembali pedangnya ke sarung.


...


Isgrid menghampiri ayahnya, sepanjang pertarungan dia hanya menyaksikannya namun dia tidak menduga jika ayahnya akan melepaskan Axe begitu saja.


"Ayah dia tidak bisa pergi terlalu banyak jauh, kita masih bisa mengejar nya" jelas Isgrid.


"Tidak perlu, saat ini Livy lebih penting" balasnya singkat lalu menaiki kuda dan diikuti oleh isgrid. Mereka pun melajukan kudanya dengan kecepatan tinggi.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Maaf jika sering gak up, itu karena author punya kesibukan penting, namun jika ada waktu senggang pasti diusaha-in buat up.


Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.

__ADS_1


See You


Next eps...


__ADS_2