
Juan kemudian mengantarkan Duke dan yang lainnya ke ruang tamu untuk beristirahat dan mempersiapkan diri. Pertunangan akan diadakan malam ini, jadi dalam waktu yang singkat mereka mengatur jadwal dan persiapan lainnya.
"Yang mulia kenapa anda sangat terburu-buru bertunangan dengan nona Livyana" tanya Louis penasaran, ia sedikit heran kenapa Rajanya sangat terburu-buru.
Umum nya persiapan pertunangan memakan banyak waktu yang lama, juga harusnya undangan dikirim sebulan sebelum acara itulah peraturan tidak tertulis dalam tata krama bangsawan.
Namun karena Juan adalah raja jadi mau berbuat apa pun tidak akan ada yang berani membantah. Jadi rakyat maupun bangsawan tidak bisa menentangnya, lagipula mereka cukup senang jika Raja mereka masih normal.
Selama ini Juan tidak pernah dekat dengan wanita selain ibunya, hal ini menyebabkan rumor buruk beredar jika Juan penyuka sesama jenis.
Sebagian besar orang bahagia dengan kabar pertunangan tiba-tiba ini namun ada juga yang tidak suka, khususnya para Lady bangsawan yang bermimpi menjadi ratu.
...
"Yang mulia, pertunangan tiba-tiba ini pasti membuat banyak Lady bangsawan patah hati, bagaimana jika..."
"Diamlah, aku tidak ingin mendengar hal ini lagi" sela Juan dengan nada dingin.
Juan kemudian menatap Louis dengan tatapan setajam pedang membuat nyali Louis menciut.
'His matilah aku' batin Louis menangis, meski begitu ia berharap bisa lolos dari maut.
"..." Juan diam dan tidak menghiraukan perkataan dari Louis tadu, ia memilih menyelesaikan pekerjaan nya.
Dan Louis akhirnya bisa bernafas lega karena Juan mengacuhkan dirinya, meski kesal namun dia juga bersyukur karena tidak memancing amarah Juan.
__ADS_1
"Yang mulai para Lady pasti akan membuat masalah dengan nona Livy" ucap Louis mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Para hama itu tidak bisa menandingi Livy, bahkan tidak seujung jari pun" ucap Juan seraya kembali melakukan aktivitas nya.
"Maaf yang mulia, menurut saya lebih baik berhati-hati" saran Louis seraya membungkuk hormat, ia kemudian izin pergi untuk mengurus beberapa hal.
Juan terdiam, ia sedikit merenung kan perkataan Louis tadi, dia tau dan sangat mengenal bangsawan, mereka sangat ahli berpura-pura, menjilat, bermuka dua, dan lainnya.
Satu hal yang membuat ia menyukai Livy adalah sikap jujur Livy walau sedikit blak-blakan, dulu dia pernah melihat Livyana saat sedang membully orang yang mengejeknya.
"Saat itu dia sangat keren walau sedikit ceroboh, 6 tahun tidak bertemu dia sudah berubah drastis" gumam Juan sambil mengingat pertemuan nya dengan Livyana saat Livy berusia 10 tahun.
Namun Juan lebih menyukai Livy yang sekarang, dia menjadi lebih pintar, hebat, dan tidak naif. Dia juga suka sikap Livy yang cepat berubah, kadang dia dingin, manja, serius, dan lainnya.
"Dari itu semua aku benar-benar mencintainya, tapi aku belum bisa membuka hati nya" lirih Juan sambil menatap sendu ke langit-langit, dia tau jika Livy tidak sungguh-sungguh ingin pertunangan ini, namun ia senang karena sikap jujur Livy tidak berubah.
...
Di kamar dengan bantuan Rise dan beberapa pelayan lainnya, Livy melakukan perawatan kulit dan ritual kecantikan lainnya. Hal ini membuat Livy kesal, sebab dia harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk hal kecil seperti ini.
"Rise aku lelah" gerutu Livy sambil memasang wajah cemberut dan Rise tertawa kecil saat melihat nya.
"Kalian lanjutkan, aku akan membawa cemilan dan buku untuk nona" ucap Rise dengan nada tegas kemudian melangkah pergi.
Pelayan lainnya mulai melanjutkan ritual kecantikan, mereka sangat tau pentingnya acara malam ini jadi mereka harus menyiapkan semuanya sebaik mungkin.
__ADS_1
"Nona Anda terlihat lebih cantik dari sebelumnya" ucap salah satunya sambil memijat punggung Livy.
"Begitukah" respon Livy singkat, jujur saja dia merasa nyaman saat dipijat seperti ini.
"Apa kalian bisa mengurusnya, aku sangat mengantuk, bangunkan jika Rise sudah datang" lirih Livy pelan namun masih bisa di dengar oleh yang lainnya.
" hoamm"
Tak lama kemudian Livy pun tertidur namun sebelum itu dia memasang sihir yang meliputi seluruh tubuh Livy, yang mana jika lapisan itu terkena darah akan membuat getaran suara yang hanya bisa didengar oleh Juan.
Livy juga sudah pernah memberi tahu hal ini kepada Juan walaupun hanya untuk berjaga-jaga, Livy hanya tidak ingin lengah, sebab kita tidak tau kapan masalah akan menimpa kita.
Dan Livy sendiri adalah tipe yang waspada dan sangat peka, walau dia tidak cukup peka dalam hal percintaan, meski dia sering membaca novel romantis, namun hal itu hanyalah novel dan kehidupan nyata sangat berbeda dengan adegan di novel.
...
Tak lama kemudian Rise datang dengan membawa cookies dan teh hijau, ia juga membawa beberapa novel agar Livy tidak bosan.
"Nona, Rise sudah tiba" panggil salah satu pelayan sambil mengguncang tubuh Livy dan Livy pun terbangun dari tidurnya.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya.
__ADS_1
See You
Next eps...