
Isgrid sangat senang karena Livy telah sadar, meski dia merasa aneh akan sikap Livy tapi dia tidak ingin mengintrogasi adiknya yang baru saja bangun.
Livy menatap Isgrid dalam diam, ia mengamati Isgrid seolah-olah mereka orang asing yang baru saja bertemu.
Isgrid tidak bodoh sehingga tidak tau apa yang sedang dilakukan oleh adiknya. Meski begitu dia tetap tetsenyum hangat untuk memberi rasa aman bagi Livy sendiri.
"Kamu pasti lapar, kakak akan menyuruh pelayan untuk membawakan makanan untukmu" ucap Isgrid dengan nada lembut.
Mata Livy bergetar pelan saat Isgrid dengan penuh kasih sayang mengusap kepalanya. Matanya perlahan menghangat menghilangkan aura dingin tak tersentuh sebelumnya.
Meski begitu Livy masih enggan berbicara, dia masih ingin mengamati lebih lama.
Isgrid tersenyum dengan perubahan adiknya itu, bahkan meski Livy berpura-pura tidak terjadi apa-apa dia bisa mengetahui hanya dengan sekali lihat saja.
Isgrid melangkah ke arah pintu dan membukanya, meski begitu dia tidak pergi dan berdiri di sana.
Isgrid menyuruh Sarmael yang sedang berjaga di depan pintu untuk menyuruh Dalin menyiapkan makanan untuk Livy.
Sarmael kaget juga senang saat mengetahui jika Livy sudah sadar, dia pun pergi mencari Dalin sebelum memberi tahu duke akan kabar bahagia ini.
...
Setelah memberi instruksi kepada Sarmael, Isgrid kembali menghampiri Livy. Dia tau jika sejak tadi adiknya itu terus memperhatikan tindakannya.
Isgrid duduk kembali, kemudian mengelus wajah Livy dengan lembut dan hati-hati. Livy hanya membiarkan Isgrid melakukan itu.
"Kakak sangat menghawatirkanmu! 3 hari kamu tidak sadarkan diri dan ..." Isgrid ingin mengeluarkan keluh kesahnya namun dia tidak sanggup melanjutkannya.
Tatapan Livy melembut, dia bisa merasakan ketulusan Isgrid dalam kata-katanya. Livy menggenggam tangan Isgrid yang mengelus wajahnya. Dia memejamkan matanya sambil mencari kehangatan di tangan Isgrid.
__ADS_1
"Livy, Kamu..."
"..."
grab
Isgrid membawa Livy kedalam pelukannya, meski sebenarnya dia terlihat baik-baik saja namun selama ini dia dipenuhi rasa takut.
Isgrid bahkan tidak ingin mengalihkan pandangannya dari Livy, dia takut bahwa ini hanya ilusi, seakan-akan sadarmya Livy hanya hayalannya saja.
Livy merasakan keakraban yang tak terlukiskan akan situasi saat ini, dia merasa pernah merasakan hal ini.
Jits...
Tiba-tiba terlintas bayangan tentang seorang pria yang sedang gemetar memeluk seorang wanita. Gambaran itu sangat buram, meski begitu Livy merasa jika pria itu adalah pria yang saat ini sedang memeluknya.
Livy tersenyum tipis kemudian menepuk pundak Isgrid. Livy ragu-ragu sejenak sebelum memutuskan untuk menghibur pria asing yang mengaku sebagai kakaknya ini.
"Tidak apa! Kamu bisa mengingatnya secara perlahan, jangan di paksakan!" Nyatanya Isgrid sudah tau sejak Livy menatapnya dengan dingin dan menilainya.
Isgrid semakin mengeratkan pelukannya, dia tidak cukup bodoh untuk pura-pura tidak tahu jika adiknya tidak bisa mengingatnya.
Meski begitu dia tau bahkan meski Livy tidak bisa mengingat mereka, namun tubuhnya bisa mengingat kehangatan yang di curahkannya.
Isgrid melepaskan pelukannya kemudian menatap mata Livy. Dia bisa merasakan katerasingan namun tidak dengan keengganan.
"Jangan berfikir terlalu keras! Kamu bisa memikirkannya perlahan" ucap Isgrid sambil tersenyum.
Livy hanya mengangguk kemudian kembali membaringkan tubuhnya, nyatanya dia merasa tidak memiliki tenaga. Mungkin karena tubuh tidak mendapat asupan energi.
__ADS_1
Livy bahkan merasa jika sangat sulit berfikir dan mencerna situasi, awalnya dia sedikit kaget saat bangun di tempat asing, meski dia terlihat tenang Livy sedang berfikir keras untuk mencerna situasi.
Dia harus bisa mengetahui keadaan dirinya, tapi sekarang dia bisa tenang. Meski ragu Livy mau tidak mau untuk patuh mendengarkan Isgrid.
Livy merasa jika dia bukan orang jahat sehingga dia tidak ingin memaksakan diri untuk berfikir lebih jauh. Tidak akan terlambat untuk memikirkannya nanti.
...
Tok..tok...tok.
Dalin tiba sambil membawa troli makanan, dia sangat senang saat mengetahui jika nonanya telah sadar.
Isgrid membantu Livy untuk duduk bersandar, dia kemudian menyuapi Livy sup dengan perlahan. Livy sebenarnya tidak suka sup, namun dia tidak boleh pilih-pilih.
Mata Livy berbinar saat melihat daging yang ada di atas troli yang lengkap dengan kue dan cookies.
Isgtid tertawa saat melihat Livy yang dengan semangat memakan supnya sehingga bisa cepat memakan kue.
Disisi lain dia sangat lega saat mengetahui jika adiknya masih tetap sama, adiknya itu selalu bersemangat dengan makanan manis seperti kue atau cookies. Namun sangat membenci sup atau bubur.
Livy akan dengan semangat memakan sup yang dia benci jika ada kue atau cookies yang menunggu setelahnya.
...
Thanks for readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceriktaku ya...
See you
__ADS_1
Next eps...