
Sring
Wush
Livy muncul di taman belakang istana, sebelumnya dia sudah meletakkan titik teleportasi di tempat yang sepi dan tidak terlihat.
Livy merentangkan tangannya dan membaca mantra penyamaran.
"Incognito light" cahaya menyelimuti Livy, dia mengubah rambut putih keperakan nya menjadi merah muda(pink) dan mata merahnya menjadi hijau safir.
Dengan kesal dia melangkah keluar istana menuju ibukota, ada dua sebab dia keibukota yang pertama menemui ketua guild informasi yang ada di kerajaan Crastine dan kedua dia ingin jalan-jalan.
"Juan menyebalkan, apa tidak bisa dia berbicara baik-baik? kenapa dia harus membentakku" gumam Livy kesal sepanjang perjalanan.
Livy melangkahkan kakinya dengan penuh emosi seakan-akan dia sedang menginjak Juan. Livy menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
"Humph, padahal aku sudah bela-belain untuk ijin sama ayah dan kakak untuk tidak latihan dulu agar bisa lebih lama disini" Livy menghentikan langkahnya kemudian memukul pohon besar disampingnya.
Brak
"Aaaahh, bukannya dia memujiku tapi malah membentakku" gerutu Livy sebal, dia meninju-ninju Batang pohon itu hingga tangan nya tergores dan mengeluarkan darah.
Bruk
Livy menjatuhkan dirinya dibawah pohon kemudian menyandarkan punggungnya di pohon.
Tes...tes
Air mata Livy menetes ditangan Livy yang penuh luka.
"Hiks, ini sakit" gumam Livy sebal, tangannya perih karena terkena air matanya yang asin.
"Anda tidak apa lady" tanya seorang pria dengan pakaian prajurit berwarma putih. Sebelumnya dia berniat kembali ke istana namun di perjalanan dia melihat seorang wanita yang sedang menangis dibawah pohon dengan tangan yang terluka.
__ADS_1
Livy mendongakkan kepalanya, di lihatnya pria tampan bersurai merah kehitaman dengan mata hijau yang indah. Seketika Livy terbuai akan ketampanan yang memabukkan.
"Lady" panggil pria itu sedikit keras dan ya Livy tersentak dari lamunan nya. Ia menyeka air matanya kemudian berdiri.
"Tangan anda terluka" ucap pria itu dengan nada khawatir. Livy menaikkan alisnya heran, ia penasaran kenapa pria ini sangat suka mencampuri urusan orang lain, namun bukan berarti Livy tidak suka karena nyatanya dia tetap menyukai pria tampan.
"Biar saya bantu mengobati tangan anda" ucap pria itu dengan tersenyum.
Deg
Livy terpana akan ketampanan pria itu membuatnya mengangguk tanpa sadar, melihat Livy mengangguk pria itu pun mengobati tangan Livy dengan hati-hati.
"Sudah selesai lady..."
"Livy, kau bisa memanggil ku livy" sela Livy masih memandang pria itu. Pria itu sedikit kaget sebelum kembali tersenyum.
"Saya Kenrue, Anda bisa memanggil saya ken" ucap ken sambil tersenyum.
"Ken apa anda seorang bangsawan?" tanya Livy sambil tersenyum.
...
Kenrue Afsel Van Gesiele, putra ketiga dari Duke Gisiele atau adiknya Louis. Dia bekerja sebagai komandan kesatria White Eagle. Di Duchy Gesiele, ken tidak diperlakukan baik oleh para pelayan dan kesatria, bahkan Duke dan kakak nya tidak peduli akan kehidupan ken. Duke hanya memberinya makan dan tempat tinggal juga pengetahuan agar tidak membuat namanya buruk.
Livy mengingat tentang Ken, dia mencari informasi itu sendiri karena Louis adalah asisten Juan sehingga dia memberi perhatian lebih akan orang disekitar Juan, siapa tau jika Louis berniat jahat dengan Juan, yah walau dia tidak begitu.
"Begitukah, ini pertama kalinya aku jalan-jalan keibukota. Maukah kamu menemaniku" gumam Livy pelan namun masih bisa didengar oleh ken.
Ken tersenyum mendengar perkataan Livy, biasanya orang-orang mengucilkan dirinya karena dia adalah anak haram namun tidak dengan Livy bahkan setelah mengetahui identitas nya Livy masih mau dekat dengannya.
"Saya akan menemani Anda lady Livy" jawab ken dengan senyum cerah, ken mengulurkan tangan kepada Livy.
"Tidak perlu formal"ucap Livy sambil menerima uluran tangan ken.
__ADS_1
...
Setibanya di ibukota, Livy dapat melihat keramaian orang berlalu lalang. Livy tersenyum melihat pemandangan ini.
"Tempat ini sangat ramai" gumam Livy pelan, ken yang melihat wajah berseri-seri Livy hanya tertawa kecil.
'Sangat manis' batin ken memandang Livy, ini pertama kalinya dia pergi keibukota bersama seorang gadis.
"Ayo kita bersenang-senang" Livy menarik ken dengan semangat, sebelumnya karena setiap Livy keluar selalu ada insiden yang tidak mengenakan membuat Livy tidak bisa menikmati kesenangan jalan-jalan.
Ken mengikuti kemana langkah Livy pergi, mereka membeli pakaian, aksesoris dan Cemilan tentu dengan riang.
...
"kita akan kemana Livy" tanya ken penasaran mereka sudah jalan-jalan dari pagi hingga siang.
"Cari makan" jawab Livy sambil menggandeng tangan Ken, sedangkan ken hanya tersenyum melihat Livy menggandeng tangan nya.
Mereka akhirnya tiba di tokoh desert dan melangkah masuk. Livy masih mengandeng ken hingga ke meja kosong, Livy pun mendudukkan dirinya di kursi yamg diikuti oleh ken.
"Ingin pesan apa tuan dan nona" ucap pelayan toko ramah.
"Teh hijau" ucap Livy datar, ken kaget akan perubahan ekspresi Livy sebelumnya Livy masih tersenyum cerah namun perubahan ekspresi ini membuat Ken semakin gemas dengan Livy.
"Anda tuan" tanya pelayan itu lagi dengan senyum.
"Pai apel dan teh hijau" jawab ken sambil tersenyum ramah.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata. Karena ada hambatan jadi up nya kesorean. But, tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
__ADS_1
See you
Next eps...