
Livy menatap livyana dengan datar, Livy tau seharusnya ia tidak melampiaskan amarah nya kepada livyana, Livy juga seharus nya bisa memenahan keinginannya.
"Livy jangan sembunyikan perasaan mu lagi, kau tau saat melihat mu pertama kali aku merasa iri pada kehidupan mu, kamu kuat, pintar dan mampu menyelesaikan setiap masalah" jelas livyana sambil tersenyum hangat. Livy memalingkan wajahnya karena tidak ingin melihat wajah tanpa dosa milik livyana.
"Orang kuat berarti kehidupan nya keras dan orang lemah berarti kehidupan nya mudah, kebanyakan orang menjadi kuat karena hanya mampu mengandalkan diri sendiri dan orang lemah bisa bergantung kepada orang lain.Jadi pada dasarnya nya ia tidak perlu menjadi kuat, tidak perlu merasa cemburu kepada orang lain" jelas Livy masih dengan wajah datar.
"Aku tau, setelah melihat masa lalu mu aku bisa mengerti. Setiap manusia punya kekurangan, dari awal seharusnya aku tidak memandang pendapat orang lain tapi memandang keluarga ku" ucap livyana dengan senyum kecut.
"Aku tau kau memang bodoh, bahkan meski wajah kita sama namun lingkungan kita berbeda jadi sangat wajar jika sifat kita berbeda" jawab Livy acuh, tidak seperti livyana yang mengukur nilai dirinya dari pandangan orang lain.
Livy lebih mementingkan padangan keluarga untuk nya, meski perasaan Livy terluka sejak hari itu namun Livy masih berharap bahwa orang tuanya akan datang dan memeluk nya.
Terkadang Livy bermimpi jika orang tuanya setidaknya memberikan ia kehangatan keluarga. Tapi harapan Livy sia-sia, mereka tidak perduli dengan apa yang dilakukan Livy, bahkan meski Livy membunuh orang mereka tidak akan peduli. Mereka hanya mementingkan uang dan reputasi.
Livy awalnya takut saat ia membunuh temannya secara tidak langsung, Livy menjadi penyebab ia bunuh diri. Hal itu karena Livy merundungnya, meski Livy tidak membully secara fisik namun secara mental.
'Saat itu perasaan ku benar-benar mati' batin Livy sambil mengingat ketidak pedulian orang tuanya saat ia menceritakan jika dia secara tidak langsung telah membunuh temannya.
Namun bukannya marah atau menenangkan nya Livy hanya mendapatkan sikap acuh tak acuh.
...
__ADS_1
"Livy bukankah kamu juga akan senang, kita memiliki kesamaan karena itu tidak akan ada efek samping yang berbahaya saat penyatuan jiwa kita" jelas livyana sambil menggenggam tangan Livy.
"Aku tidak masalah, kita adalah satu. Mulai sekarang kau adalah aku dan aku adalah kau. Kita saling memahami dan saling mengerti. Keinginan mu adalah keinginan ku dan keinginan ku adalah keinginan mu" Jelas Livy dengan wajah datar, Livy tidak ingin menunjukkan wajah palsu pada dirinya sendiri.
"Mulai sekarang kita satu jiwa, satu hati, satu pemikiran, satu keinginan, dan satu raga. Kita berdua bukanlah orang yang berbeda, kita bukan lah saudara maupun orang lain. Kita adalah aku dan aku adalah kita" ucap Livy dan livyana secara bersamaan, saat ini mereka sedang melakukan ritual penyatuan jiwa.
Untuk menyatukan jiwa, mereka berdua harus menanamkan pikiran jika mereka adalah satu dan menerima setiap kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Umumnya penyatuan jiwa tidak akan pernah bisa berhasil, itu karena setiap jiwa memiliki perbedaan. Namun sebenarnya sama, mereka hanya tidak bisa menyamakan dirinya dengan orang lain. Itulah kenapa setiap reinkarnator lain tidak bisa menjadi orang yang dirasuki nya.
Namun berbeda dengan Livy dan livyana, jiwa mereka memiliki kesamaan dan bahkan kepribadian mereka yang berbanding terbalik menjadi keuntungan.
Mereka saling melengkapi dan saling mendukung, masa lalu yang sama namun juga berbeda dan nama yang serupa membuat mereka tidak merasa seperti tidak ada.
...
"Kita adalah Livyana, Kita adalah Livy, mulai sekarang pendapat kita sama" ucap mereka bersama.
Sring
Cahaya menyelimuti Livy dan livyana cahaya itu mendorong jiwa mereka untuk saling menyatu dan membentuk dirinya yang baru. Untuk penampilan wajah seperti livyana namun postur tubuh seperti lebih Livy.
__ADS_1
Berbeda dengan Livyana yang kurus, tubuh Livy berisi dan melekuk indah membuat Livy tampak mempesona. Dengan wajah yang awalnya imut dan manis menjadi cantik dan anggun.
Bibir Livy lebih seksi dan menggoda, mata Livy lebih kecil dan mempesona, jari Livy lebih panjang dan lentik, Kulitnya juga menjadi lebih cerah, lembut,halus dan kenyal.
Dada Livy membesar namun tidak terlalu besar, lekuk pinggul Livy mempesona dan memikat, kaki Livy juga menjadi lebih jejang dan seksi.
Sungguh dia sudah seperti keindahan yang sempurna, hal itu karena jiwa Livy adalah versi wanita dewasa dan livyana adalh versi gadis kecil.
(Kalian bayangkan saja bagaimana jika kedua wanita cantik itu bergabung, yang satu seorang gadis kecil dan satunya wanita dewasa yang cantik den seksi)
"Selamat datang diriku yang baru" ucap Livy sambil menyeringai tipis.
Livy kemudian memejamkan matanya agar kembali tertidur, Livy sangat tau jika perubahan nya bukan hanya sebatas penggabungan mental namun juga menggabungkan fisik.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata, tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya.
See You
__ADS_1
Next eps...