
Di penjara bawah tanah Duke, Isgrid, Lisgred, Juan dan Ken sedang menatap Yuni dengan tatapan matanya yang tajam dan menusuk, aura mereka membuat Yuni kesulitan bernapas.
Aura mereka berlima sangat mencekam, aura itu bukan lah hal yang bisa ditangani oleh gadis lemah dan manja seperti Yuni, jadi dia hanya bisa berharap mereka berbelas kasih kepadanya.
'kenapa menjadi seperti ini, padahal aku hanya ingin memberinya pelajaran saja' batin Yuni seraya menahan air matanya agar tidak menetes, dia tidak pernah berniat mencelakai Livy sebab dia juga tau jika status nya lebih rendah dari Livy.
Ia hanya ingin menakut-nakutinya saja agar Livy membatalkan pertunangan nya dengan Juan dan kejadian tadi bukanlah keinginan nya.
"Melukai Tunangan ku secara langsung, apa kau ada kata terakhir" ucap Juan dengan nada dingin dan penuh penekanan, meski dia merasa sedikit bersalah untuk Yuni.
Juan tau dengan pasti Yuni saat ini sedang menjadi mainan baru Livy, dia bisa melihat dari mata Livy yang tidak pernah menganggap orang lain sebagai manusia.
Juan pernah melihatnya sendiri, yaitu saat Livy diracuni oleh bawahan helras yang menyamar sebagai tukang kebun, Juan bisa melihat senyum kejam dan mata merendahkan Livy saat memandang orang lain.
Meski dia tidak begitu untuk beberapa orang, seperti keluarga nya dan pelayan pribadi nya. Juan juga bisa tau jika Livy memandang nya sama seperti saat Livy bersama keluarga nya.
'Caranya yang unik dan membahayakan dirinya membuat ku cemas' batin Juan setelah mengingat kejadian itu, saat itu ia ingin mengunjungi Livy namun diurungkan nya saat melihat Livy sedang bermain dengan bawahan helras.
...
Yuni membisu dia tidak mampu menjawab pertanyaan dari Juan, karena rasa kecewa, rasa bersalah, juga rasa ketidakberdayaannya.
Dan ekspresi Yuni tidak lepas dari mata Livy, Livy saat ini sedang bersembunyi sambil menggunakan anting penangkal sihir yang Mampun menyembunyikan aura sihir milik nya.
"Ekspresi yang indah" desah Livy pelan sambil tersenyum indah, tidak bisa disangkal lagi jika Livy mulai menjadi psikopat dan Livy sadar akan hal itu.
Namun disisi lain dia tidak terlalu menyukai bau amis darah dan semacamnya, bisa dibilang Livy hanya suka melihat ekspresi tersiksa milik orang lain. Mungkin itu adalah pengaruh dari Livyana.
__ADS_1
"Tunggu sebentar lagi, aku ingin melihat hal itu lebih lama" ucap Livy sambil tersenyum puas, Livy sudah memutuskan untuk menyimpan Yuni dan tidak menyingkirkan dirinya lebih awal.
...
"..."
Keheningan terjadi cukup lama, namun Isgrid sudah tidak mampu menahan amarah nya lagi, dengan cepat Isgrid menarik pedangnya dan mengacungkan nya ke leher Yuni.
Sring
"Kyaaa"
Wajah Yuni menjadi pucap pasi, dia merasa jika hari ini adalah akhir hidupnya, seketika ia mengingatkan hal-hal yang dilakukan nya dimasa lalu dan mulai meminta maaf.
'hiks, ayah maaf seharusnya aku menjadi anak yang patuh dan membanggakan namun aku hanya bisa membuat mu malu' batin Yuni sambil menangis.
"Sayang sekali" gumam Livy seraya melepas anting nya dan berlari menghampiri Isgrid.
...
"Kakak" teriak Livy sambil berlari, semua orang pun menoleh dan menatap Livy.
Bruk
Livy kemudian memeluk Isgrid dari belakang, ia mencoba menenangkan amarah Isgrid dan ya itu berhasil.
Perlahan aura disana tidak lagi mencekam, hal itu membuat Yuni bisa bernafas lega, Isgrid juga telah menurun kan pedangnya.
__ADS_1
"Livy kenapa kau ada disini" tanya Ken dengan nada khawatir, namun hal itu membuat Juan merasakan asam di hatinya. Dia cemburu akan panggil akrab antara Ken dan Livy, juga akan tindakan Livy yang menghubungi Ken bukan dirinya.
Livy cukup peka hingga tau jika Juan sedang cemburu, namun Livy sedang tidak ingin menghibur nya, lagi pula dia bukanlah pengasuh Juan dan Juan bukan anak kecil lagi.
"Tentu saja untuk mencegah Kalian membunuhnya" ucap Livy seraya menunjuk kearah Yuni.
Yuni tersentak kaget sebab Livy masih memperdulikan dirinya, namun apa yang telah dia lakukan, dia telah menyiram Livy dengan teh panas sehingga tangan Livy terbakar.
"Dia pantas mendapatkan nya" ucap Juan acuh tak acuh, dia tidak ingin terlalu cepat mengabulkan permintaan Livy, itu karena dia masih marah padanya.
Tapi mungkin jika Livy memohon dengan nada manja dia pasti akan mengabulkan nya.
"Itu urusan ku, lagipula aku yang terluka" jawab Livy dengan acuh, Livy tidak ingin meladeni sifat kekanakan Juan, jadia dia tidak akan membiarkan hal yang dipikirkan oleh Juan terjadi.
"Livy dia harus menerima akibatnya karena telah melukai mu" ucap Lisgred dengan nada datar. Livy berbalik dan menatap Lisgred.
"Aku tidak ingin mendengar alasan kalian, lakukan! jika tidak jangan harap kita bisa bertemu besok" ancam Livy dingin kemudian pergi dari sana.
Semua nya hanya bisa menghela nafas lalu membebaskan Yuni, bagaimana pun dia tidak ingin ancaman Livy menjadi kenyataan.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan ceritaku ya.
See You
__ADS_1
Next eps...