Mengubah Takdir Malang Antagonis

Mengubah Takdir Malang Antagonis
Eps 106


__ADS_3

Livy menghela nafas merasa ditipu oleh dirinya sendiri. Dia sangat mengenal dirinya, dia sangat egois dan akan melakukan semua hal demi mencapai tujuannya, bahkan meski hal itu menyakiti dirinya.


Dia sadar jika hal itu merupakan penyakit, meski sepertinya sudah lebih baik saat dia tumbuh dewasa namun penyakit itu tidak pernah hilang.


"Meski kejam tapi aku tidak pernah menyakiti orang lain secara langsung sebelumnya" ucap Livy sambil bergumam, meski begitu dia tidak tahu apa dia sudah pernah melakukannya disini.


Tok.. tok.. tok


Livy menatap pintu dengan tajam "Siapa?" dia duduk dikursi seolah tidak terjadi apapun.


"Saya nona" jawab Dalin singkat, Livy tidak menjawab dan Dalin masuk kedalam. Livy menyipitkan matanya memandang Dalin dengan rumit.


"Ada apa?" tanya livy singkat, Dalin membungkuk dan menjawab dengan tenang "Tuan Duke memanggil anda" Livy hanya menganggukkan kepalanya merespon ucapan Dalin.


"Aku akan kesana, kamu tidak perlu ikut!" ucap Livy datar. "Baik nona" Dalin pamit undur diri. Setelah Dalin pergi Livy juga pergi menuju ruangan kerja ayahnya.


Sesampainya disana dia langsung masuk dengan anggun. Livy menatap ayahnya yang sedang tertimbun tumpukan dokumen dengan cemberut. (hanya peribahasa)


Dia merasa jika setiap melihat ayahnya selalu di temani tumpukan dokumen, dia khawatir jika seperti ini terus ayahnya akan sakit.


"Ayah" ucap Livy untuk mengalihkan perhatian Duke dari dokumen di tangan nya. Duke mengangkat kepalanya dan menatap livy dengan tatapan penuh kasih sayang meski wajahnya masih tetap datar.

__ADS_1


Livy sebenarnya ingin bersikap formal namun jika dipikirkan lagi dia sangat jarang bertemu ayahnya selain jam makan atau belajar politik dengan ayahnya.


Meski dia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Duke namun dia tidak ingin mengganggu pekerjaannya. Nyatanya dia sangat senang karena Duke menjadi ayahnya.


Karena meski sesibuk apapun Duke akan selalu memperhatikannya dan selalu meluangkan waktu makan bersama. Hal itu lah yang membuat dia menjadi lebih lunak kepada mereka.


...


"Ayah apa yang ingin Ayah bicarakan dengan ku" tanya livy sambil memiringkan kepalanya.


Duke meletakkan dokumen di meja dan menatap Livy dengan lembut. "Sebentar lagi pertunangan mu dengan Raja Crastine, tapi Ayah pikir lebih baik memundurkan jadwalnya karena kamu baru saja sembuh"


Livy terdiam saat mendengar perkataan ayahnya, bagaimanapun akan bahaya jika dia tidak mengikat pertunangan secara formal dengan Juan karena dia berencana memuaskan obsesi pemilik tubuh maka dia harus berinteraksi dengan Afgaren.


Meski Duke mungkin akan mengabulkan semua keinginan nya namun siapa yang tidak tahu jika dia dulu sangat tergila-gila dengan Afgaren. Jika dia dekat dengan Afgaren tanpa pertunangan formal dengan seseorang yang memiliki status yang setara maka pada akhirnya dia lah yang kesulitan.


'Lagipula aku tidak menyukai si Afgaren itu, aku hanya akan memanfaatkan dirinya untuk melepaskan obsesi pemilik tubuh dan mengambil alih tubuhnya secara penuh' Livy adalah orang yang sangat egois, dia tidak merasa bersalah karena merebut tubuh orang lain maupun merebut keluarga orang lain.


Dia hanya memiliki satu prinsip, jika memang hal itu sudah jatuh ke tangan nya makan itu adalah hak dirinya. Lagipula bukan dia dengan sengaja merebutnya, karena itu dia tidak merasa bersalah sama sekali.


Namun dia masih memiliki sedikit belas kasih, sebagai imbalan karena memberikan tubuhnya kepada dirinya dia akan mewujudkan keinginan pemilik tubuh dan akan memperlakukan orang yang berharga baginya dengan baik.

__ADS_1


...


Livy merenung kan perkataan ayahnya cukup lama dan Duke juga tidak ingin mengganggu nya untuk berfikir.


"Aku tidak masalah dengan pertunangan meski aku kehilangan ingatanku, juga pertunangan akan dilakukan dalam beberapa hari dan undangan sudah di sebarkan. Aku tidak ingin Ayah dan Juan dalam masalah" ucap Livy sambil tersenyum manis.


Duke menghela nafas lalu mengangguk, "Kalau begitu tetap pada rencana awal" Meski dia enggan namun rasa cinta nya pada putri nya lebih besar dari apapun. Apalagi dia tidak ingin membuat Livy sedih karena keinginan nya tidak dipenuhi.


Karena dia dalah pria yang kaku dan dingin dia tidak bisa mengerti apa yang dibutuhkan oleh putrinya, selama ini dia pikir jika dia memenuhi semua keinginan nya makan Livy akan bahagia namun karena kebodohannya itulah yang membuat putrinya celaka.


Karena itu Duke memutuskan untuk lebih sering menanyakan pendapat Livy untuk hal-hal yang menyangkut dirinya, dia juga ingin sedikit berkomunikasi dengan putri satu-satunya.


Putri tercinta yang sangat dia sayangi dan merupakan hadiah terbesar dari istrinya, meski dia memiliki dua putra namun hanya saat Livy lahir hatinya yang beku mencair, meski hal itu harus disertai kematian istrinya namun dia tidak pernah membenci putrinya.


Karena dia tahu itu bukan salahnya, dia lah yang serakah hingga membuat Livy hadir di dunia namun bahkan meski waktu di ulang dia tidak akan pernah menyesal. Dia yakin istrinya juga setuju dengan pendapatnya.


...


Thanks for Reading


Maaf jika ada typo atau kesalahan pemilihan kata. Tetap nantikan kelanjutan dari cerita ku ya!.

__ADS_1


See you


Next eps...


__ADS_2