
Satu bulan telah berlalu, Caca dan Vino bertetanggaan dengan Aftar dan Kinan.
Caca juga tidak pernah kesepian, karena setiap hari dia bermain di rumah Kinan, dia asik main dengan Kenzo yang semakin hari tumbuh dengan begitu menggemaskan.
Pagi yang indah, tiba-tiba Caca berglendottan manja di dada bidang suaminya. Pagi ini Vino terlihat bingung, karena tidak biasanya Caca begitu manja pada dirinya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Vino dengan lembut mengusap rambut Caca.
Caca tiba-tiba melepaskan pelukannya, membuat Vino agak terkejut. Lalu Caca berlari pergi masuk ke dalam kamar mandi.
"Hoek... Hoek.... Hoek....."
"Parfum apa yang Mas Vino pakai itu? Sungguh baunya buat aku mual," gumam Caca pelan.
Vino menyusul Caca ke dalam kamar mandi, dia terlihat bingung karena Caca muntah-muntah dan saat ini wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya lemas.
"Kamu kenapa? Apa kamu salah makan?" Tanya Vino dengan begitu kawatir.
"Mas, jauh-jauhlah dariku! Sungguh parfum kamu membuat aku mual," Caca mendorong Vino dengan kasar.
Vino keluar dari dalam kamar mandi, lalu Caca kembali muntah-muntah. Vino terlihat gusar rasanya begitu panik, kenapa dengan istrinya ini?
Setelah beberapa lama akhirnya Caca keluar dari dalam kamar mandi, wajah Caca terlihat pucat dan tubuhnya juga tidak sefit biasanya.
"Apa, kamu sakit sayang?" Vino menyentuh jidat Caca dengan tangannya.
"Tidak mas, aku hanya perlu istirahat saja. Mas pergilah ke kantor nanti terlambat!" Jawab Caca yang tidak mau membuat Vino terlalu kawatir.
Vino menganggukan kepalanya, lalu dia berpamitan pada Caca. Seperti pagi biasanya tidak lupa Vino memberikan ciuman hangat di kening istrinya.
Setelah suaminya berangkat kerja, Caca berbaring di sofa karena hari ini dia merasa begitu lemas.
"Bos, berangkat bareng yuk!" Ajak Vino, yang melihat Aftar juga baru saja keluar dari dalam rumahnya.
"Boleh," sahut Aftar dengan penuh semangat. Kalau berangkat bareng Vino jadi hari ini dia tidak perlu menyetir.
Kinan keluar sambil menggendong Kenzo, Dia tersenyum pada Vino.
"Sekretaris Vino, Kak Caca dirumah?" Tanya Kinan dengan nada lembut.
"Di rumah Nona, cuma dia sedang kurang sehat. Sepertinya dia kelelahan," jawab Vino dan di anggukin oleh Kinan.
Aftar tertawa kecil, membuat Vino menatap Aftar dengan tatapan penuh tanda tanya?
__ADS_1
"Apa Bos Aftar sudah mulai gila? Bahkan dia senyam-senyum sendiri," batin Vino dalam hatinya.
"Vin, makanya kamu jangan terlalu bekerja setiap malam. Lihat Caca jadi kelelahan kan," ledek Aftar dengan jail. Sungguh Vino sangat kesal sekali pada bosnya ini.
"Bos ini bicara apa? Saya selalu melakukannya dengan penuh kelembutan, biar tidak menyakitinya," jawab Vino kali ini dia tidak kalah jail.
Kinan hanya bisa menghela nafas panjang, dasar suaminya ada saja yang di ributkan dengan Vino.
"Aturan ada Arga juga, pasti akan semakin seru." Kinan tertawa dalam hatinya.
Jika Aftar mendengar batin Kinan, pasti Aftar akan mengamuk dan tentunya dia tidak mau berangkat kerja.
"Kalian mau kerja apa mau berdebat?" Kinan menatap kedua dengan tatapan sengit.
Aftar dan Vino sama-sama tersenyum pada Kinan, lalu mereka buru-buru naik ke dalam mobil ke dalam mobil Vino. Setelah mobil Vino berlalu dan sudah tidak terlihat, Kinan pergi ke rumah Caca karena kawatir dengan Caca.
"Kak Caca, sakit apa?" Belum sempat melangkahkan kakinya, tiba-tiba suara Sanjaya memanggilnya. "Kinan, kamu mau kemana nak?" Tanya Sanjaya, suaranya terdengar begitu jelas.
Kinan menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh ke sumber suara tersebut.
"Kakek, Kinan mau ke rumah Kak Caca." Jawab Kinan sambil tersenyum dengan manis.
Sanjaya menganggukan kepalanya pertanda mengerti. "Kamu pergilah, kakek mau duduk di depan sambil membaca koran." Sanjaya tersenyum pada Kinan, dan Kinan mengangguk kecil.
Sanjaya membaca korannya sedangkan Kinan pergi ke rumah Caca.
"Kak Caca," panggil Kinan sambil terus mencari sosok Caca.
Sesampainya di ruang tengah, Caca terlihat sedang berbaring di atas sofa.
"Kak Caca, kamu sakit?" Kinan berjalan menuju ke sofa, lalu mengecek jidat Caca.
"Tidak Kin, aku hanya merasa lemas hari ini mungkin aku kelelahan," ujar Caca sambil tersenyum tipis.
Caca membenarkan posisinya menjadi duduk, dia terlihat bahagia melihat Kenzo yang ada di gendongan Kinan.
"Ken, sini sama tante!" Caca hendak mengajak Kenzo, tapi tiba-tiba dirinya merasakan mual lagi. "Hoek..Hoek..hoekk...."
Caca mengurungkan niatnya mengajak Kenzo, lalu buru-buru dia pergi ke dalam kamar mandi.
"Hoek...Hoek... Hoek....."
Caca terus muntah-muntah, kini dia sedang bersandar di tembok kamar mandi. Rasanya begitu lemas.
__ADS_1
"Aku ini kenapa? Tidak biasanya aku seperti ini," gumam Caca dengan pelan.
Kinan terlihat kawatir dia mondar-mandir sambil menggendong Kenzo, Kinan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Dasar sekretaris Vino, kak Caca sakit malah di tinggal kerja," Kinan menggerutu dalam hatinya.
"Kak, kamu tidak apa-apa?" Tanya Kinan, dia ingin memapah Caca tapi dia agak kesusahan karena ada Kenzo di gendongannya.
"Tidak apa-apa Kin, aku bisa jalan sendiri." Caca tidak mau Kinan kawatir, kini mereka duduk di sofa tengah.
"Aku buatkan teh hangat ya kak, kamu pegang Kenzo sebentar." Kata Kinan, tapi Caca menggeleng pelan pertanda tidak mau.
"Aku lagi tidak pingin apa-apa Kin, kamu duduk saja temanin aku!" Pinta Caca dan Kinan menganggukan pelan.
Caca berbaring di sofa, sedangkan Kinan duduk sambil memangku Kenzo. Untung Kenzo sangat anteng dan tidak menangis sama sekali.
Kinan mengambil ponselnya yang dia taruh di saku celananya, lalu dia mengirim pesan pada suaminya.
"Mas, Sekertaris Vino suruh pulang saja! Kak Caca sakit dia terlihat begitu pucat sekali."
Mendengar ponselnya berbunyi, Aftar mengambilnya dari saku celananya lalu membaca pesan dari Kinan.
"Iya sayang, sampai kantor nanti Vino mas suruh pulang. Kamu jaga Caca dulu ya!"
Kinan kembali melihat ponselnya, melihat pesan balesan dari suaminya Kinan terlihat lebih tenang.
"Kak Caca kenapa? Apa Kak Caca hamil?" Batin Kinan dalam hatinya.
Kinan tidak berani mengatakannya karena takut salah jadi Kinan hanya diam nungguin Caca yang akhirnya terlelap tidur.
Setelah sampai di kantor, belum sempat Vino turun dari dalam mobilnya Aftar sudah langsung menyuruhnya pulang.
"Vin, kamu pulang saja! Kasian istrimu sedang sakit, bawa dia ke Dokter!" Kata Aftar dengan tegas.
"Tapi bos.... ada....."
"Sudah, nanti aku yang urus semua pekerjaan dan kamu cukup urus istrimu dulu!" Aftar meyakinkan Vino dengan tegas.
"Baiklah bos, saya pulang dulu!" Pamit Vino dan langsung berlalu pergi untuk pulang.
Aftar juga langsung masuk ke dalam kantor, karena ada meeting hari ini.
Sesampainya di rumah Vino, langsung buru-buru membawa Caca ke rumah sakit.
__ADS_1
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🤗