
"Kamu.....!"
"Iya ini aku kek, kakek masih ingat denganku kan?" Tanyanya lagi dengan nada lembut.
Kira-kira Sanjaya bertemu dengan siapa?
Sanjaya menganggukan kepalanya dengan malas, dia tahu betul wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah wanita yang sudah membuat Aftar sakit hati karena dia meninggalkannya begitu Sanjaya.
"Iya, saya masih mengingatmu Karin." Jawab Sanjaya dengan malas.
"Kakek, kakek apa kabar?" Tanya Karin dengan nada lembut, dia hendak memeluk Sanjaya tapi Sanjaya langsung menghindar.
Karin paham Sanjaya itu memang tidak menyukainya dari dulu. Apalagi waktu itu dirinya meninggalkan Aftar begitu saja, itu membuat rasa tidak suka Sanjaya semakin menjadi.
"Saya baik," jawab Sanjaya singkat.
"Kakek, kok tidak bersama Aftar?" Tanya Karin ragu-ragu.
"Mau apalagi kamu menanyakan Aftar? Dia sedang bersama istrinya. Jangan menganggu dirinya lagi!" Jawab Sanjaya dengan tegas.
Karin sadar Aftar sudah bahagia dengan Kinan, Karin juga tahu Aftar sudah tidak mau kembali lagi pada dirinya.
"Tidak kek, aku tahu Aftar sudah bahagia dengan istrinya. Aku juga tidak akan lagi menganggunya, jadi kakek tidak usah kawatir lagi." Tutur Karin, kali ini terlihat senyum yang begitu tulus di sudut bibirnya.
"Aku tahu kamu sudah bahagia Aftar, mudah-mudahan selamanya kamu bahagia dengan istrimu dan aku juga akan mencari kebahagiaanku sendiri," batin Karin dalam hatinya.
"Baguslah, kamu cantik, kamu masih muda carilah laki-laki lain yang bisa mencintaimu dan menerimamu apa adanya," nasehat Sanjaya pada Karin.
"Iya kek, doakan mudah-mudahan Karin cepat bertemu dengan jodoh Karin!" Pinta Karin sambil tersenyum simpul.
Sanjaya menganggukan kepalanya. "Kalau begitu saya duluan ya," pamit Sanjaya sambil tersenyum.
"Iya kek," Karin mengulurkan tangannya lalu meraih tangan Sanjaya, dengan sopan Karin menyalami tangan Sanjaya lalu menciumnya.
Setelah Sanjaya berlalu pergi, Karin menghela nafasnya dengan panjang.
"Kakek Sanjaya, aku janji aku tidak akan menganggu Aftar lagi. Mulai sekarang aku harus bisa melupakan Aftar," batin Karin dalam hatinya.
Sanjaya masuk ke dalam mobil dan dia langsung menuju pulang ke rumahnya.
*****
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Vino bersiap-siap untuk pergi makan siang berdua dengan Anya di restoran xx.
Vino melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan kerjanya, tiba-tiba Caca berjalan ke arah Vino berdiri. "Pak Vino..." sapanya sudut bibirnya menunjukkan senyum yang begitu manis.
__ADS_1
Vino tersenyum pada Caca tapi senyumnya kali ini sulit di artikan.
"Aku mau makan siang dengan Anya, jika aku izin pada Caca pasti dia akan manyun tapi jika tidak izin pasti dia akan salah paham," batin Vino dalam hatinya.
Aftar yang baru keluar dari dalam ruangannya tersenyum melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"Ingat jangan berduaan terus! Nanti yang ketiganya setan," sindir Aftar yang melewati Vino dan Caca sedang berdiri.
Sungguh Aftar ini selalu jail pada kedua sejoli yang sedang sama-sama kasmaran ini.
"Dasar Pak Aftar." Vino geleng-geleng kepala, matanya menatap Caca dengan lekat. "Ada apa? Tumben nyamperin," Vino senyam-senyum pada Caca.
"Kamu mau kemana?" Tanya Caca dengan tatapan penuh selidik.
"Makan siang bersama Anya, dia adalah temanku. Ayo ikut denganku! Aku mau ngenalin kamu sama dia," ajak Vino. Tanpa menunggu persetujuan dari Caca, Vino menarik tangan Caca untuk membawanya ke mobil.
Caca hanya diam, di tarik oleh Vino juga dia tidak memberontak sama sekali.
*****
Di jam makan siang ini, Aftar menuju ke mall untuk mencari kado untuk istri tercintanya yang akan melakukan acara 7 bulanan kehamilannya.
Sesampainya di sebuah mall Aftar merasa bingung, kado apa yang cocok untuk Kinan?
Aftar terus melangkahkan kakinya mengelilingi mall, hingga Aftar menghentikan langkah kakinya di sebuah toko baju wanita hamil.
Sekilas Aftar tersenyum. "Perut Kinan yang semakin besar, pasti dia akan banyak butuh baju wanita hamil. Sudahlah aku beli ini saja," Aftar meyakinkan dirinya sendiri.
Aftar masuk ke dalam toko, dia memilih memilih yang menurut cocok di pakai oleh istrinya saat sedang hamil.
"Ini bagus, ini juga cantik, warna ini sangat lucu, ini gambar kucingnya, semuanya bagus. Sudahlah aku beli semuanya saja," Aftar mengambil semua baju pilihannya lalu memasukkan ke dalam tas belanjaan.
Tidak tanggung-tanggung Aftar ternyata sudah mengambil banyak baju wanita hamil. Tapi setiap kali melihatnya yang terlihat cantik Aftar lagi-lagi memasukkan baju itu ke dalam tas belanjaannya.
Hingga tak terasa mungkin Aftar sudah memilih baju wanita hamil hampir 20 setel. Sungguh Aftar ini main comot aja yang penting terlihat cantik untuk istrinya.
"Pasti Kinan akan senang, lagian kan akhir-akhir ini Kinan sudah lama tidak membeli baju hamil," Aftar tersenyum lalu membawa semua belanjaannya ke kasir.
Setelah selesai Aftar membayar semua belanjaannya dan kini di tangan Aftar sudah ada 5 paper-bag dan isinya semuanya baju wanita hamil.
"Apa aku juga harus beli c*l*n* d*l*m Kinan? Apa juga harus membeli br*? Ah tapi aku juga tidak tahu ukurannya, sudahlah ini saja dulu!" Aftar berlalu keluar dari dalam toko.
Aftar menaruh semua belanjaannya ke dalam mobil, lalu dia masuk ke dalam mobil dan dia langsung menyalakan mesin mobilnya, kali ini dia tidak kembali ke kantor karena sudah tidak sabar bertemu dengan istrinya.
Aftar terus melajukan mobilnya sambil bernyanyi, hari ini dia sangat bahagia apalagi kandungan istrinya sudah 7 bulan dan tinggal beberapa bulan lagi Kinan akan melahirkan.
__ADS_1
"Aku harus siapkan nama untuk jagoan kecilku." Batin Aftar dalam hatinya.
****
Vino turun dari mobilnya lebih dulu, lalu dia membukakan pintu mobilnya untuk Caca.
"Vin...." Belum selesai melanjutkan ucapannya jari Vino sudah menempel di bibir mungil Caca. "Panggil sayang, ingat aku ini kekasih kamu!" Kata Vino dengan tatapan penuh makna.
"Baiklah sayang, apa Anya lebih cantik dariku?" Tanya Caca penasaran.
Vino hanya tersenyum pada Caca, dia tidak menjawab pertanyaan Caca dan membiarkan Caca sibuk dengan pikirannya.
"Jika aku bilang kamu lebih cantik dari Anya, tapi Caca akan besar kepala." Gumam Vino dalam hatinya.
"Sayang, katakanlah!" Rengkek Caca rasa penasarannya semakin jadi.
"Nanti kamu akan tahu," jawab Vino dan Caca hanya mengangguk pelan.
Sesampainya di dalam restoran, Vino mencari-cari sosok Anya dan ternyata Anya sudah berdandan sangat cantik, bahkan hari ini dia terlihat sexy karena hari ini Anya sengaja memakai dress yang membentuk tubuhnya dan di bagian dada agak menonjol bahkan b*k*ngnya juga terlihat sangat semok Anya memang sexy, jika Caca cantik dan kalem lalu dia juga tidak sesexy Anya.
"Anya...." panggil Vino sambil melambaikan tangannya ke arah Anya.
Anya berdiri dia tersenyum begitu manis, mata Caca membulat sempurna melihat keindahan tubuh Anya.
"Sexy sekali, pasti Vino akan tertarik pada dirinya." Batin Caca dalam hatinya.
Vino mengandeng tangan Caca dengan mesra ke tempat Anya sedang menunggu. Sesampainya di meja Anya, mata Anya terus tertuju pada Caca.
"Siapa gadis yang bersama Vino?" Tanya Anya dalam hatinya.
Vino menarik satu kursi untuk Caca, setelah Caca duduk. Vino menarik satu kursi lagi untuk dirinya.
Tatapan mata Anya masih terus tertuju pada Caca, rasa penasaran juga menyelemuti hati dan pikirannya.
"Vin, siapa gadis ini?" Tanya Anya ragu-ragu.
Vino tersenyum pada Anya, membuat Anya menatapnya bingung.
"Dia adalah ......"
"Dia siapa Vin?" Anya kembali bertanya.
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1