
Kenzo melepaskan tangan Melly, tatapan Kenzo seolah-olah tidak cemburu tapi Kenzo tidak punya keberanian untuk mengatakannya pada Melly.
Melly duduk di sofa, dia menatap Kenzo dengan tatapan agak kesal.
"Kakak Ken, itu kenapa?" Batin Melly dalam hatinya.
Kenzo menatap laptopnya dengan begitu serius, bahkan dia tidak berani menatap Melly yang sedang duduk.
"Kenapa, perasaanku tiba-tiba canggung seperti ini?" Batin Kenzo dalam hatinya.
Melly melihat ke arah Kenzo yang sedang fokus dengan laptopnya. "Kak Ken," panggil Melly dengan suara lembut.
"Panggil aku dengan sebutan bos, ini di kantor bukan di rumah!" Sahut Kenzo, yang lagi-lagi dengan suara menekan.
Melly merasa Kenzo salah minum obat atau mungkin Kezo sudah tidak waras gara-gara terlalu lama menjadi jomblo, mungkin sudah hampir kadaluarsa atau sudah karatan.
"Baiklah." Melly mengalah, "Bos, bukannya nanti malam tidak ada meeting? Lagian malam-malam mau meeting dengan siapa?" Kata Melly, membuat Kenzo menghentikan aktivitasnya.
Kenzo beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan menghampiri Melly yang sedang duduk di sofa. Kini Kenzo sudah di sebelah Melly sambil menatap Melly dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Melly.
"Jika tidak ada klien, kamu boleh meeting denganku. Bukankah, meeting berdua akan lebih nyaman," goda Kenzo membuat Melly ingin sekali menendang burung Kenzo.
"Dan ada baiknya, aku pergi berbelanja dengan Alex, makan malam berdua dengan Alex, aku rasa itu pilihan yang tepat." Melly tidak mau kalah, membuat Kenzo menatap Melly dengan tatapan seperti singa yang ingin memangsa mangsanya.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan Alex, enak saja." Batin Kenzo dalam hatinya.
Kenzo mendekatkan duduknya ke Melly tapi Melly menggeser duduknya agar jauh dari Kenzo, Kenzo terus mendekat membuat Melly akhirnya harus pasrah karena sudah mentok dangdut tidak bisa bergeser lagi.
"Kak, kamu itu kenapa sih?" Tanya Melly agak kesal.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, nanti malam kita usah meeting tapi kamu harus terjamin aku belanja dan jangan pergi dengan Alex!" Jawab Kenzo dengan begitu tegas.
Melly sungguh tidak mengerti, Kenzo ini sedang kenapa? Padahal biasanya tidak seperti ini, lagi-lagi Melly hanya bisa pasrah dan mengangguk pelan.
"Kak, aku temani kamu belanja. Tapi kamu, harus belanjain aku juga!" Melly tersenyum penuh kemenangan.
Kalandra yang ternyata sudah berdiri di ambang pintu, iya dia masuk begitu saja karena Kenzo tidak mengunci pintu ruangan kerjanya.
"Kak, aku juga mau di belanjain." Timpal Kalandra, kini dia sudah duduk di sebelah Kenzo.
Kenzo melihat Kalandra dengan tatapan penuh kesal, bisa-bisanya adiknya ini seperti jalangkung datang tak di undang, pulang juga tidak di antar.
"Ketuk pintu dulu!" Omel Kenzo, tapi Kalandra malah nyenggir dan tentunya senyumannya begitu lembut pada Melly.
Kenzo mendengus kesal, tatapannya tidak suka melihat Kalandra yang melihat Melly dengan tatapan seperti itu.
"Kalan, kamu bawakan aku makanan kan?" Tanya Melly dengan manja, membuat Kenzo mengepalkan kedua tangannya karena harus menahan rasa kesalnya.
"Untuk apa cecungguk ini datang di saat yang tidak tepat," Kenzo menggerutu dalam hatinya.
"Bawa dong kak, kan melawan Kak Kenzo juga butuh tenaga yang kuat." Jawab Kalandra dengan senyum meledek pada Kenzo.
"Terserah kalian, kalian yang paling benar!" Kenzo pergi begitu saja meninggalkan Melly dan Kalandra.
Kini Kenzo kembali sibuk dengan laptopnya, sedangkan Kalandra dan Melly sedang menikmati makanan yang Kalandra bawa.
"Ini enak sekali," kata Melly sambil menikmati makanan yang di bawa oleh Kalandra.
"Makanlah kak yang banyak, biar kamu gendut!" Kata Kalandra, membuat Melly tersenyum kecil.
__ADS_1
"Jangan buat dia gendut," sahut Kenzo dengan tatapan tidak suka.
Kalandra tertawa kecil, Melly juga ikut tertawa kecil.
"Padahal tidak ada kabel ya kak, tapi Kak Kenzo tiba-tiba menyambung," ledek Kalandra dengan jail.
"Sudah biarkan saja! Kakakmu, memang sedang tidak waras dari tadi pagi." Jawab Melly, yang ternyata di dengar oleh Kenzo.
Kenzo hanya diam, tapi rasanya ingin sekali menyeret Kalandra keluar dari dalam ruangan kerjanya, hanya saja Kenzo takut Kalandra itu akan mengadu pada mama kesayangannya itu. Pasti Kinan akan mengomelinya, dasar mamanya ini memang lebih pro ke Kalandra.
"Dasar cecungguk, terus saja awas saja nanti sampai rumah." Batin Kenzo dalam hatinya.
Setelah beberapa lama, akhirnya Kalandra kembali ke cafe dan kini di ruangan itu hanya ada Melly dan Kenzo saja. Mereka juga sama-sama sibuk dengan pekerjaan mereka.
*****
Jam menunjukkan pukul setengah 7 malam, kini mereka sudah keluar dari dalam kantor dan Kenzo malam ini mau mengajak Melly pergi menemani dirinya berbelanja.
Sesampainya di tempat parkir, Kenzo mendengus kesal melihat seseorang sudah menunggu di dekat mobilnya.
"Mau apa dia datang?" Gumam Kenzo dengan suara pelan, tapi senyum Melly sudah terlihat mengembangkan di sudut bibirnya.
"Hay....." sapanya dengan begitu manis.
Entah siapa yang sudah menunggu mereka?
BERSAMBUNG 😁
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1