
Pagi yang begitu cerah, seperti pagi biasanya Melly sudah rapi dengan pakaian kerjanya, Caca dan Vino juga sudah menunggu Melly untuk sarapan bersama.
"Papa tahu, semalam Kenzo dan Kalandra ke rumah, biasalah mereka memperebutkan Melly. Tapi Melly kekeh tidak mau memilih salah satu di antara mereka," kata Caca agak meranjuk.
Caca sangat berharap bisa besanan dengan Kinan, tapi itu semua tergantung Melly mau tidak memilih salah satu di antara anaknya Kinan.
"Ma, Melly sudah besar. Biarkan dia mengurus percintaan dia sendiri, kita cukup pantau saja dan jangan menyuruh Melly memilih, kita saja tidak tahu apakah Melly menyukai salah satu di antara Kenzo dan Kalandra?" Saran Vino, dia tidak mau kalau anaknya tertekan juga.
Melly keluar dari dalam kamarnya, dia langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Pagi, ma, pa," sapa Melly dengan begitu hangat.
"Pagi anak mama."
"Pagi juga anak mama."
Vino dan Caca sama-sama tersenyum pada Melly yang sudah duduk di kursi meja makan.
Setelah selesai sarapan, Melly berpamitan untuk berangkat kerja dan di depan rumah Melly sudah ada Kalandra dan Kenzo yang sama-sama sedang menunggu Melly.
"Kak Melly, ayo berangkat bareng Kalan!" Ajak Kalandra, senyumnya terlihat begitu manis.
Kenzo melirik Kalandra dengan tatapan tidak suka. "Dasar, masa iya adik sendiri mau nikung kakaknya. Ternyata tikungan ada dimana-mana," batin Kenzo dalam hatinya.
__ADS_1
Kemarin Alex, sekarang adiknya sendiri, entah nanti Kenzo harus melawan pesaing yang mana lagi?
"Mell, ada meeting pagi ini. Jika kamu berangkat bareng dengan Jalan maka akan terlambat." Timpal Kenzo, dia gengsi mengajak Melly berangkat berdua.
"Itu tidak ada akan terjadi kak," kata Kalandra dengan begitu yakin.
Kenzo berjalan mendekati Kalandra, lalu memeluk Kalandra sambil berbicara di telinga Kalandra. "Kamu kejar calon jodohmu saja! Melly ini milik kakak!" Bisik Kenzo dengan penuh penegasan.
Melly hanya diam, lalu dia langsung masuk ke dalam mobil milik Kenzo. Setelah Melly masuk Kenzo juga langsung masuk, dan dia melajukan mobilnya menuju ke kantor.
Kalandra hanya senyam-senyum, dia berharap kalau sang kakak akan secepatnya menyatakan perasaannya pada Melly.
"Dasar cemen, dari dulu menyukai Kak Melly tapi kakak tidak berani mengatakannya," batin Kalandra dalam hatinya.
Kalandra langsung menuju ke cafenya, sesampainya di cafe Kalandra melihat seorang gadis yang sudah duduk sambil menikmati kopinya.
"Hay...." sapa Kalandra, tanpa permisi Kalandra menarik kursi di hadapan Kimmy lalu dia duduk.
Kimmy meliriknya dengan lirikan kesal, tapi Kalandra malah tersenyum kecil.
"Pagi-pagi calon jodohku sudah menunggu," batin Kalandra dalam hatinya.
"Haruskah kamu duduk disini?" Bukannya menjawab sapaan Kalan, Kimmy malah terlihat kesal melihat Kalandra duduk di hadapannya tanpa permisi.
__ADS_1
"Bukannya, kamu datang ke cafe aku. Kamu mau bertemu denganku?" Kata Kalandra dengan begitu tengil, sungguh Kalandra kali ini begitu kepedean.
Kimmy menggelengkan kepalanya, dalam hatinya kok ada laki-laki sepede ini? Tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak membuat janji tapi laki-laki ini menganggap aku ingin menemuinya.
"Untuk apa aku bertemu denganmu?" Kimmy menatap Kalandra dengan tatapan kesal.
Kalandra cengar-cengir, dia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kimmy. Kalandra yakin, Kimmy hanya gengsi dan tidak mau mengakui kalau Kimmy tidak mau bertemu dengan Kalandra.
"Sudahlah jangan gengsi!" Ledek Kalandra yang lagi-lagi begitu pedenya.
"Apa sih? Maaf, saya sedang menunggu seseorang!" Kimmy menatap Kalandra dengan tatapan tegas.
"Bilang saja kamu gengsi, aku temanin kamu minum kopi ya!" Lagi-lagi Kalandra dengan pedenya mengatakannya pada Kimmy.
Kimmy mendengus kesal, kenapa pagi-pagi sudah bertemu dengan laki-laki yang tidak jelas seperti Kalandra ini?
Kimmy tidak memilih tidak menghiraukan perkataan Kalandra, matanya menatap lembut seorang lelaki yang sedang berjalan menuju ke mejanya.
Kalandra mengikuti tatapan mata Kimmy, kini matanya membulat sempurna melihat laki-laki tampan yang sedang berjalan ke meja Kimmy.
"Dia siapa?" Cetus Kalandra, tapi Kimmy malah tersenyum begitu manis.
Tatapan mata Kalandra tidak lepas dari laki-laki itu, sungguh dia sangat penasaran siapa laki-laki yang dia lihat?
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊