
"Kimmy......" Dimas ternganga melihat Kimmy dan banyak orang yang datang ke rumahnya.
"Ada apa?" tanya Dimas.
Kimmy langsung mendorong tubuh Dimas dengan kasar, bahkan Kimmy memberikan satu t*mp*r*n begitu keras di pipi Dimas "Plaakkk!!"
Dimas tidak bergeming, dia hanya memegangi pipinya yang baru saja di tamp*r oleh Kimmy.
"Ini ada apa? Kenapa kamu menamparku?" tanya Dimas, dia merasa tidak bersalah sama sekali bahkan saat ini Dimas terlihat begitu marah.
"Jangan pura-pura bodoh kamu, kamu hampir saja membunuh banyak orang dan kamu masih hidup dengan tenang, aku tidak akan membiarkan ini terjadi!" Tandas Kimmy, dengan raut wajah yang sudah memerah berapi-api.
Dimas menatap Kimmy dengan tatapan penuh marah, bahkan Dimas hampir saja menampar pipi mulus Kimmy, tapi belum sempat tangan kekarnya mendarat di pipi Kimmy. Kalandra langsung menahan tangan Dimas dengan kuat.
"Jangan berani menyentuh istriku!" Tegas Kalandra, sambil memelintir tangan Dimas dengan kuat.
"Sekali saja kamu menyentuh istriku, aku tidak akan diam saja!"
"Dan ingat kamu siap-siap saja untuk mendekam di penjara!"
Kalandra semakin memperkuat plintiran tangannya, membuat Dimas mengerang kesakitan. "Lepaskan aku br*ngs*k!" pinta Dimas tapi Kalandra malah tersenyum senang.
"Kenapa, kamu melakukannya?" tanya Kalandra dengan tatapan begitu garang.
"Melakukan apa?" Dimas balik bertanya, bahkan dia pura-pura lupa dengan kejahatan yang sudah dia lakukan.
"Jangan pura-pura tidak tahu, kamu hampir membunuh semua pelanggan cafe aku, kamu tahu mereka mengalami keracunan karena ulah kamu dan kamu harus mempertanggung jawabkan itu!" Kalandra semakin menatap tajam Dimas.
Dimas menatap Sandi dengan tatapan penuh amarah, tapi Sandi hanya diam menundukkan kepalanya karena tidak berani melihat Dimas.
"Dasar bodoh, aku sudah membayar kamu mahal tapi malah seperti ini, pasti Erika akan mengamuk nanti, ahh mana m*l*ku sudah sangat tegang lagi. Apa Erika masih mau memberikan kepuasan padaku?" batin Dimas dalam hatinya.
"Lepaskan dulu!"
Kalandra akhirnya melepaskan tangan Dimas dengan kasar. "Dasar br*ngs*k!!" lirih Dimas.
Erika yang dari tadi sudah menunggu Dimas, dia tampak gelisah, kenapa Dimas ini sangat lama sekali padahal hanya membukukan pintu rumahnya?
Erika beranjak dari tempat duduknya, lalu dia langsung berjalan menuju ke depan, betapa terkejutnya Erika melihat Kalandra ada di rumah Dimas. "Kalandra, apa dia sudah tahu semuanya?" batin Erika dalam hatinya.
Erika melihat Sandi yang tidak lain adalah orang suruhannya dirinya dan Dimas juga berada disitu. "Dasar pegawai cafe b*d*h." Batin Erika dalam hatinya.
__ADS_1
"Oh ternyata kalian yang datang, ada apa?" Erika nyeletuk begitu saja, bahkan dengan tidak tahu malunya Erika berglendottan manja di lengan tangan Dimas.
"Ehh ada sih j*l*ng, sedang apa kamu disini?" Kimmy bertanya pada Erika, sambil menatap jijik Erika yang tidak tahu etika itu.
"Aku adalah kekasihnya Dimas, bagaimana Kalandra, apa cafemu sudah hancur?" Erika menatap remeh Kalandra.
Kenzo melihat ke arah Erika, bahkan Kenzo tersenyum penuh kemenangan.
"Erika, kamu berharap cafe adikku hancur? Aku rasa itu tidak akan mungkin, yang harus hancur duluan itu kamu!" Tegas Kenzo, membuat Erika malah tertawa.
"Adiknya begitu tidak peka dengan perasaan wanita, lalu kakaknya terlalu sombong." Erika kembali menatap Kalandra dan Kenzo dengan begitu remeh.
Kalandra tidak perduli Erika menghina dirinya, Kenzo juga terlihat cuek-cuek saja.
"Kalian tunggu saja polisi akan segera datang menjemput kalian, nikmatilah kehancuran kalian di jeruji besi yang dingin nanti!" Kalandra menatap Erika dan Dimas sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Kalian punya bukti?" tanya Erika yang lagi meremehkan Kalandra dan yang lainnya.
Sandi tiba-tiba memajukan dirinya, lalu Sandi berdiri di samping Kalandra, Sandi mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya.
"Aku punya bukti lengkapnya."
"Aku punya rekaman suara kalian, racun yang kalian berikan juga masih ada tempatnya dan tentunya ini akan menjadi bukti di kantor polisi nanti."
"Jadi marilah nikmati jeruji besi yang dingin bersama-sama!"
Sandi menunjukkan rekaman suara pada semuanya, disana terdengar Sandi, Dimas dan Erika sedang berbincang, bahkan terdengar jelas kalau Erika itu ingin sekali menghancurkan cafe milik Kalandra.
Dalam hal ini Erika lah dalang utamanya, dia sengaja mendekati Dimas karena agar bisa melancarkan aksinya untuk menghancurkan Kalandra dan tentunya Dinas mau, karena dia juga dendam dengan Kalandra gara-gara merebut Kimmy dari dirinya.
Kini setelah beberapa lama akhirnya polisi datang dan langsung menangkap Dimas, Erika dan Sandi.
"Lepas aku...." kata Erika.
"Aku tidak bersalah!" sambung Dimas.
Sandi hanya pasrah waktu polisi memborgol tangannya, tapi air matanya juga tiba-tiba keluar begitu saja.
"Pak, sebentar saja bicara pada bos saya dulu." Pinta Sandi, polisi memberikan Sandi berbicara dengan Kalandra.
Sandi menangis, dia menjatuhkan dirinya di hadapan Kalandra.
__ADS_1
"Bos, saya mohon jaga anak-anak saya, jangan katakan pada istri saya kalau saya masuk ke dalam penjara, katakan pada mereka kalau bos memberikan pekerjaan saya di luar negeri, bos katakan pada mereka saya sedang mencari uang yang sangat banyak!" Tangis Sandi pecah, Kalandra langsung berjongkok dan langsung memeluk Sandi dengan erat.
Kalandra tahu Sandi adalah orang yang baik, dia mau melakukan semua ini demi salah satu anaknya yang sedang sakit dan sekarang anaknya berada di rumah sakit karena akan melakukan operasi malam ini.
"Sandi, aku akan menjaga anak-anakmu dan istrimu, kamu jangan kawatir ya, aku juga akan mencarikan pengacara hebat untuk mengurus kamu nanti," tutur Kalandra dan Kalandra melepaskan Sandi dari dalam pelukannya.
"Mari pak, kita harus membawa bapak ke kantor polisi!" kata salah satu polisi, akhirnya Sandi dibawa oleh polisi.
Dimas dan Erika masih meronta-ronta meminta untuk di lepaskan, tapi itu tidak bisa mereka lakukan.
Kini setelah para polisi membawa Dimas, Erika dan Sandi. Kalandra, Kenzo, Melly, Kimmy dan Revan langsung pergi ke rumah sakit untuk mengecek para korban kerancuan yang ada disana.
Revan yang menyetir mobilnya, Kalandra duduk di sebelah Revan sedangkan Kenzo, Melly dan Kimmy duduk di jok belakang.
"Aku tidak habis pikir ternyata Erika adalah dalang dari semua ini." Kata Kalandra, yang masih tidak percaya.
Kalandra selalu menganggap Erika itu gadis yang baik, bahkan sangat lucu dan manis tapi ternyata bobroknya parah.
"Mungkin karena mas menolaknya, jadi dia nekat mas." Sahut Kimmy, dia hari ini merasa sangat lelah akhirnya Kimmy memilih untuk memejamkan matanya.
"Sudahlah yang penting semuanya sudah terungkap, makanya Kalan ini adalah pelajaran buat kamu, jangan suka dekati gadis yang ini dan yang itu dan akhirnya menjadi masalah besar buat kamu." Nasehat Kenzo untuk sang adik.
Kalandra terdiam dia mengingat waktu dirinya belum menikah dulu, entah berapa banyak gadis-gadis yang Kalandra ajak jalan untuk menghabiskan uangnya? Kalandra saja mungkin sudah lupa.
"Iya kak, aku akan menjadikan hal sebagai pelajaran." Jawab Kalandra, terlihat lelah tapi Kalandra juga bersyukur punya kakak seperti Kenzo.
Tanpa Kenzo sadar ternyata Melly juga tidur, Kenzo tersenyum melihat istrinya dan adik iparnya tertidur nyenyak. "Kasian dua bumil ini pasti sangat kelelahan," batin Kenzo dalam hatinya.
"Re, aku akan mengangkat kamu menjadi orang kepercayaanku, gajian kamu juga akan aku naikkan!" Kata Kalandra tiba-tiba, membuat Revan tersenyum senang.
"Siap bos, terimakasih bos." Jawab Revan dengan begitu senang.
"Aku yang harus berterimakasih padamu, ini semua juga karena kepintaran kamu karena kamu juga sudah memasang cctv rahasia," kata Kalandra sambil menepuk bahu Revan dengan pelan.
Revan mengangguk, dia tahu Kalandra adalah bos yang sangat baik. Bekerja dengan Kalan juga itu menjadi sesuatu yang menyenangkan karena Kalandra juga sangat ramah pada siapapun dan di manapun.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
BERSAMBUNG 😁
Terimakasih para pembaca setia 🤗
__ADS_1
Ini karya-karya novel Author yang lainnya, baca juga yuk kakak-kakak 🙏🙏