
Akhirnya mereka bertiga langsung menuju ke rumah Kenzo.
Sesampainya di rumah Kenzo, seperti biasanya suara Melly yang begitu cempreng terdengar begitu nyaring. Sambil membunyikan bell rumah Kenzo, Melly terlihat tidak sabaran.
"Mama, Kak Kenzo mana? Lama sekali membuka pintu rumahnya," gerutu Melly sambil memanyunkan bibirnya.
"Sebentar ya nak!" Pinta Caca dan Vino secara bersamaan.
Kinan yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian, dia buru-buru karena mendengar suara nyaring Melly yang begitu nyaring memenuhi telinganya.
"Mami Kinan......!!"
"Papi Aftar....."
"Papa besar....."
"Kak Kenzo, ini Melly.....!!"
"Melly sayang, biar mama yang panggil Kak Kenzo ya." Kata Caca, dia juga sebenarnya budek dengan suara cempreng anaknya ini.
Kinan berlari dari dalam kamar, dia langsung menuju ke pintu depan.
"Ceklek..."
Kinan membuka pintu rumahnya, tatapan matanya begitu lembut pada Melly. Kinan tersenyum, lalu berjongkok di hadapan Melly.
"Mami, lama sekali membuka pintunya." Melly merajuk manja pada Kinan, Kinan hanya bisa tersenyum lalu memeluk Melly seperti anaknya sendiri.
"Melly sayang, maaf tadi mami sedang ganti baju. Ayo masuk dulu." Kinan mengandeng tangan Melly, Vino dan Caca mengikuti langkah kaki Kinan dan Melly di belakang mereka.
Kini mereka sudah duduk di sofa, mata Melly mencari-cari sosok Kenzo yang tidak terlihat.
"Mami, Kak Ken mana?" Tanya Melly pada Kinan.
"Tunggu ya sayang, mami panggil dulu. Kak Ken, masih di kamar." Kinan beranjak dari tempat duduknya, lalu dia menuju ke kamar putranya.
Sesampainya di kamar Kenzo, Kinan membuka pintunya dan dia melihat Kenzo sedang duduk sambil bercermin, iya Ken sedang menyisir rambutnya.
"Anak mama, memang sudah mandi?" Tanya Kinan, dia berjalan menghampiri Kenzo.
"Sudah mama, kan kita mau ke taman bermain jadi Ken mandi sendiri tadi," jawab Kenzo. Kini Kenzo langsung memeluk mamanya.
"Baiklah, tunggu papa siap-siap dulu ya. Oh iya ada Melly dia sudah menunggu kamu," kata Kinan dan Kenzo buru-buru mengajak sang mama keluar dari kamarnya.
Kini Ken sudah berada di ruang tengah, Melly yang sedang duduk langsung berlari ke tempat Kenzo berdiri.
"Kak Ken, ayo kita jalan-jalan ke taman bermain!"
"Iya Mell, aku juga mau ke sana. Tapi tunggu papa aku dulu ya!"
__ADS_1
Kini Kenzo dan Melly sudah duduk di sofa, mereka duduk bersebelahan. Caca dan Vino menatap keduanya sambil tersenyum.
"Aku lihat Mas Aftar dulu ya, kak." Kinan berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya.
Caca dan Vino sama-sama mengangguk, kini tatapan mereka kembali fokus pada Kenzo dan Melly.
"Mereka begitu lucu."
"Jika di tengah-tengah mereka ada Kimmy, pasti akan lebih lucu lagi."
"Iya sayang, tapi Arga dan Vira memilih untuk pindah keluar negeri."
"Kira-kira suatu saat mereka akan pulang tidak?"
"Entahlah, kamu tahu sendiri Vira memilih keluar negeri, karena mertuanya yang tidak tahu diri itu."
Caca dan Vino saling berbincang, dalam hati mereka juga sebenarnya merindukan Kimmy. Apalagi waktu Kimmy masih tinggal kota ini, anak-anak mereka sering main bareng dan Melly juga sangat sayang sama Kimmy, mereka sering bermain bersama dengan Kenzo juga.
Hanya saja Caca dan Vino tidak tahu apakah Kenzo dan Melly masih sama-sama ingat dengan Kimmy yang tidak lain adalah teman masa kecil mereka? Sedangkan dulu waktu mereka main bareng usia mereka masih dua tahunan lebih.
"Kak Ken, lihat tadi Melly jatuh dari sepeda!" Melly mengadu pada Kenzo, dan Kenzo melihat luka di dengkul Melly.
"Pasti kamu tidak hati-hati main sepedanya," omel Kenzo dengan begitu polosnya.
Melly menganggukkan kepalanya, setelah beberapa lama Kinan dan Aftar keluar dari kamar mereka.
"Vin, kamu yang bawa mobil ya. Aku capek sekali badan aku pegel semuanya," kata Aftar dia memberikan kunci mobilnya pada Vino.
Vino paham pasti bosnya ini, habis menyiram benihnya. Masih sore seperti ini saja sang bos sudah mengeluh badannya pegel semuanya.
"Ayo anak-anak kita berangkat!" Ajak Vino dengan penuh semangat.
Kini mereka semua langsung pergi menuju ke taman bermain, Vino melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Melly dan Kenzo juga terlihat sangat bahagia, mereka sudah tidak sabar sampai di taman bermain.
"Kin, Vira pernah menghubungimu?" Tanya Caca tiba-tiba.
"Tidak kak, setelah dia pindah keluar negeri beberapa tahun yang lalu. Dia tidak pernah menghubungiku kak," jawab Kinan. Dalam hatinya juga dia sangat merindukan Vira, terutama Kimmy.
"Apa mereka tidak ada niatan pulang ke kota ini?" Tanya Caca, dia juga sangat merindukan Kimmy.
"Entahlah, kita tunggu saja!" Jawab Kinan.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai di taman bermain dan mereka semua turun dari dalam mobil.
Melly dan Kenzo juga begitu senang, mereka sangat berantusias untuk menikmati berbagai wahana yang ada di taman bermain itu.
"Ayo kak kita main komedi putar!" Ajak Melly, dia sudah menarik tangan Kenzo.
__ADS_1
Caca, Kinan, Vino dan Aftar saling lempar tatapan.
"Aku dan Vino saja yang jagain anak-anak main, Kinan kamu jangan ke terlalu capek, ingat benih aku sedang tumbuh di dalam perut kamu," tutur Aftar dan Kinan mengangguk pelan.
Kinan dan Caca duduk di kursi taman, Aftar dan Vino pergi mencari makanan dan minuman dulu untuk istri-istri mereka, setelah selesai kini Aftar dan Vino asik menemani anak-anak mereka bermain bahkan kedua bapak-bapak ini ikut bermain komedi putar, untung saja komedi putar yang mereka naiki boleh di naikin oleh orang-orang dewasa juga.
Setelah selesai bermain komedi putar, mereka langsung berpindah ke wahana lain. Kini Aftar dan Vino sama-sama kecapean menuruti anak-anak mereka, namun mereka tidak mengeluh dan selalu sabar menuruti apa saja yang di inginkan oleh anak-anak mereka.
Kini mereka sedang bermain lempar kaleng, yang berhasil merubuhkan semua kaleng-kaleng itu bisa mendapatkan hadiah boneka dan robot-robotan. Dan kedua bapak-bapak ini sedang berjuang agar mendapatkan hadiah yang anak-anak mereka inginkan.
"Papa terus....ayo kalahkan Papi Aftar!" Seru Melly, suaranya terdengar cempreng seperti biasanya.
"Tidak, Papa Kenzo tidak boleh kalah. Pokoknya Papa harus kalahkan Om Ganteng!" Kenzo tidak mau kalah, kini Melly dan Kenzo saling menatap sengit.
Aish anak-anak ini begitu lucu papa-papa mereka yang sedang berjuang, tapi mereka malah saling beraduh mulut untuk memberikan dukungan pada papa-papa mereka.
Akhirnya Aftar memenangkan pertandingan lempar kaleng dan Aftar mendapatkan hadiah mainan robot-robotan, dia memberikan robot-robotan itu pada Kenzo. Tapi tiba-tiba Melly menangis karena dia tidak mendapatkan hadiah.
"Papa..." Melly menangis sambil memanggil nama papanya.
Aftar berjongkok di hadapan Kenzo, dia melihat Kenzo dengan tatapan lembut.
"Anak papa, lihat Melly menangis. Sebagai seorang laki-laki, apa Ken mau menukarkan hadiah ini menjadi boneka panda yang besar dan memberikannya pada Melly?" Tutur Aftar pada jagoan kesayangannya ini.
Kenzo juga tidak tega melihat Melly menangis, lalu Kenzo setuju dengan ide papanya.
"Kakak cantik, bolehkah Ken menukar hadiah ini dengan boneka panda yang besar?" Tanya Kenzo pada gadis cantik penjaga lempar game kaleng itu.
"Tentu anak manis, kamu boleh menukarnya." Jawabnya dengan nada lembut.
Akhirnya Kenzo menukar hadiah robot-robotan itu dengan boneka panda yang besar, lalu dia memberikan boneka itu pada Melly.
"Ini buat kamu, sekarang kamu tidak boleh menangis!" Kenzo dengan lucunya mengusap air mata yang ada di pipi Melly.
"Terimakasih Kak Ken, Kak Ken yang terbaik." Melly menerima boneka pada itu, matanya berbinar senang.
Aftar dan Vino saling menatap, lalu mereka sama-sama tersenyum.
"Anak-anak itu begitu lucu." Kata Vino, kini dia sudah menggandeng tangan Melly.
"Iya Vin, sungguh tingkah mereka sangat menggemaskan." Sambung Aftar, dia juga sudah mengandeng tangan Kenzo.
Kini mereka melanjutkan bermain bersama anak-anak mereka, sedangkan Kinan dan Caca hanya duduk sambil menikmati makanan yang di belikan oleh suami-suami mereka.
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😘
Maaf ya bukannya gak up, tapi MT error' dan Up dari semalam gak ke up status masih di review terus 🙏🙏
__ADS_1