Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Aftar & Kinan berbaikan


__ADS_3

Aftar kembali ke ruangannya, sekilas dia melihat senyum yang begitu manis di depan ruangan kerjanya.


"Mau apa dia kesini?" Aftar berbicara sambil menuju ke ruangannya.


Sesampainya di depan pintu ruangannya Aftar pura-pura cuek melihat wanita itu.


"Mas, serius tidak mau menyapaku? Aku buatkan makanan kesukaan mas loh," Kinan tersenyum sambil menunjukkan kotak bekal yang dia bawa di tangannya.


Aftar hanya diam, sambil membuka pintu ruangannya. "Ceklek," Aftar membuka pintu ruangannya.


Aftar masuk ke dalam ruangannya, Kinan juga mengikuti langkah kaki suaminya. "Mas, mau sampai kapan kamu merajuk?" Tanya Kinan, dia terus membuntuti Aftar di belakangnya.


Kinan menutup pintu ruangan kerjanya suaminya, "Kunci pintunya!" Suruh Aftar dengan nada merajuk.


Kinan mengunci pintu ruangan Aftar sesuai perintah dari sang suami. Kini Aftar duduk di kursi kerjanya, lalu Kinan duduk di kursi yang terhalang oleh meja kerja Aftar.


"Aku buatkan makanan kesukaanmu, mas." Kinan menaruh kotak bekal yang dia bawa di atas meja kerja sang suami.


"Kamu kesini sama siapa?" Tanya Aftar, diam-diam dia melirik wajah cantik sang istri.


"Di antar sama supir mas," jawab Kinan. Dia tersenyum tipis karena sadar suaminya saat ini diam-diam menatapnya.


Aftar terdiam, tapi tangannya sibuk membuka kotak bekal yang di bawa oleh istrinya dan seketika senyumannya begitu terlihat, melihat nasi goreng dengan telur ceplok setengah mateng. "Ini, kamu yang membuatnya?" Tanya Aftar, dia berusaha menahan senyumnya.


"Iya mas, aku buat sendiri tadi makanlah! Merajuk juga butuh tenaga mas, jadi kamu harus makan yang banyak!" Goda Kinan yang akhirnya membuat Aftar tertawa kecil.


"Cium dulu! Baru mas tidak merajuk lagi," Aftar itu selalu saja tidak ada habisnya untuk mendapatkan kemanjaan dari Kinan.


Kinan beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan ke kursi kerja suaminya dan Aftar langsung menunjukkan pipinya untuk di cium oleh Kinan. "Sebelah sini, sebelah sini dan sebelah sini!" Aftar menunjukkan bagian yang mau di cium dengan jari telunjuknya.


Kinan hanya senyam-senyum dan dia dengan begitu sabar menuruti apa kata suaminya. Dia mencium bagian yang tadi di tunjukkan oleh sang suami. "Cup... cup....cup..., sudah cukup?" Tanya Kinan sambil tersenyum.


"Sekarang, aku mau makan tapi di suapin sama kamu!" Dengan manjanya Aftar kembali berulah.


Lagi-lagi Kinan hanya bisa menuruti apa yang suaminya katakan, Kinan yang masih berdiri di hadapan Aftar dia mengambil kotak bekal yang ada di atas meja kerja sang suami. Lalu dia membukanya, kini Kinan belum sempat meyuapkan makanannya ke dalam mulut Aftar, Aftar tiba-tiba menarik Kinan hingga Kinan terjatuh tepat di pangkuannya.


"Sekarang suapin mas!" Katanya dengan manja sambil membuka mulutnya.


Kinan tersenyum tipis, lalu dengan lembut meyuapkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulut Aftar.


Dengan pelan Aftar menguyah makanannya yang ada di dalam mulut.


"Mas, masih merajuk?" Tanya Kinan dengan nada lembut.


"Tidak, tapi mas kesal kalau kamu membahas laki-laki lain. Mas tidak suka," jawab Aftar dan Kinan hanya diam.

__ADS_1


"Perasaan Mas Aftar yang mulai membahas Ziyan, lalu sekarang dia bilang tidak suka membahas laki-laki lain. Kalau mas tidak mulai aku juga tidak akan bicara seperti itu," Batin Kinan dalam hatinya.


"Baiklah, Aku salah. Aku minta maaf mas." Kinan meminta maaf lebih dulu, karena jika tidak pasti Aftar akan semakin menyebalkan.


"Iya sayang, mas maafkan." Aftar menarik tekuk leher Kinan lalu dengan pelan mulai mencium bibir Kinan dengan lembut.


Kini mereka sedang berciuman dengan begitu hangat, tenang saja pintunya sudah di kunci jadi Vino tidak akan menganggu kemesraan dua sejoli itu. Akhirnya Aftar dan Kinan berbaikan.


Setelah beberapa lama, Aftar melepaskan ciumannya dari bibir Kinan. "Duduklah, tunggu sampai aku selesai kerja!" Kata Aftar, sambil mengendong Kinan menuju ke sofa yang ada di dalam ruangannya.


Aftar membaringkan Kinan di atas sofa, lalu sebelum mulai bekerja lagi, Aftar kembali mencium bibir Kinan dengan lembut.


"Emmhh.... mas sudah ciumannya, aku capek nanti lanjutin di rumah!" Rintih Kinan dan Aftar langsung melepaskan ciumannya.


"Awas kamu, kalau sudah sampai rumah mas akan memakanmu dengan lahap!" Ujar Aftar, dia berlalu pergi menuju ke meja kerjanya lagi.


Kinan hanya berbaring sambil memperhatikan suaminya yang sedang bekerja. Tangannya terus mengelus-elus perutnya yang kini sudah terlihat agak buncit.


"Lihat nak papamu, semalam merajuk sekarang begitu manja." Batin Kinan dalam hatinya.


****


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Vino buru-buru keluar dari dalam ruangan kerjanya dan dia segera menuju ke dapur untuk menemui Caca untuk mengajaknya menemani makan siang di kantin kantor.


"Caca..." panggilnya tanpa expresi.


"Iya pak?" Sahutnya, dia sudah berdiri di hadapan Vino.


"Ayo temanin aku makan siang!" Vino menatap Caca dengan tatapan lembut.


Tanpa meminta izin dari Caca Vino meraih tangan Caca, lalu menariknya menuju ke kantin kantor. Banyak mata yang tertuju pada mereka tapi Vino mengabaikannya.


"Pak, lepaskan tangan saya!" Caca berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Vino, bukannya melepaskannya Vino malah mempererat genggaman tangannya.


"Dasar, manusia aneh. Dia itu maunya apasih?" Gerutu Caca dalam hatinya.


*****


Di kantin kantor Kinan dan Aftar sedang duduk sambil menunggu makanan pesanan mereka.


Mata Kinan terus melihat kedua orang yang sedang berjalan menuju ke kantin. "Bukankah itu Caca dan Vino," cetusnya agak terkejut.


Aftar mengikuti pandangan mata sang istri, lalu dia tersenyum. "Apa gadis ini? Yang sudah membuat Vino senyam-senyum sendiri." Aftar geleng-geleng kepala. "Ternyata sahabatnya Kinan," cetusnya membuat Kinan ternganga. "Sahabatku, maksudnya apa mas?" Tanya Kinan dengan rasa penasaran.


"Lihat Vino menjadi gila gara-gara gadis itu, sayang." Aftar menunjuk ke arah Caca.

__ADS_1


Kinan ternganga tidak percaya, apa sungguh Vino tergila-gila karena Caca? Yang tidak lain adalah sahabatnya Kinan.


"Apakah mereka cocok?" Tanya Aftar tiba-tiba.


"Entahlah, yang aku tanya. Apakah, Caca akan mau dengan sekretaris Vino?" Jawab Kinan dia tidak percaya, mengingat sifat Caca tidak mudah tertarik dengan laki-laki yang belum lama dia kenal.


"Tentu saja mau, Vino itu baik dan dia tampan. Banyak wanita yang mengejarnya," Aftar manatap Kinan dengan lembut.


"Kita lihat saja nanti!" Kinan masih ragu, apakah Caca akan mau dengan Vino?


Caca melihat Kinan, Vino juga melihat Aftar.


"Aish Pak Aftar dan Nona Kinan, pasti mereka sudah bergosip." Batin Vino dalam hatinya.


"Ada Kinan, pak kita makan di tempat lain saja!" Ajak Caca, tapi Vino geleng-geleng kepala.


"Vino, kemarilah!" Panggil Aftar tiba-tiba, Vino dengan yakin mengandeng tangan Caca dan mereka menuju ke tempat Aftar dan Kinan duduk.


Kini Vino dan Caca sudah duduk di hadapan Kinan dan Aftar.


"Kalian terlihat serasi." Aftar menatap Vino dan Caca secara bergantian.


"Itu tidak seperti yang Pak Aftar pikirkan." Jawab Caca, karena memang saat ini dia dan Vino tidak ada hubungan apa-apa.


"Aku serius, kalian terlihat serasi!" Aftar mempertegas perkataannya, membuat Caca senyam-senyum dalam hatinya.


Kinan tersenyum melihat Caca, Caca juga tersenyum melihat Kinan.


"Kinan, apa kabar?" Tanya Caca berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


"Aku baik, apa sekertaris Vino terlihat tampan menurut kamu?" Jawab Kinan, dia balik bertanya pada Caca. Seketika Caca tidak bergeming sama-sama sekali.


"Maksud Kinan apa?" Tanya Caca dalam hatinya.


"Biasa saja, ya seperti laki-laki pada umumnya." Jawab Caca sengaja agar Vino kesal.


"Apa-apaan dia, jelas-jelas aku sangat tampan seperti ini. Dia bilang, aku biasa saja," batin Vino dalam hatinya.


"Dasar gadis sapu!" Cetusnya dengan suara pelan.


"Sudahlah, kalian ini sama-sama jomblo. Apa kalian tidak ada niatan untuk pacaran?" Tanya Aftar tanpa basa-basi, membuat Kinan tidak percaya.


Caca dan Vino saling menatap satu sama lain.


"Pacaran?!" Cetus Caca dan Vino secara bersamaan.

__ADS_1


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🤗


__ADS_2