Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kinan, aku mencintaimu


__ADS_3

Tatapan mata Karin seketika berubah menjadi begitu garang, bahkan dia menatap Kinan dengan tatapan tidak suka.


"Sayang, gadis itu siapa?" Tanya Karin.


Tiba-tiba Vino membuka pintu ruangan Aftar tanpa mengetuk pintu lebih dulu, karena yang Vino tahu Aftar selalu sendirian di ruanganya dan biarpun dia tidak mengetuk pintu lebih dulu Aftar juga tidak akan memarahinya.


Melihat pemandangan yang ada saat ini, Vino buru-buru keluar dari ruangan Aftar tapi Aftar mencegahnya. "Tunggu! Tetaplah di sini!" Cegah Aftar dan Vino menghentikan langkah kakinya.


"Aish bakal terjadi perang dunia ini." Batin Vino dalam hatinya.


"Aftar, gadis ini siapa?" Tanya Karin untuk kedua kalinya.


"Gadis yang aku nikahi dan di adalah istri sahku." Jawab Aftar dengan tegas.


Karin ternganga tidak percaya mendengar apa yang Aftar katakan. Sungguh ini semua tidak mungkinkan? Tubuh Karin gemetaran rasanya tiba-tiba lemas.


"Pak Aftar, lepaskan tanganku!" Lirih Kinan sambil berusaha melepaskan tangannya dari tangan Aftar.


"Kenapa Mas Aftar bilang kalau aku adalah istrinya, bukankah dia waktu itu bilang kalau wanita yang dia cintai tidak boleh tahu akan pernikahan kontrak ini?" Tanya Kinan dalam hatinya.


"Sayang, aku ini suamimu jangan panggil aku dengan sebutan Pak Aftar tapi panggil aku dengan sebutan Mas Aftar!" Aftar tersenyum sambil membenarkan rambut Kinan yang agak sedikit berantakan.


Vino senyam-senyum, sungguh dia tidak menyangka kalau akhirnya bos ini mengakui Kinan sebagai istri sahnya.


"Emang enak, tapi aku juga lebih mendukung Pak Aftar bersama Nona Kinan sih daripada sama Karin yang begitu menjijikkan." Batin Vino dalam hatinya.


"Aftar, jangan bercanda!" Pinta Karin dengan nada yang masih tidak percaya.


"Aku tidak sedang bercanda," Aftar menunjukkan cincin dirinya dan Kinan yang melingkar di jari manis mereka.


Rasanya Karin sangat marah sekali, lalu dia melihat kearah Vino.


"Vino, ini hanya permainan bosmu sajakan?" Tanya Karin pada Vino, tatapannya begitu tajam pada Vino.


"Dasar emak lampir berani sekali dia menatapku dengan tatapan seperti itu." Batin Vino dalam hatinya.

__ADS_1


"Nona Karin, Pak Aftar tidak sedang bercanda Nona Kinan ini memang istrinya dan dia di nikahi oleh Pak Aftar secara sah!" Jawab Vino dengan begitu bangga.


Karin yang merasa kesal, tiba-tiba berjalan menghampiri Kinan gini Karin berada tepat di hadapan Kinan. "Aku yakin kamu sudah merayu Aftar kan!" Sentak Kinan dengan lantang.


"Gadis seperti dirimu, aku juga yakin kamu hanya orang miskin dan pasti kamu sudah menjebak Aftar agar Aftar mau menikahimu." Kata Karin dengan lantang.


Aftar sengaja diam, selagi Karin tidak main tangan Aftar membiarkan Karin mengatakan apa saja di hadapan Kinan. Untuk memberi kekuatan pada Kinan Aftar terus mempererat genggaman tangannya.


"Kinan, aku bersamamu." Batin Aftar dalam hatinya.


"Nona itu orang berpendidikan, bahkan Nona seorang artis besar tapi mulut Nona seperti tong sampah. Dengar ya! Biarpun saya ini hanya orang miskin, tapi saya tidak berbuat serendah itu hanya karena seorang laki-laki." Jawab Kinan dengan begitu tegas, enak saja Karin menuduh Kinan sembarangan perlu Karin tahu ciuman pertama Kinan juga dengan Aftar Sanjaya.


"Buktinya Aftar tiba-tiba menikahimu tanpa sepengetahuanku, aku yakin pasti kamu sudah menggodanya." Karin terus menuduh Kinan semaunya sendiri.


"Aku menggodanya....." Kata-kata Kinan terpotong.


"Dia tidak menggodaku, dia bukan kamu wanita yang terlihat baik tapi ternyata sudah banyak laki-laki yang menikmati tubuhmu itu." Sambung Aftar tiba-tiba, seketika Karin menatap Aftar dengan raut wajah yang pura-pura polos.


"Maksud, kamu apa sayang?" Tanya Karin dengan nada lembut.


Aftar menggeser layar ponselnya, lalu menunjukkan beberapa bukti yang tidak senonoh pada Karin.


"Ini kamu sedang di club malam bersama sutradara yang flimnya kamu bintangin, lalu ini kamu masuk kamar hotel bersama produser yang terkenal hidung belang dan ini bahkan di lokasi syuting, kamu mencari tempat sepi hanya untuk memuaskan sutradara itu. Betapa menjijikkannya dirimu Karin, lihat hanya demi sebuah cita-citamu kamu sudah rela menjajahkan tubuhmu begitu saja." Aftar geleng-geleng kepala, sungguh dia tidak percaya seorang Karin yang begitu polos bisa-bisanya berubah menjadi wanita nakal hanya demi ambisinya.


"Karin, aku ini Aftar Wijaya jadi aku tidak bisa kamu mainkan begitu saja!" Tegas Aftar dengan begitu lantang.


Vino tertawa, tiba-tiba dia memberikan ponselnya pada Aftar. "Satu lagi bos, bahkan dia jalan dengan salah klien kita yang bernama Pak Ahaz, dia masuk ke hotel bersamanya malam itu." Imbuh Vino sambil menunjukkan video rekaman sebagai bukti.


Malam itu Vino melihat Karin di sebuah hotel berbintang, Vino awalnya tidak percaya apa benar yang di lihat oleh dirinya itu Karin atau bukan?


Apalagi waktu itu, Aftar bilang pada Vino kalau Karin untuk sementara tidak pulang dari luar negeri karena kerjaannya padat.


Tapi karena Vino yakin yang di lihatnya itu adalah Karin, akhirnya Vino mengikutinya dan benar itu Karin bahkan laki-laki yang bersama Karin itu tidak asing karena ternyata rekan bisnisnya Aftar yang terhitung hidung belang.


Malam itu Vino melihat Karin sedang berciuman Ahaz, lalu dia merekamnya tanpa sepengetahuan Karin karena Vino yakin suatu saat video ini akan berguna untuk membongkar kebusukan Karin di belakang Aftar.

__ADS_1


"Sekarang, kamu tidak bisa mengelak. Kalau Pak Aftar mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu tentang dirimu, aku juga tahu semuanya Nona Karin." Vino tertawa sambil melihat Karin yang sudah mati kutu saat ini dia hanya bisa diam saja.


"Sayang, aku bisa jelaskan kenapa aku melakukan hal seperti itu." Karin memasang wajah pura-pura menyesal.


"Untuk apa kamu menjelaskan, aku sudah tahu kamu melakukan semua itu untuk memperlancar karirmu. Karin, kamu adalah wanita yang paling bodoh yang aku kenal padahal jika kamu ingin menjadi bintang terkenal, kamu bisa mengatakannya padaku dan tentunya aku akan wujudkan semua impianmu tapi kamu malah memilih jalan menjijikkan seperti ini." Aftar kembali menggeleng kepalanya, dia sangat kecewa dengan wanita yang pernah ada di hatinya itu.


Kinan hanya diam, tiba-tiba Karin menatap Kinan dengan tatapan penuh amarah.


"Ini semua gara-gara kamu, dasar gadis miskin tidak tahu diri." Sentak Karin dan hampir saja tangannya men*mpar pipi mulus Kinan, tapi Kinan langsung menahannya dengan kuat. "Ingat ya, jaga ucapanmu atau aku menj*mbak rambutmu dan kamu juga harus tahu, benar kata Mas Aftar kamu adalah wanita bodoh." Sentak Kinan sambil menepis tangan Karin dengan kasar.


"Jangan pernah menyentuhku!" Tegas Kinan dengan tatapan tajam.


Vino sudah tidak menahan tawanya, kini dirinya tertawa karena melihat Kinan yang begitu berani menghadapi Karin.


"Sudahlah Nona, aku rasa kamu memang tidak pantas buat Pak Aftar." Kata Vino dengan begitu yakin.


"Aku yakin, Aftar pasti akan meninggalkan gadis miskin ini dan dia akan kembali padaku lagi." Kata Karin yang tidak mau kalah dari Vino.


"Maaf Karin, aku rasa aku tidak akan pernah mau kembali pada dirimu lagi. Karena aku sudah punya istri secantik Kinan," Kata Aftar dan langsung menarik tangan Kinan agar mendekat pada dirinya.


Kini Kinan dan Aftar saling bertatapan muka, sungguh hati Kinan rasanya deg-deggan sekali.


"Mas Aftar, mau apa?" Tanya Kinan dalam hatinya.


"Aftar berhentilah bercanda, aku ini Karin, aku yang selama ini mencintaimu." Karin menatap Aftar dengan penuh harap.


"Bukan aku yang kamu cintai tapi karirmu dan laki-laki yang sudah berbagi ranjang dengan dirimu." Aftar tidak melihat Karin, tapi tatapan matanya semakin lekat pada Kinan.


"Kinan, aku mencintaimu!" Aftar menarik tekuk leher Kinan dan mereka berciuman di hadapan Karin dan Vino.


"Aftarrrr......!" Teriak Kinan dengan penuh amarah tapi Aftar malah mengabaikannya dan dia hanya fokus ciumannya dengan Kinan.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2