Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kenzo vs Kalandra


__ADS_3

"Kamu mau menyewaku, tapi tarif aku mahal," kata Devi dan Dika tidak masalah hal begitu.


"Berapa? Aku juga mau mengatakan sesuatu padamu," tanya Dika sambil tersenyum.


Entah apa yang akan Dika katakan pada Devi?


"Aku kasih diskon 50 persen, tergantung pelayanan mau apa saja?" tanya Devi, dalam hatinya sebenarnya tidak mau mengatakan ini tapi mengingat di hati Dika hanya ada Melly jadi Devi harus sadar diri.


"Baiklah, itu urusan nanti! Sekarang kamu ikut denganku!" ajak Dika, membuat Devi terdiam tapi Dika meraih tangannya dan membawa Devi keluar dari club itu.


Kini Dika dan Devi sudah berada di sebuah restoran untuk makan lebih dulu, Devi juga masih diam saja karena tidak biasanya Dika mengajak dirinya pergi tiba-tiba.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Dika, sebelum bicara lebih lanjut ada baiknya makan dulu.


"Apa saja," jawab Devi.


"Apa Dika marah karena rencananya untuk membuat Melly berpisah dengan suaminya itu gagal?" batin Devi dalam hatinya.


Beberapa hari lalu waktu mereka bertemu di club malam, Dika meminta bantuan dari Devi untuk pura-pura menjadi klien Kenzo, Dika juga meminta Devi untuk berbuat m*s*m atau beradegan mesra dengan Kenzo, rencananya untuk mengambil foto-foto mereka untuk di berikan pada Melly.


Tapi belum sempat rencananya itu berjalan, Devi sudah ketahuan lebih dulu oleh orang-orang suruhan Kenzo, Devi juga akhirnya jujur pada orang suruhan Kenzo dan itu membuat semua rencana itu gagal total.


Lalu kedatangan Dika yang tiba-tiba, membuat Devi takut kalau Dika akan marah pada dirinya.


Kini makanan pesanan mereka sudah datang Dika meminta Devi untuk makan lebih dulu dan Devi menuruti apa kata Devi.


"Dik, apa kamu marah karena rencana kamu gagal total? Orang-orang surahan suaminya Melly mendatangi aku, aku menceritakan semua rencana kamu pada mereka," ujar Devi perasaannya tidak enak, Devi juga takut Dika akan berbuat tidak baik pada dirinya.


"Iya aku marah," jawab Dika singkat.


Devi mengerti, Devi juga tidak menyalahkan Dika dalam hal ini.

__ADS_1


"Rencanamu gagal itu semua karenaku, tapi Dika berhentilah mengejar Melly, aku tahu kamu itu hanya terobsesi dengan Melly," kata Devi dengan begitu berani.


Dika terdiam selain Kenzo dan Melly, kali ini Devi juga melakukan hal yang sama.


"Dika dari dulu kamu tahu kalau Devi menyukaimu tapi kenapa kamu tidak mau sedikitpun? Kenapa harus Melly yang kamu kejar, padahal jelas-jelas Melly sudah punya suami, hidupnya juga sangat bahagia, jika kamu benar mencintai Melly relakan lah dia untuk bahagia dengan pasangannya sekarang, lihatlah Devi yang selama ini berharap cintamu!" hati Dika berbicara.


Dika terdiam kali ini dia sadar, kalau Melly tidak pernah menyukainya sedikitpun bahkan Melly hanya menganggap Dika sebagai teman saja.


Belum habis makanan Devi, tiba-tiba Devi beranjak dari tempat duduknya dia hendak pergi meninggalkan Dika.


Tapi Dika tiba-tiba meraih tangan Devi, membuat Devi menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya?


"Apalagi? Aku tidak mau menuruti obsesi kamu lagi, aku mau kembali ke club, aku ingin bekerja agar dapat uang banyak," kata Devi dengan kasar Devi mengibaskan tangan Dika.


Tapi Dika malah kembali meraih tangan Devi dan memegangnya dengan kuat.


"Dev, aku tahu selama ini kamu mencintaiku, apakah kamu mau mulai dari awal bersamaku dan aku harap kamu tidak menolakku," kata Dika terukir senyum tipis di sudut bibirnya.


Hati Devi tiba-tiba merasa berbunga, tapi apakah ini hanya mimpi atau nyata?


"Matanya terlihat tulus, apakah Dika sungguh-sungguh?" batin Devi dalam hatinya.


"Lebih tepatnya seperti itu, tapi kali ini aku sungguh-sungguh, jika kamu tidak percaya maka kita menikah minggu depan," kata Dika yang berusaha menyakinkan Devi.


"Menikah......?!!" Devi terkejut, apa Dika ini sedang bergurau?


"Iya mari kita menikah, aku sungguh-sungguh!" Dika kembali menegaskan niatnya.


Devi tersenyum dia akhirnya mengangguk, lalu Dika langsung memeluknya dengan erat.


"Tapi aku ini hanya wanita malam, apakah....."

__ADS_1


"Hush, tidak masalah bagiku. Bagiku kamu adalah gadis yang baik, kamu juga sudah mau menunggu cintaku selama ini, maka aku akan membalasnya sekarang," sambung Dika sambil tersenyum.


Devi hanya bisa terdiam, air mata yang saat ini menetes itu juga air mata bahagia.


Akhirnya Dika sadar, dia juga akhirnya membalas cinta Devi dan melepaskan Melly agar Melly bahagia bersama suaminya dan calon anaknya.


*****


Malam menunjukkan pukul 7 malam, Kenzo dan Melly baru saja pulang dari kantor Kenzo.


"Mas Ken, kamu harus mencari sekretaris baru lagi," kata Melly.


"Nanti aku minta bantuan Kalandra saja, jadi cafe dia biar di urus oleh anak buahnya saja," jawab Kenzo karena terlalu malas mencari sekretaris baru.


Melly mengangguk, ada baiknya jika Kalandra yang menjadi sekretaris barunya.


*****


Kini pagi yang cerah akhirnya datang, Kenzo dan Kalandra sedang mengobrol di ruang keluarga.


"Kalan, aku butuh bantuan kamu," kata Kenzo sambil menikmati secangkir teh buatan Melly.


"Bantuan apa kak? Katakan saja!" pinta Kalandra, dia juga sedang menikmati teh buatan Kimmy.


"Kamu jadilah sekretarisku," kata Kenzo tanpa basa-basi.


Kalandra terdiam sejenak, tapi tidak ada salahnya juga jika dia menjadi sekretaris kakaknya, lumayan untuk menambah ilmu pengetahuan.


"Baiklah kak aku mau." Jawab Kalandra dengan senang hati.


Akhirnya hari ini Kalandra mulai menjadi sekretaris Kenzo di kantor Kenzo, mungkin ada baiknya kerja dengan adiknya saja daripada harus berurusan dengan orang-orang seperti kemarin-kemarin lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


terimakasih para pembaca setia


__ADS_2