Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Vino dan Caca kepo


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 7 malam, seperti biasanya Kenzo dan Melly pulang dari kantor bersama.


Malam ini Melly hanya memejamkan matanya karena merasa sangat mengantuk, sedangkan Kenzo fokus menyetir dan sekilas melihat Melly yang terlelap tidur.


"Gadis kecil yang dulu begitu cengeng dan cempreng, kini sudah menjadi wanita dewasa yang jutek." Gumam Kenzo, yang ternyata di dengar oleh Melly.


"Aku mendengarnya kak, aku tidak tidur. Hanya saja memejamkan mata." Cetus Melly, dengan buru-buru Kenzo kembali fokus menyetir.


"Lalu?" Jawab Kenzo dengan nada dingin.


"Menyetirlah dengan benar! Aku malas kalau harus berdebat dengan kamu," jawab Melly dan dia hanya memejamkan matanya.


"Dasar tidak jelas, kadang dia menjadi sutra yang begitu lembut, kadang juga dia menjadi es batu yang baru keluar dari kulkas. Ingin rasanya aku getok kepala Kak Ken dengan palu," batin Melly dalam hatinya.


"Dasar suara cempreng," gerutu Kenzo. Dia merasa kesal pada Melly hanya saja tidak mau melanjutkan perdebatannya.


Karena jika Kenzo melanjutkan perdebatan ini, pasti Melly akan mengadu pada Mami kesayangan dia. Iya siapa lagi kalau bukan Mami Kinan, yang selalu membela gadis bersuara cempreng ini.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya mereka sampai di depan rumah Kenzo, Kenzo memarikirkan mobilnya dan mereka sama-sama turun dari dalam mobil ternyata kedua orang tua mereka sedang menikmati teh bersama, rasanya sepertinya ke tangkap satpol PP yang sedang berjaga-jaga.


"Kalian itu begitu serasi," cetus Kinan dan Caca dengan begitu antusias.


"Apasih mama, Kak Ken, seperti es batu yang baru keluar dari kulkas." Canda Melly, membuat semuanya akhirnya tertawa.


"Sungguh kita serasi? Tapi aku rasa patut di pertimbangkan dulu ma dan Tante cantik, suara Melly begitu cempreng," ledek Kenzo yang tidak mau mengalah pada Melly.

__ADS_1


Aftar dan Vino hanya sama-sama tersenyum, mereka duduk agak jauh dari istri-istri mereka.


"Dulu kita pernah berpikir menjodohkan anak-anak kita, tapi setelah mereka dewasa, mereka malah berdebat hampir setiap hari," keluh Vino. Padahal dia sangat berharap bisa besanan dengan Aftar.


"Iya Vin, entahlah mereka ini maunya bagaimana?" Sambung Aftar, sungguh dia bingung dengan anaknya ini. Apa sebenarnya Kenzo punya perasaan tidak dengan Melly?


Vino dan Aftar hanya bisa sama-sama menggelengkan kepalanya, kini mereka kembali menikmati teh dan cemilannya.


Kalandra turun dari dalam mobil, dia baru saja pulang dari cafenya. Kalandra melihat Melly dan sang kakak sedang berbincang dengan mamanya dan Caca.


"Sukurin, aku yakin mereka pasti di suruh menikah." Kalandra jalan sambil tertawa kecil.


Kenzo menatap Kalandra dengan tatapan tidak suka, apalagi musuhnya sudah pulang. Kenzo langsung mendengus kesal.


"Mell, ayo kita masuk! Cecungguk sudah pulang," kata Kenzo dan Melly tertawa.


"Dasar anak mama," cetus Kenzo.


"Kak Melly, ajak itu Kak Ken menikah daripada dia setiap hari mengajak aku berdebat terus seperti anak kecil!" Kata Kalandra, dia melihat Melly lalu tersenyum jail padanya.


Mereka bertiga ini jika bertemu sudah tidak bisa akur lagi, ada saja yang mereka debatkan membuat Kinan dan Caca hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ketiga anak-anak ini begitu lucu.


Karena tidak mau perdebatan mereka kemana-mana, akhirnya Vino dan Caca mengajak putri mereka pulang ke rumahnya.


Kenzo, Kalandra dan kedua orang tuanya juga masuk ke dalam rumah mereka.

__ADS_1


****


Malam menunjukkan pukul 9 malam, keluarga kecil Vino sedang makan malam bersama. Kini tatapan mereka begitu serius pada putri mereka satu-satunya ini.


"Mama, papa, kenapa menatap Melly seperti itu?" Tanya Melly, dia sungguh merasa tidak enak dengan tatapan kedua orang tuanya.


Vino dan Caca sama-sama saling menatap satu sama lain, dari tatapan mereka. Sangat terlihat kalau mereka sedang memikirkan hal yang sama.


Melly tampak gusar, kira-kira kedua orang tuanya ini kenapa? Tatapannya sudah seperti singa jantan dan singa betina sedang lapar.


"Melly, kamu lebih dekat dengan Kenzo atau Kalandra?" Tanya Caca tiba-tiba, hampir Melly tersedak karena kaget.


Mamanya tahu, kalau Melly itu sangat dekat dengan keduanya tapi kenapa mamanya malah menanyakan hal ini?


"Iya nak, kamu lebih dekat dengan siapa?" Sambung Vino, dia juga sangat penasaran.


Melly menghela nafas panjang, dia tahu pasti pikiran orang tua dia sudah traveling kemana-mana dan tentunya Melly tahu apa yang sedang mereka pikirkan.


"Aish, mama dan papa sama saja. Pasti mereka sama-sama kepo." Batin Melly dalam hatinya.


"Mama, papa, memangnya kenapa?" Melly malah balik bertanya, membuat Caca dan Vino semakin kepo.


"Apa kamu menyukai, salah satu di antara mereka?" Tanya Caca dan Vino dengan kompak dan tatapan mata mereka juga begitu tajam.


"Mama, papa......"

__ADS_1


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🤗


__ADS_2