
"Pak Aftar," kata Vino tersenyum malu.
"Apa yang membuatmu senang? Sampai-sampai pagi-pagi seperti ini kamu sudah seperti orang tidak waras?" Tanya Aftar penuh selidik.
Senyum Vino semakin lebar, bukannya mendengarkan pertanyaan Aftar ini malah matanya tertuju pada Caca yang sedang melewati dirinya.
"Andai Pak Aftar tahu semua ini karena Caca, pasti dia akan membullyku." Batin Vino dalam hatinya.
"Vin, kamu semakin tidak waras!" Cetus Aftar, matanya mengikuti arah pandangan mata Vino dan dia seketika bisa menebaknya.
"Pasti gara-gara sahabatnya Kinan itu, entah apa yang sudah diberikan oleh Caca sampai-sampai Vino bisa seperti ini?" Batin Aftar dalam hatinya.
"Saya hanya sedang bahagia saja pak." Jawab Vino, tatapannya masih tertuju pada Caca yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Haruskah Pak Vino, terus menatapku sungguh ini membuatku malu," gerutu Caca dalam hatinya.
"Dasar kamu ini, aku ke ruanganku dulu karena kalau aku disini aku bisa-bisa ikutan tidak waras." Aftar berlalu pergi dari hadapan Vino, Vino hanya diam dan terus senyam-senyum melihat Caca.
Karena merasa tidak nyaman dengan tatapan Vino, Caca beralih ke tempat lain agar tidak terus melihat Vino.
Setelah Caca pergi, Vino juga ikut pergi dan kini dia berjalan menuju ke ruangan Aftar. Sesampainya di ruangan Aftar, Vino mengetuk pintu ruangan Aftar. "Tok...tok.."
"Masuklah!" Sahut Aftar dari dalam ruangan.
Vino membuka pintu ruangan Aftar, lalu dia melangkahkan kakinya ke dalam ruangan Aftar.
"Pak, hari ini ada meeting jam 10 pagi." Kata Vino.
"Siapkan semuanya, nanti kita langsung pergi meeting." Jawab Aftar dan Vino mengangguk lalu segera pergi meyiapkan semuanya.
Setelah semua siap Aftar dan Vino langsung pergi menuju ke ruang meeting.
*****
Jam menunjukkan pukul 4 sore, Kinan yang merasa jenuh dia pergi ke taman untuk jalan-jalan sore dan membeli makanan yang dia pingin.
Di taman dia tidak sengaja bertemu dengan Vira, dia sedang membeli bakso sambil duduk di kursi taman.
"Vira," sapa Kinan dengan nada lembut.
"Kinan, duduklah!" Jawab Vira sambil tersenyum. "Kamu sedang apa disini?" Tanya Vira dengan nada lembut.
__ADS_1
Kinan duduk di sebelah Vira. "Aku, sedang mencari makanan yang aku pingin," jawab Kinan.
"Memang kamu makan apa?" Tanya Vira.
"Aku pingin makan bakso," jawab Kinan sambil mengelus perut yang sudah terlihat buncit.
Vira tersenyum, lalu dia beranjak dari tempat duduknya, dia memesan satu mangkok bakso lagi untuk Kinan.
Vira kembali ke tempat duduknya, setelah beberapa lama akhirnya pesanan bakso Vira datang dan kini mereka sedang menikmati bakso berdua.
"Terimakasih ya Vir, oh iya tumben kamu sendirian?" Tanya Kinan sambil meyuapkan bakso ke dalam mulutnya.
"Arga masih di kantor, iya aku pingin jalan-jalan sambil membeli bakso," jawab Vira dia juga dengan nikmat menikmati baksonya.
Biarpun Kinan adalah mantan Arga, tapi Vira tidak ambil hati karena sekarang mereka malah berteman baik.
"Kandungan kita sudah sama-sama besar ya, tidak sabar rasanya menunggu bayi-bayi kita lahir." Kata Vira, dia mengelus-elus perutnya dengan tangannya.
"Iya Vir, aku juga sudah tidak sabar. Vira bayangkan saja jika anak kita laki-laki dan perempuan. Bagaimana, kalau kita jodohkan saja?" Canda Kinan sambil tertawa kecil.
"Boleh, tapi apakah Arga dan Aftar akan setuju? Kamu tahu sendiri, suamimu itu cemburuannya terlalu besar pada suamiku." Vira juga ikut tertawa, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya sampai besanan dengan mantan kekasih suaminya ini.
"Tahu, dasar Mas Aftar dia memang sangat cemburu pada Arga. Padahal dia tahu aku hanya mencintai dia, tapi entahlah cemburu nya itu tidak bisa sembuh-sembuh." Kata Kinan membuat Vira kembali tertawa.
"Kamu naik mobil?" Tanya Vira.
"Aku jalan kaki, rumahku dekat dari sini." Jawab Kinan, setelah sampai di mobil Vira masuk ke dalam mobil. "Ayo, biar aku antar kamu pulang!" Tawar Vira dengan nada lembut.
"Tidak usah, aku jalan kaki saja. Kamu hati-hati di jalan ya Vir!" Kata Kinan sambil tersenyum.
Vira menganggukan kepalanya lalu supirnya menyalakan mesin mobilnya dan berlalu pergi dari hadapan Kinan. Setelah mobil Vira berlalu, Kinan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.
Sesampainya di rumah, Kinan merebahkan tubuhnya di atas sofa.
*****
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Caca bersiap-siap untuk pulang kerja. Aftar dan Vino juga bersiap-siap pulang kerja.
"Vin, aku duluan ya." Kata Aftar dan dia berlalu dari hadapan Vino yang sedang berdiri di lobby kantor. Aftar tahu pasti Vino sedang menunggu kekasih hatinya.
Setelah Aftar sudah tidak terlihat, tiba-tiba Caca muncul dan itu membuat Vino terus tersenyum bahagia. "Sayang," Panggilnya dengan mesra.
__ADS_1
Caca yang tampak malu-malu berjalan mendekat ke arah Vino berdiri. "Kenapa? Jangan senyam-senyum terus!" Omel Caca.
"Bagaimana aku tidak tersenyum, vitamin yang kamu berikan itu bisa membuatku seperti orang tidak waras," jawab Vino yang kembali cengar-cengir tidak jelas. Sungguh ini membuat Caca semakin kesal.
"Dasar tidak waras!" Batin Caca dalam hatinya.
Tiba-tiba Vino menarik tangan Caca keluar dari dalam kantor. "Kita mau kemana?" Tanya Caca tapi Vino tidak menjawab.
"Dia mau membawaku kemana?" Tanya Caca dalam hatinya.
Sesampainya di taman kantor, Vino mengajak Caca duduk di salah satu kursi yang ada di taman itu.
Vino tersenyum lalu merogoh kotak kecil dari dalam saku celananya, Caca yang hanya diam dan melihat saja.
"Aku lupa memberikan ini buat kamu, sebagai tanda permintaan maafku kemarin." Kata Vino dan dia membuka kotak kecil yang berisi kalung yang begitu indah dan bersinar.
Caca ternganga tidak percaya, ternyata kekasihnya ini bisa bersikap romantis seperti saat ini.
"Ini buat aku?" Tanya Caca ragu-ragu.
"Iya, ini buat kamu. Maafkan aku ya!" Vino memakaikan kalung itu ke leher Caca.
Caca sangat bahagia, karena ini pertama kalinya dia mendapatkan hadiah dari seorang laki-laki.
Setelah memberikan kalung, Vino langsung mengajak Caca makan malam berdua.
Sesampainya di rumah Aftar langsung mencari sosok istrinya, karena dia sudah sangat merindukannya.
"Sayang, kamu sedang apa?" Tanya Aftar sambil memeluk Kinan dari belakang.
"Habis mandi mas, ini sedang pake lotion. Mas mandi dulu gih! Terus makan malam," Kinan membalikkan badannya lalu memeluk Aftar dengan erat.
"Bagaimana mas mau mandi? Kalau kamu terus memeluk mas?" Tanya Aftar dengan lembut Aftar mengecup kening Kinan.
"Kangen sih sama mas," kata Kinan dengan begitu manja.
"Dasar, mas mandi dulu ya. Nanti kita kangen-kangenan," bisik Aftar dengan manja.
Kinan hanya menganggukkan kepalanya dan Aftar langsung pergi menuju ke kamar mandi.
BERSAMBUNG 😊
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 🤗