Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Membasmi ulet bulu


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, hari ini Melly akan merencanakan idenya untuk menendang keluar Monita dari kantor suaminya. Enak saja Monita bisa hidup tenang di kantor suaminya, itu pasti tidak akan pernah Melly biarkan bagaimana pun caranya pasti Melly akan berusaha memecat Monita dari kantor suaminya.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan?" Melly sedang bercermin, dia sudah berdandan rapi dan memoles wajahnya dengan riasan tipis.


Kenzo yang baru saja selesai memakai jasnya, dia terlihat bingung melihat istrinya sudah rapi dan cantik.


Kenzo mendekati Melly yang sedang duduk di kursi meja rias, terlihat pantulan wajah gagah dan tampan Kenzo di dalam cermin itu.


"Sudah cantik sekali, mau kemana? Apa ada acara?" tanya Kenzo, dengan mesra Kenzo berjongkok lalu menempelkan telinganya di perut Melly.


Kenzo mengelus-elus perut Melly, dia ingin merasakan tendangan dari dalam perut Melly tapi ternyata babynya sedang anteng di dalam sana.


"Mas, tunggu 5 bulan baru tendangan baby kita akan terasa!" tutur Melly, tangannya mengelus-elus rambut Kenzo yang sudah tertata rapi.


Kenzo duduk di hadapan Melly, lalu dia menatap Melly dengan tatapan begitu dalam.


"Sayang, mas tanya kamu mau kemana? Sudah secantik ini," tanya Kenzo dengan nada lembut.


"Aku mau membasmi ulet bulu di kantor mas, biar dia tidak gatel lagi," jawab Melly terlihat senyum Melly begitu menyebalkan.


"Sayang, mana ada di kantor semewah itu ada ulet bulu?" tanya Kenzo, dia terus menatap Melly tanpa berkedip sedikit pun.


Semakin hari berat badan Melly terus naik, bahkan pipi Melly juga terlihat sangat cabby. Membuat Kenzo sangat gemas sekali, bahkan sering kali Kenzo menciumi pipi Melly dengan gemas, Membuat Melly kadang merasa kesal tapi itulah suaminya dia selalu nakal di saat ada kesempatan bagus.


"Mas, nanti aku tunjukkan yang namanya ulet bulu itu seperti apa? Kamu itu jangan seperti Naya yang begitu polos mas, untung dia punya suami seperti Pak Raka duda kaya tajir Melintir yang begitu sabar," celoteh Melly dan Kenzo hanya bisa garuk-garuk kepala.


"Novel mana lagi yang kamu baca?" tanya Kenzo, dia paham pasti ini semua gara-gara istrinya demen sekali membaca novel.


Melly tersenyum, lalu mengalungkan tangannya ke leher Kenzo dengan lembut Melly memberikan ciuman mesra untuk suaminya, lalu setelah beberapa detik Melly melepaskan ciuman itu.


"Novel "Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir" Sungguh itu novelnya bagus sekali mas," jawab Melly sambil tersenyum senang dan Kenzo hanya mengangguk.


Setelah mengobrol cukup lama, Melly meminta ikut ke kantor Kenzo, seperti biasanya Kenzo hanya menyetujuinya karena tidak mau sampai berdebat di pagi hari.


Setelah selesai sarapan Kenzo dan Melly langsung berangkat ke kantor Kenzo.


Sedangkan dirumah Kimmy dan Kalandra sungguh tidak ada kerjaan, apalagi cafe milik Kalandra juga belum mulai aktif lagi, karena Kalandra juga belum siap membukanya lagi setelah kejadian beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Kalandra dan Kimmy hanya menghabiskan waktu di kamar sambil menonton televisi saja rasanya sangat jenuh, bahkan badan juga pada sakit karena hanya duduk kalau tidak duduk ya paling tiduran.


"Mas, haruskah kita di kamar saja?"


"Memangnya mau kemana? Kalau kamu terlalu kelelahan, mas takut kandungan kamu kenapa-napa."


"Setidaknya ajak aku makan diluar mas, aku tidak betah sekali hanya dirumah, dikamar, ini bukan aku sekali mas."


Kimmy merajuk manja, dia berglendotan sambil memanyunkan bibirnya di hadapan Kalandra.


Sungguh Kalandra dirumah malah di buat pusing oleh istrinya, mungkin jika kandungan sang istri tidak lemah, Kalandra mau mengajak Kimmy kemana saja tapi ini Kalandra takut Kimmy terlalu kelelahan dan terjadi apa-apa pada Kimmy dan bayinya.


"Sayang, tapi...."


"Mas, hanya makan diluar, kita makan es krim saja!" Potong Kimmy, akhirnya Kalandra tidak bisa lagi menolak di menuruti apa mau istri tercintanya ini.


Kini mereka langsung berangkat ke kedai es krim, Kimmy terlihat begitu bahagia karena akhirnya dia tidak harus dirumah terus.


Kimmy yang biasanya petakilan, suka jalan-jalan, shopping, lalu dia disuruh diam saja di rumah tentu saja kakinya gatel karena tidak betah hanya diam saja dirumah.


Kini Kalandra mengajak Kimmy ke kedai es krim yang tidak jauh dari rumahnya, padahal masih pagi tapi Kimmy memakan es krimnya begitu lahap.


"Iya mas, mas tidak makan es krim juga?" jawab Kimmy sambil balik bertanya dengan nada lembut.


"Tidak sayang, melihat kamu saja sudah manis," Kalandra malah mengombalin Kimmy.


Kimmy senyam-senyum lalu dia melanjutkan memakan es krimnya dengan begitu nikmat.


Kenzo dan Melly berjalan bergandengan, pegawai yang melihat mereka semuanya memberikan salam dengan sopan Melly dan Kenzo juga membalas salam mereka dengan sopan juga.


Monita yang melihat kedatangan Melly, dia menatap Melly dengan tatapan tidak suka.


"Untuk apa dia ikut dengan Kenzo?"


"Kenapa, sesusah ini mendekati Kenzo?"


"Bahkan aku sudah rela kerja di kantor Kenzo saja wanita itu masih menjadi penghalang untuk aku dan Kenzo."

__ADS_1


"Dulu Ken menolak aku karena Melly, sekarang juga sama, dasar Melly ini tidak tahu diri sekali."


Sambil bekerja Monita terus ngedumel, sungguh dia tidak suka jika Melly datang ke kantor Kenzo.


"Hay.....ulet bulu...." sapa Melly dengan begitu jail.


"Dasar, kamu itu ulet keket kemana-mana suaminya di tempelin terus, suami juga butuh sendirian," jawab Monita dengan ketus.


"Mau bagaimana lagi, kita sudah tercipta untuk bersama, dan aku juga akan segera menendang ulet bulu sepertimu dari kantor suamiku," Melly tersenyum begitu lebar kali ini tatapan Monita semakin tidak suka.


Pak Heru tiba-tiba datang, dia membawa berkas di tangannya lalu memberikan pada Monita.


Monita membaca berkas-berkas itu, Kenzo hanya diam kali ini dia paham siapa itu ulet bulu yang Melly maksud? Ternyata adalah Monita.


"Saya di pecat pak? Lah saya tidak melakukan kesalahan apa-apa," protes Monita pada Heru.


"Iya Mon, karena posisi sekretaris kamu akan di gantikan lagi oleh Nyonya Melly, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa karena 30 persen saham Pak Kenzo ya milik Nyonya Melly jadi Nyonya Melly bisa melakukan apa saja," kata Pak Heru pada Monita.


Melly senyam-senyum sedangkan Monita menatap Melly dengan tatapan tidak suka.


"Kamu mengunakan saham sebagai alat untuk menendang aku dari kantor suamimu," batin Monita dalam hatinya.


"Ken, bagaimana ini bisa?" Monita bertanya pada Kenzo.


"Mon, saham yang aku miliki memang sebagian milik istriku, jadi kalau semua ini terjadi ini diluar kendaliku." Jawab Kenzo yang memang tidak tahu rencana istrinya.


"Monita, aku tidak mau suamiku memiliki sekertaris seperti kamu, jadi aku yang akan turun langsung menjadi sekretaris suamiku," kata Melly dengan senyum penuh kemenangan.


Monita terlihat marah, matanya berapi-api, bahkan Monita meninggalkan meja kerjanya dengan kasar.


"Dasar kalian, awas saja!" Kata-kata Monita sebelum pergi.


Bahkan Monita menyenggol tubuh Melly dengan kasar untung saja Kenzo sigap dan langsung menahan Melly agar tidak terjatuh, jika sampai terjatuh entah apa yang akan terjadi?


Setelah Monita pergi, Melly akhirnya bisa bernafas lega, Melly melakukan ini semua karena Melly mendapatkan informasi dari Lissa kalau Monita mau mengajak Kenzo keluar kota dengan alasan ada meeting penting, tapi bukan itu maksud Monita, melainkan Monita hanya ingin mengajak Kenzo bersenang-senang saja dan tentunya Monita sudah merencanakan sesuatu. Beruntung Lissa tidak sengaja sedang membersihkan meja kerja Monita, lalu tidak sengaja melihat pesan di ponsel milik Monita, tadinya Lissa tidak berani membuka ponsel milik Monita tapi karena penasaran dan ponsel milik Monita juga tidak di sandi, akhirnya Lissa membuka ponsel itu dan melihat pesan rencana jahat itu di ponsel Monita.


Buru-buru Lissa memoto pesan-pesan itu, lalu mengirimkan pada Melly, hingga akhirnya Melly langsung menyusun rencana dan dia pikir lebih baik dia yang menjadi sekretaris suaminya saja, karena alasan Kenzo belum ada sekretaris penganti.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2