
Keesokan harinya Kinan masih tertidur pulas di pelukan Aftar, Aftar yang sudah bangun lebih dulu dia tersenyum melihat wajah cantik Kinan yang sedang tertidur.
Siapa yang menyangka niatnya menikah 100 hari secara kontrak, ternyata Aftar malah jatuh cinta beneran pada Kinan.
"Mas Aftar sudah bangun?" Tanya Kinan malu-malu.
"Sudah, kalau kamu masih ngantuk tidur lagi saja!" Suruh Aftar dengan nada lembut.
"Kalau kamu tidur lagikan aku jadi bisa lebih lama memelukmu dan melihat wajah cantik kamu istriku." Batin Aftar dalam hatinya.
Aftar selalu saja punya ide-ide cerdik agar bisa berlama-lamaan dengan Kinan.
"Tidak mas, aku sudah tidak mengngantuk." Kinan tampak malu-malu, apalagi dia merasa tidur di pelukan Aftar itu rasanya sangat nyaman.
"Kalau sudah tidak mengantuk bangunlah, buatkan aku sarapan." Aftar tersenyum jail seketika raut wajah Kinan berubah menjadi cemberut.
"Dasar Mas Aftar..." Gerutu Kinan dalam hatinya.
Kinan melepaskan dirinya dari dalam pelukan Aftar lalu dia turun dari atas tempat tidur dan bergegas menuju ke kamar mandi.
"Mau kemana?" Tanya Aftar yang masih berbaring di atas tempat tidur.
"Bukannya mas menyuruhku membuat sarapan? Aku mau mandi dulu, terus habis mandi baru aku buatkan sarapan buat mas." Jawab Kinan sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Aftar tersenyum bahagia, akhirnya sekarang ada yang masakin, ada yang ngurusin dan ada yang perhatiin.
"Senangnya punya istri, tidur ada yang di peluk," Aftar cengar-cengir tidak jelas.
Tiba-tiba ponsel Aftar berdering dan ternyata itu telpon dari Vino. Aftar mendengus kesal, "Ada apa Vino menelpon sepagi ini?" Tanya Aftar pada dirinya sendiri, Aftar menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya lalu menempelkan ponselnya tepat di telinganya.
"Hallo Vin, ada apa?" Tanya Aftar malas.
"Pak, pagi inikan ada mitting kok belum datang?" Tanya Vino.
"Kamu urus saja dulu, aku sedang menikmati rasanya menjadi suami sungguhan," Jawab Aftar dan langsung mematikan saluran teleponnya.
Vino tampak kebingungan, maksud bosnya itu apa? "Suami sungguhan, oh iya Pak Aftar kan selama ini hanya menjadi suami kontrak saja." Vino tertawa lepas, dia yakin pasti sang bos sudah jatuh hati pada istrinya.
"Baguslah, kalau akhirnya Pak Aftar mencintai Nona Kinan." Vino tersenyum dan diiringi dengan rasa syukur.
Karena Aftar belum datang ke kantor gara-gara masih menikmati masa-masa dirinya menjadi seorang suami, akhirnya Vino mengurus mitting hari ini semuanya sendirian untung saja Vino itu selalu bisa di handalkan.
Aftar dan Kinan.
Kinan baru saja selesai mandi dia sudah cantik dengan dress warna hitamnya, Kinan melihat suaminya masih meringkuk di atas tempat tidur.
"Mas, bukankah hari ini kamu harus berangkat ke kantor." Kinan duduk di tepi ranjang dan Aftar membenarkan posisinya, kini Aftar memiringkan tubuhnya sambil menyanggah kepalanya dengan satu tangannya.
__ADS_1
"Mas pingin di rumah saja," jawab Aftar sambil memegang tangan Kinan.
Kinan tersenyum, "Bangunlah, aku mau siapkan sarapan dulu!" Kinan hendak beranjak dari tempat duduknya tapi Aftar menahan tangan Kinan. "Kenapa mas?" Tanya Kinan.
Aftar tersenyum jail, lalu menunjukkan pipinya dengan jari telunjuknya. "Cium dulu, baru aku bangun." Pinta Aftar dengan begitu manja.
"Mas, tapi..." Kata-kata Kinan terpotong.
"Tapi apa? Kalau menolak apa yang suami suruh dosa loh sayang." Aftar tersenyum penuh kejailan.
"Aku malu mas." Pipi Kinan seketika menjadi merah.
"Kenapa, kan kita sudah menjadi suami istri yang sah," Jawab Aftar dengan nada lembut.
Karena tidak mau terus meladeni suaminya berdebat akhirnya Kinan mengalah. "Cupp," Kinan mencium pipi Aftar dengan lembut.
Kinan yang masih merasa canggung dan malu-malu, buru-buru dia beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kamarnya.
Aftar senyam-senyum sambil memegangi pipinya yang baru saja di cium oleh sang istri. "Ternyata punya istri itu sangat bahagia, pagi-pagi sudah dapat ciuman manja." Aftar terus tersenyum, sudah seperti orang yang tidak waras gara-gara cinta.
Sambil senyam-senyum sendiri, Aftar beranjak dari tempat tidurnya dan langsung pergi menuju ke kamar mandi untuk segera mandi.
Di dapur.
Kinan sedang sibuk di dapur dan di dapur tumben sekali sangat sepi.
"Tumben di dapur sepi sekali, kakek juga tumben belum keluar dari kamar." Kinan berbicara sendiri.
Dari Sanjaya.
"Kinan, kakek pagi ini pergi jalan-jalan bersama Pak Arif dan pulang minggu depan. Oh iya para Art juga kakek liburkan jadi kamu jaga suamimu baik-baik ya!"
"Kakek, pergi sampai minggu depan dan semua Art libur. Itu tandanya aku hanya berdua dengan Mas Aftar di rumah." Kinan kembali berbicara sendiri.
Kinan menghela nafasnya, lalu dia memulai untuk masak tapi Kinan bingung dia mau masak apa? Sedangkan di dapur hanya ada mie instan dan sayur sawi saja. "Apa hanya ada ini saja? Pasti bibi belum belanja," Kinan yang sudah membuka lemari dapur dan hendak mengambil mie instan tapi tangannya tidak sampai karena lemarinya lumayan tinggi.
"Ini aku yang terlalu pendek atau lemarinya yang ketigahan?" Kata Kinan, dia berusaha mengambil mie instan yang ada di dalam lemari dapur.
Visual Kinan dan Aftar.
Aftar yang sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya dan dia hendak melihat Kinan yang sedang masak di dapur. Aftar tersenyum tipis.
"Dasar, sudah tahu tangannya tidak sampai tapi tidak meminta bantuanku." Aftar berjalan menuju ke Kinan dan tangannya mengambil kan satu mie lalu memberikannya pada Kinan. "Ini, lain kali jika tangannya tidak sampai panggilah aku!" Aftar tersenyum dengan manis.
Kinan agak terkejut, kini dirinya menjadi salah tingkah. "Mas, kamu mengangetkanku saja," Kinan menerima mie instan dari tangannya Aftar.
__ADS_1
"Lanjutkan, aku akan menemanimu masak." Aftar berdiri di belakang Kinan sambil memeluk Kinan dari belakang.
"Mas jika kamu seperti ini, maka aku akan gerogi saat memasak." Kata Kinan sambil mengaduk-aduk mie yang sedang dia masak.
"Kenapa gerogi? Bukankah, masak bareng suami itu salah satu yang di inginkan oleh para istri," Aftar membenamkan wajahnya di leher jenjang Kinan.
Kinan merasakan geli di lehernya, karena sekali-kali Aftar mencium lehernya. "Mas, mie nya sudah matang. Kamu cobain ya!" Kinan menuang mie yang sudah matang ke dalam mangkok.
Aftar melepaskan pelukannya dan kini mereka sudah saling berhadapan, di tangan Kinan juga sudah ada mangkok berisi mie.
"Kamu, mau cobain mas?" Kinan meniup mie itu lalu meyuapkan ke mulut Aftar.
Aftar tersenyum melihat Kinan yang sedang meniup mie, lalu tiba-tiba Aftar mendekatkan mulutnya bukannya mie yang makan melainkan bibir sang istri yang dia l*mat dengan begitu nikmat.
"Emm," desah Kinan yang merasakan ciuman dari Aftar.
Setelah beberapa lama, Aftar melepaskan ciumannya. Kinan agak manyun, " Mas selalu saja kamu melakukannya tanpa meminta persetujuan dariku," Kata Kinan sambil manyun.
Aftar mengacak-acak rambut Kinan dengan lembut. "Habisan tidak tahan melihat bibir kamu yang begitu manis," Jawab Aftar sambil tersenyum.
"Kakek mengirim pesan padaku, katanya kakek pergi selama satu minggu dan para Art juga libur mas." Kata Kinan, sambil berjalan menuju ke meja makan.
Senyum Aftar semakin lebar, tentu saja otaknya sudah traveling kemana-mana.
"Ini kesempatan yang bagus, aku yakin pasti kakek sengaja pergi satu minggu agar aku bisa berduaan dengan istrinya," Batin Aftar dalam hatinya.
Kini mereka sudah duduk di ruang makan dan Aftar sedang menikmati mie instannya.
"Sayang, kakek sedang pergi selama satu minggu apa itu tandanya kita bisa bersenang-senang selama berduaan di rumah?" Aftar menatap Kinan dengan tatapan penuh arti.
"Mas..." Kinan malu-malu, pipinya tampak merah merona.
"Apa? Jika mas melakukan tugas mas sebagai seorang suami, apa kamu sudah siap sayang?" Tanya Aftar, tatapannya semakin dalam pada Kinan.
"Maksud mas, tugas yang seperti apa? Bukankah uang bulanan sudah mas berikan." Jawab Kinan yang tidak tahu maksud sang suami.
"Kamu itu terlalu polos sayang, nanti malam kamu akan tahu." Aftar mengacak-acak rambut Kinan dengan lembut.
"Nanti malam?" Kinan semakin bingung.
Aftar hanya menganggukkan kepalanya, lalu berpamitan pada Kinan dan dia langsung berangkat ke kantor sedangkan Kinan masih sibuk dengan pikirannya.
"Nanti malam Mas Aftar, mau ngapain?" Tanya Kinan pada dirinya sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊