
Malam menunjukkan pukul 7 malam, Kalandra sudah pulang dari cafenya, dia sengaja pulang lebih awal karena Kimmy memintanya pulang lebih awal.
Kalandra langsung masuk ke dalam kamar, dia melihat istrinya hanya duduk di atas ranjang tempat tidur sambil membaca novel terbaru yang judulnya "Alina Wanita Hebat"
"Mas sudah pulang, peluk dulu! Kimmy merindukan mas," dengan manjanya Kimmy berbicara seperti anak kecil yang sedang merindukan papanya.
Kalandra tersenyum gemas, lalu dia langsung memeluk istri tercintanya ini. "Mas juga sangat merindukanmu, kamu sudah makan malam?" tanya Kalandra di sela-sela pelukannya.
"Belum, Kimmy pingin makan di suapin sama mas," lagi-lagi Kimmy bersikap begitu manja.
"Tunggu mas mandi dulu!" Kalandra mencium kening Kimmy, lalu mengacak-acak rambut Kimmy dengan lembut.
Sambil menunggu Kalandra mandi, Kimmy kembali fokus dengan buka novel keluaran terbaru yang ceritanya tentang drama rumah tangga yang begitu seru.
"Buat yang penasaran dengan ceritanya, baca yuk karya baru Author judulnya Alina Wanita Hebat, di cerita ini suaminya Alina yang kaya raya begitu pelit, ceritanya bagus!" batin Kimmy dalam hatinya.
Setelah beberapa lama akhirnya Kalandra selesai mandi, dia langsung berganti pakaian dan langsung mengajak Kimmy untuk pergi makan malam.
Di ruang makan sudah ada Aftar dan Kinan sedangkan Melly dan Kenzo belum pulang dari kantor.
"Mama, Kak mana?" tanya Kalandra, dia menarik satu kursi untuk duduk Kimmy, lalu menarik satu lagi untuk duduk dirinya sendiri.
"Belum pulang dari kantor, kalian makan dulu saja! Kimmy, kamu yang banyak ya nak!" kata Kinan dengan nada lembut.
Baru di omongin tiba-tiba dua sejoli yang begitu m*s*m pulang, mereka tidak masuk ke kamar lebih dulu, kini Kenzo dan Melly langsung duduk di kursi meja makan untuk ikut bergabung makan malam dengan semua keluarga.
"Kalian tidak mandi lebih dulu?" tanya Kinan pada anak dan menantunya itu.
"Makan dulu saja ma, Ken sudah lapar sekali." Jawab Kalandra, Melly mengambilkan makan untuk suaminya.
Kimmy juga melakukan hal yang sama, Kinan dan Aftar sama-sama tersenyum karena kedua anak mereka dan kedua menantunya begitu rukun.
Kini mereka menikmati makan malam bersama dengan begitu nikmat.
Setelah selesai makan malam, Kinan dan Aftar langsung masuk ke dalam kamar. Kimmy dan Melly juga langsung masuk ke dalam kamar.
Kini Kalandra dan Kenzo sama-sama duduk di ruang tengah.
"Kak, aku mau bicara dengan kakak." kata Kalandra, tumben-tumbenan dia begitu serius.
"Kamu mau bicara apa? Jangan menatapku seperti itu!" tanya Kenzo, sungguh tatapan Kalandra ini membuat dirinya agak gimana gitu.
Kalandra malah senyam-senyum, kali ini senyum Kalandra membuat Kenzo merasa jijik, mungkin Kalandra ini sudah mulai gila.
__ADS_1
"Berhentilah tersenyum, katakan mau tanya apa?" tanya Kenzo, tatapan matanya begitu garang pada Kalandra.
"Kakak, rencana mau punya anak berapa?" tanya Kalandra, yang membuat Kenzo yang sedang minum hampir saja tersedak.
"Apa-apaan dia ini? Satu satu saja belum brojol, ini malah nanya mau punya anak berapa? Bisa ngamuk Melly," batin Kalandra dalam hatinya.
"Kalan, ada baiknya kamu jangan tanyakan hal seperti ini pada Kimmy! Atau Kimmy akan menyuruh kamu tidur di sofa, percaya deh sama aku!" Jawab Kenzo, kalau masalah pertanyaan seperti ini benar-benar Kenzo hindari atau macan cantiknya akan marah dan menerkamnya.
"Iya kalau di terkam di atas ranjang, aku juga gak bakal nolak, tapi ini disuruh tidur sama guling," batin Kenzo dalam hatinya.
Kalandra malah menatap Kenzo dengan tatapan bingung.
"Kenapa kak? Bukankah dalam rumah tangga, pertanyaan seperti itu wajar?" Kalandra memasang wajah bingung, kali ini tatapan matanya begitu polos.
Seperti inilah kalau masih usia muda tapi udah ngebet pingin kaw*n, yang di pikirkan hanya membuat adonan dan adonan saja.
"Wajar saja, tapi tunggu kecebongmu lahir dulu, biarkan dia berusia 2-3 tahun dulu, baru kamu mulai produksi lagi!" tutur Kenzo, karena tidak mau kalau sampai adiknya kena semprot dari istrinya.
"Sudahlah, aku kira kamu ngomongin apaan? Ternyata masalah produksi anak saja, mending aku airin ladangku saja!" Kenzo berlalu pergi, dia langsung menuju ke kamarnya dan Kalan hanya berdiri sambil menatap kepergian sang kakak.
"Aku juga mau bajak sawahku sajalah, biar makin subur," batin Kalandra dalam hatinya.
Kenzo membuka pintu kamarnya, dia melihat Melly ternyata sudah tidur nyenyak.
Akhirnya Kenzo bergegas untuk mandi, setelah selesai mandi Kenzo berganti baju tidur dan langsung tidur di samping Melly.
Kalandra cengar-cengir melihat Kimmy yang masih sibuk dengan film drama yang di tonton olehnya.
"Sayang, laptop kamu pegang-pegang terus, tapi mas kamu cuekin," kata Kalandra, yang merasa iri karena Kimmy dari tadi sibuk dengan laptopnya.
Iya Kimmy sedang menonton film drama kesukaannya, kalau sudah nonton film drama pasti suami saja kadang Kimmy lupakan. Dasar Kimmy, untung Kalandra sabar.
"Ih mas, bukannya tadi mas ada urusan dengan Kak Ken," jawab Kimmy. Matanya terus fokus dengan laptopnya.
Bahkan kali ini wajah cantik Kimmy tiba-tiba menjadi geram.
"Lihat, dasar laki-laki br*ngs*k, wanita secantik Evelin di selingkuhin."
"Ini kalau dia suamiku, jangan harap aku mau tidur dengan dirinya lagi."
"Aku akan usir dari rumah, kalau perlu aku akan meminta cerai dari suami seperti itu."
Kimmy mengomel pada laptopnya, Kalandra hanya bisa geleng-geleng kepala, seperti inilah gilanya istrinya kalau sudah nonton drama ya begitulah, sampai seperti orang tidak waras marah-marah sendiri tidak jelas.
__ADS_1
Kalandra berjalan ke ranjang tempat tidur, dia duduk di sebelah Kimmy.
"Sayang, itukan hanya di film drama, lagian suamimu yang tampan ini tidak seperti laki-laki di drama itu yang begitu br*ngs*k," sahut Kalan dengan nada lembut, tapi takut juga di jambak sama Kimmy.
"Jika mas seperti laki-laki, aku tidak akan segan-segan memotong b*r*ng perkutut mas, biar mas tidak punya b*r*ng lagi!" tandas Kimmy dengan tegas, tatapan matanya juga terlihat semakin kesal.
Kalandra langsung diam, dia membayangkan jika dirinya tidak punya b*r*ng lagi, entah bagaimana cara dia bertahan hidup? Lalu tiba-tiba Kalandra tertawa, sungguh istrinya ini memang sudah tidak waras gara-gara film drama yang sering dia tonton itu.
"Sayang, sebelum kamu melakukan itu, mas pingin bajak sawah mas dulu," Kalandra mengambil laptop yang ada di pangkuan Kimmy, lalu menyingkirkan laptop itu ke atas nakas meja dekat tempat tidurnya.
"Mas, aku lagi nonton....."
"Lanjutkan nanti saja!" Kalandra tidak membiarkan Kimmy berbicara lebih lanjut, dia langsung ******* bibir Kimmy dengan kasar.
"Mas.....!"
"Hush, diamlah! Jangan marah-marah terus!" Kalandra enggan melepaskan ciumannya dan dia malah memperdalam ciumannya dengan semakin nikmat.
Kimmy mulai membuka mulutnya, dia membiarkan suaminya menelusuri rongga mulutnya. "Ahhhccchh....." Kimmy mend*s*h manja.
Kalandra terus melanjutkan aksinya, satu persatu Kalandra mulai menanggalkan pakaian miliknya, kini Kalandra sudah sepolos toples dan dia membuka baju tidur Kimmy, hingga Kimmy sepolos toples juga.
Dua g*n*ng kembar milik Kimmy terlihat begitu menggoda, tanpa menunggu lama Kalandra langsung menyusu layaknya anak bayi yang sedang kehausan.
Bahkan Kalandra mengh*s*p p*t*ng Kimmy dengan kuat, membuat Kimmy agak merintih manja.
Kini permainan itu semakin panas, hingga keduanya sama-sama merasakan sentuhan kenikmatan yang begitu luar biasa.
D*s*h*n dan er*ng*n saling bersautan, b*r*ng perkutut Kalandra juga sibuk membajak sawah milik Kimmy.
Hingga beberapa lama, akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya.
Kalandra yang merasa lelah, dia langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Kimmy. Seperti biasanya, Kalandra tidak lupa memberikan ciuman hangat di kening Kimmy.
Setelah beberapa lama mereka beristirahat, tiba-tiba Kimmy mencium bibir Kalandra dengan hangat.
"Mas, Kimmy mau lagi, tadi masih kurang," kata Kimmy terlihat nakal tapi polos.
Kalandra tersenyum senang, tidak biasanya kan istrinya meminta jatah lebih dari satu kali, akhirnya mereka kembali melakukan pergelutan manja di atas tempat tidur.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1