Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Reuni mantan


__ADS_3

"Kinan...." Panggilnya.


Kinan dan Aftar sama-sama menoleh.


"Kamu?" Cetus Aftar dan Kinan secara bersamaan, tatapan mata Aftar seketika menjadi garang.


"Apa mereka berdua janjian? Dari tadi Kinan menyebut-nyebut nama Arga terus dan orangnya tiba-tiba muncul di hadapannya, sudah seperti jin saja." Batin Aftar dalam hatinya.


Vira tersenyum begitu manis pada Kinan, Kinan juga membalas senyum Vira. " Apa kabar?" Tanya Vira pada Kinan.


"Baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya?" Kinan bertanya balik pada Vira.


"Aku juga baik, oh iya kenalkan nama aku Vira. Sebelumnya kan kita belum pernah kenalan." Vira mengulurkan tangannya dan Kinan menerima uluran tangan Vira. "Aku Kinan," kata Kinan sambil tersenyum.


"Kita boleh ikut gabung duduk?" Tanya Vira, biarpun dia masih belum rela kalau Arga bertemu dengan Kinan tapi Vira juga ingin menjalin hubungan yang baik dengan Kinan.


"Silahkan." Jawab Kinan, Aftar melirik Kinan dengan tatapan penuh rasa kesal.


"Apa-apaan Kinan ini, kenapa dia tidak meminta izin dulu padaku." Batin Aftar dalam hatinya.


Aftar berasa jadi patung karena merasa tidak di anggap, di tanyakan pendapat saja tidak sama Kinan. Aftar memakan somaynya dengan kasar, kali ini rasanya ingin sekali memakan orang.


Vira sudah duduk di sebelah Kinan dan Arga duduk di sebelah Aftar. Arga menatap Aftar dengan tatapan begitu lembut dan sangat tenang tapi Aftar malah membalas tatapan Arga dengan tatapan tidak suka.


"Dasar suami Kinan, aku tidak akan merebut Kinan darimu tapi raut wajahmu begitu menyebalkan," batin Arga dalam hatinya.


Vira sudah memesan dua porsi somay dan es jeruk untuk dirinya dan sang suami.


"Kinan, tidak aku sangka kita bertemu di sini ingat sekali dulu kita sering menghabiskan waktu di sini berdua," tutur Arga membuat Aftar semakin menatapnya dengan kesal.


"Apa-apaan dia, apa dia sudah bosan hidup?" Batin Aftar dalam hatinya.


Kinan tersenyum simpul. "Itu hanya masa lalu, sekarang kita sudah bahagia dengan keluarga kecil kita masing-masing," jawab Kinan dia tidak mau mengingat masa lalunya dengan Arga.


Seketika Aftar tersenyum, lalu tangannya meraih tangan Kinan. "Kita sudah bahagia ya sayang," tegas Aftar dengan sengaja agar Arga tidak macam-macam dengan istrinya.


"Iya kita sudah bahagia," jawab Kinan dengan senyum lembut di bibirnya.

__ADS_1


Vira tersenyum dalam hati Vira rasanya aku bahagia sekali melihat Kinan bahagia dengan suaminya. Jadi aku tidak perlu kawatir lagi memikirkan Arga akan kembali pada Kinan, lagian aku juga sekarang sudah hamil anaknya Arga.


Pesanan Arga dan Vira datang, mereka juga menikmati somay pesanan mereka dengan begitu nikmat.


"Syukurlah, aku doakan mudah-mudahan keluarga kecil kalian selalu bahagia," kata Vira sambil tersenyum pada Kinan.


Arga juga tersenyum pada Kinan, dia juga merasa bahagia akhirnya Kinan menemukan kebahagiaannya.


"Kalian juga mudah-mudahan bahagia," jawab Kinan dengan senyum bahagianya.


Kini mereka asik mengobrol sambil menikmati somay mereka, tiba-tiba Arga melihat ke arah Kinan.


"Kinan, tumben makan somay disini?" Tanya Arga tiba-tiba.


"Suamiku pingin makan somay tiba-tiba, kamu sendiri tumben makan somay disini?" Kinan berbalik tanya pada Arga, tatapan mata Aftar sungguh di penuhi dengan perasaan cemburu somay yang ada di piring juga sudah berantakan tidak jelas karena Aftar mengobrak-abriknya tidak jelas.


"Haruskah mereka terus mengobrol, sudah seperti reuni mantan saja." Batin Aftar dalam hatinya.


"Istriku ngidam, dia pingin makan somay jadi aku aja dia kemari." Jawab Arga, dia tahu Aftar menatapnya dengan tatapan tidak suka tapi Arga sengaja terus mengobrol dengan Kinan.


"Kinan, lihat suamimu tatapan wajahnya begitu garang seperti singa yang mau menerkam mangsanya," Arga tertawa dalam hatinya.


Tidak ada yang menyangka kalau Kinan dan Arga akan bertemu di tukang somay langangan mereka dulu. Menurut Aftar ini bagaikan reuni mantan yang terduga, bahkan karena pertemuan tidak sengaja ini Aftar merasa cemburu dan rasanya ingin cepat-cepat pulang.


Aftar yang seketika sudah tidak berselera makan, dia buru-buru mengajak Kinan pulang karena tidak mau Kinan terus mengobrol dengan Arga.


"Sayang, kita pulang sekarang! Aku sudah kenyang," ajak Aftar dan Kinan langsung menuruti apa kata suaminya.


"Vira, Arga, kita duluan ya." Pamit Kinan, dia sebenarnya merasa tidak enak tapi mau bagaimana lagi Aftar sudah mengajaknya untuk pulang.


"Pasti Mas Aftar cemburu, padahal jelas-jelas Arga sudah punya istri secantik Vira." Batin Kinan dalam hatinya.


Setelah berpamitan Kinan dan Aftar buru-buru pergi dari tempat itu, tapi sebelum pergi Aftar membayar somay pesannya dan sekalian punya Arga dan Vira.


Aftar dan Kinan langsung naik ke dalam mobil, Aftar menyalakan mesin mobilnya lalu segera pulang menuju ke rumahnya.


Setelah Kinan dan Aftar pergi, Arga dan Vira sama-sama melempar senyum.

__ADS_1


"Apa, kamu cemburu aku mengobrol dengan Kinan?" Tanya Arga dengan tatapan penuh cinta.


"Tidak sayang, aku tahu kamu sudah tidak punya perasaan apa-apa pada Kinan, jadi apa salahnya mengobrol?" Jawab Vira dengan senyum begitu tulus.


Biarpun Vira usianya selisih beberapa tahun depan Arga. Tapi Vira itu terhitung dewasa dalam menyikapi semua hal.


____


Sesampainya di rumah, Aftar duduk di sofa sambil memayunkan bibirnya. Sungguh Kinan ingin tertawa tapi takut Aftar semakin kesal pada dirinya.


Kinan paham suasana hati suaminya saat ini sedang tidak baik gara-gara tadi bertemu dengan Arga.


"Sayang, kamu cemburu ya." Godanya dengan begitu jail, jari-jarinya menyentuh pipi Aftar dengan begitu hangat.


"Jangan menyentuhku!" Aftar merajuk membuat dirinya terlihat begitu imut.


Sungguh Kinan tidak menyangka Aftar yang dulunya sedingin es batu, kini bisa cemburu dengan manja seperti saat ini.


"Tapi aku pingin menyentuhmu," Kinan mendaratkan bibirnya dia menciumi pipi Aftar dengan gemas.


Tapi Aftar tetap tidak bergeming perasaannya masih di penuh dengan rasa cemburu.


"Jangan cium aku!" Aftar memalingkan wajahnya dari dan kini posisi duduknya menjadi membelakangi Kinan.


Kinan terus berusaha membujuk Aftar, dia memeluk Aftar dari belakang.


"Sayang, kamu tidak berangkat ke kantor lagi?" Tanya Kinan dan Aftar hanya geleng-geleng kepala.


"Buat apa berangkat? Rasanya sudah males ke kantor." Batin Aftar dalam hatinya.


"Sungguh tidak mau bicara padaku? Aku hanya mencintai suamiku," Kinan terus membujuk Aftar dengan penuh niat.


"Kamu senangkan bisa mengobrol dengan Arga?" Tanya Aftar, dia masih memayunkan bibirnya.


"Mass, aku...."


BERSAMBUNG ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia ๐Ÿค—


Maaf ya baru update, seharian baru pegang hp gara-gara sibuk banget๐Ÿ™


__ADS_2