
Jam menunjukkan pukul 9 pagi, akhirnya setelah selesai dengan hukuman yang tertunda itu Kenzo dan Melly akhirnya keluar dari dalam kamar mereka.
Kimmy yang sedang duduk sendirian di sofa ruang tengah, dia bengong melihat kakak dan kakak iparnya sesiang ini baru keluar dari dalam kamar mereka.
"Kak Melly, jam segini sudah mandi basah, sungguh mereka seperti pengantin baru saja," batin Kimmy dalam hatinya.
Kimmy tersenyum kecil, kali ini tatapan matanya tertuju pada Kenzo.
"Kak Kenzo juga jam segini baru mandi, fix mereka pasti habis ehem-ehem deh mereka," Kimmy tertawa dalam hatinya.
Dalam hatinya meronta-ronta rasanya ingin sekali buru-buru malam lalu menghabiskan waktu bersama suaminya, tapi seketika Kimmy ingat kalau dia dan suaminya sedang berperang dingin gara-gara masalah game tadi malem.
"Kimmy, kok sendirian?" tanya Melly.
"Mas Kalan sudah berangkat ke cafe kak," jawab Kimmy sambil asik menonton televisi.
"Tumben, memangnya ini jam berapa?" sambung Kenzo, badannya rasanya sakit semua karena pergelutan tadi dengan istrinya.
Melly menelan ludahnya dengan kasar, sungguh apa suaminya ini sudah gila? Dia bertanya sekarang jam berapa? Jelas-jelas matahari dari arah timur juga sudah berpindah entah kemana? Tentunya ini sudah tidak pagi lagi, tapi entah Kenzo itu kadang kalau bertanya suka asal jeplak saja.
"Kak Ken, sekarang sudah jam 9 lewat," jawab Kimmy dan Melly hanya bisa tersenyum malu pada adik iparnya itu.
"Suamiku apa karena tadi kamu tiba-tiba menjadi b*d*h?" batin Melly dalam hatinya.
Melly langsung menarik tangan suaminya, karena tidak ingin Kenzo berbicara lebih lagi atau Melly akan semakin malu di hadapan Kimmy.
"Mas, kamu harus berangkat ke kantor, cepatlah nanti kamu terlambat!" suruh Melly tangannya memegang tangan Kenzo dengan kuat.
Melly terus menarik tangan Kenzo sampai ke depan rumahnya.
"Mas, kamu membuatku malu pagi-pagi seperti ini."
"Entah, apa yang akan di pikiran oleh Kimmy?"
"Iya pasti Kimmy memikirkan hal yang sewajarnya, lagian dia juga sudah menikah, suami-istri pagi-pagi sudah mandi basah ya dia juga tahu sayang, apa habis kita lakukan?" bisik Kenzo di telinga Melly, Melly menggelidik kesal sambil menatap Kenzo dengan garang.
"Sudahlah mas cepat pergi ke kantor, lain kali kalau mau memberikan hukuman jangan di pagi hari seperti ini, mas juga jangan menyuruh aku mandi basah di pagi hari seperti ini!"
__ADS_1
Melly terus berceloteh seperti burung beo yang belum di kasih makan.
"Aish jelas-jelas tadi waktu mandi di yang basahi rambutnya sendiri, ini malah aku yang di salahkan, laki-laki itu tempatnya salah dan wanita itu selalu benar," batin Kenzo dalam hatinya.
"Sayang, kan katanya kita mau shopping, lah buat apa mas ke kantor?" tanya Kenzo, lagian dia juga lagi males ke kantor.
"Lalu Kimmy sama siapa?" tanya Melly, dia juga tidak tega jika Kimmy di rumah sendirian.
"Ajak saja, kita pergi shopping bertiga saja!" Kenzo malah menyandarkan tubuhnya pada tembok sambil melipat kedua tangannya ke dada.
Akhirnya Melly mengangguk daripada nanti acara shopping nya batal, jadi ya mending turuti saja apa kata suaminya.
Kenzo dan Melly kembali masuk ke dalam rumahnya lagi, sesampainya di ruang tengah Kimmy menatap mereka dengan tatapan bingung.
"Ada apa kak?" tanya Kimmy pada mereka berdua yang malah ikut duduk menonton televisi.
"Aku mau shopping, kamu mau ikut tidak?" tawar Melly, seketika mata Kimmy teralih dari televisi lalu melihat ke arah Melly.
"Kakak dengan senang hati aku akan ikut," jawab Kimmy dengan antusias. Lagian di rumah juga sendirian mending ikut shopping.
"Kimmy saatnya kita bantuin Kak Melly untuk menghabiskan uang suaminya dengan baik," batin Kimmy dalam hatinya.
"Tidak usah kak, kan perginya sama kalian berdua ini, pasti Mas Kalan tidak apa-apa," ujar Kimmy dan di anggukin oleh Melly dan Kenzo.
"Bagaimana mau izin kak? Aku dan dia saja sedang berperang dingin, bahkan dari pagi kita saja tidak saling bicara," gumam Kimmy dalam hatinya.
Akhirnya mereka langsung berangkat ke sebuah mall mewah yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka, Kenzo juga menyetir sendiri, Melly duduk di sebelahnya, sedangkan Kimmy duduk di jok belakang.
"Kim, kira-kira anak kamu perempuan atau laki-laki?" tanya Melly antusias.
"Sepertinya perempuan kak, soalnya anteng sekali di dalam, sudah gitu dia sangat manja pada papanya," jawab Kimmy, berharap anaknya perempuan.
"Bayangkan saja kalau kita punya anak kembar, pasti akan lucu," Melly malah sibuk dengan bayangannya yang begitu indah.
Kenzo yang sedang menyetir hanya bisa bergumam dalam hatinya. "Sayang, aturan kalau kamu mau anak kembar kamu bilang, kan kita bisa proses lebih dulu."
Kini setelah menempuh perjalanan beberapa lama akhirnya mereka sampai di mall mewah tujuan mereka.
__ADS_1
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam mall, kali ini Kenzo seperti laki-laki yang beristri dua karena mendampingi dua wanita yang sedang hamil.
Orang-orang yang ada di mall itu juga beranggapan Melly dan Kimmy adalah istrinya Kenzo.
"Lihat, laki-laki itu, hebat ya masih muda istrinya sudah dua."
"Iya bahkan kedua istrinya itu sedang hamil."
"Bayangkan saja, mungkin mereka membuat adonannya secara bersamaan."
"Istrinya cantik-cantik."
"Mereka juga terlihat begitu akrab, jadi pingin punya istri dua juga."
Para pengunjung mall banyak yang bergunjing tentang Kenzo, padahal mereka tidak kenal dengan Kenzo, Melly dan Kimmy. Tapi begitulah mulut manusia mereka suka sekali berasumsi dengan pikirannya mereka sendiri-sendiri.
"Mas, ayo kita lihat baju-baju bayi!" ajak Melly dan di anggukin oleh Kimmy dengan antusias.
"Sayang, itu tunggu setelah acara 7 bulanan ya! Karena kata mama jangan membeli apa-apa dulu sebelum kandungan kamu 7 bulan," jawab Kenzo dengan nada lembut.
Seketika raut wajah Melly dan Kimmy agak sedih, tapi mereka juga tahu kalau apa yang di katakan oleh orang tua itu harus di ikuti.
Akhirnya Melly dan Kimmy langsung mengajak Kenzo ke tempat pakaian wanita hamil, karena inilah yang mereka butuhkan.
Setelah membeli beberapa pakaian hamil, mereka berdua mengajak Kenzo ke tempat tas dan make-up.
Kenzo juga hanya menuruti kedua wanita hamil itu, dia hanya bisa patuh dan tidak menolak sedikitpun dengan keinginan mereka.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai berbelanja, akhirnya mereka pergi makan siang terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.
Hari ini Kenzo sungguh berasa punya dua orang istri, apalagi Kalandra yang tidak ikut dengan mereka, itu membuat Kenzo benar-benar pusing. "Bayangkan saja jika aku sungguh punya istri dua, pasti hidupku tidak akan tenang," gumam Kenzo dalam hatinya.
Hari semakin siang, akhirnya mereka pulang ke rumah, sesampainya dirumah, Kenzo dan Melly melihat seorang laki-laki muda sedang berbicara dengan Caca.
"Itu siapa Mell? Yang sedang mengobrol sama mama?" tanya Kenzo dan Melly menggeleng kan kepalanya karena tidak tahu laki-laki itu siapa?
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia