
Matahari sudah terbit tapi Melly masih bergulat manja di atas tempat tidur. Sedangkan Kenzo sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya untuk berangkat ke kantor.
"Kamu tidak berangkat ke kantor sayang?" tanya Kenzo, dia duduk di tepi ranjang dengan lembut Kenzo mencium pipi Melly.
"Malas mas, aku pingin tiduran saja, oh iya mas untuk berkas yang ada di atas meja kerja kamu, itu nanti buat meeting siang ini ya!" kata Melly, dia tetap tidak mau keluar dari dalam selimut.
Kenzo mengangguk, rasanya berat jika bekerja tanpa istrinya, tapi mau bagaimana lagi? Istri sedang malas-malasan jadi Kenzo tidak bisa berbuat apa-apa.
"Mas, sarapan dulu ya, kau buatkan." Kata Melly, dia hendak bangun dari tidurnya tapi tangan kekar Kenzo mencegahnya.
"Tidak usah sayang, nanti mas sarapan di kantor saja, kamu istirahat saja ya!" tolak Kenzo dengan nada bicara begitu lembut.
Melly mengangguk sebelum suaminya berangkat ke kantor Melly meminta Kenzo untuk memeluknya dan menghujaninya dengan banyak ciuman di wajah cantiknya.
"Cup..."
"Cup..."
"Cupp..."
"Cupp..."
"Apa sudah cukup? Nanti mas terlambat ke kantornya," tanya Kenzo tapi Melly memeluk nya dengan manja. "Tidak ada puasnya kalau bersama mas," goda Melly yang mulai nakal.
"Sayang, kamu yang mulai......"
"Apa kamu ini berniat menganggu mas, apa belum cukup semalam?"
Kenzo mendekatkan wajahnya ke wajah Melly, kali ini Melly buru-buru menjauhkan wajahnya agar Kenzo tidak sampai nyosor seperti soang, apalagi masih pagi, belum gosok gigi, aish jika mulutnya bau bagaimana? Itu pikiran Melly.
"Sana mas berangkat! Nanti terlambat," suruh Melly dan Kenzo mengangguk.
"Dasar, sekarang sudah mulai nakal," batin Kenzo dalam hatinya.
Kenzo beranjak dari tempat duduknya, lalu dia langsung berangkat ke kantor menggunakan mobil yang biasa dia gunakan.
Setelah suaminya berangkat bukannya pergi mandi, Melly malah membuka ponselnya dan asik menonton film drama.
Sesampainya di kantor Kenzo menghela nafas panjang, karena melihat Kalandra sudah berdiri di depan ruangan kerjanya.
__ADS_1
"Ada apa bocah itu? Masa iya baru di tinggal semalam, dia sudah merindukanku?" Kenzo tertawa dalam hatinya.
Kalandra melihat kakaknya yang baru datang dia malah menatap Kenzo dengan kesal.
"Hey, ada apa?" tanya Kenzo, kini dia sudah berdiri di hadapan Kalandra.
Kalandra memberikan kotak bekal yang ada di tangannya pada Kenzo. "Ini apa?" tanya Kenzo, dia menerima kotak bekal itu.
"Nasi goreng buatan mama, katanya ini harus di antarkan untuk Kak Ken tersayang," jawab Kalandra dengan begitu lucu, raut wajahnya terlihat iri padahal dia juga tadi sudah sarapan di rumah.
"Mama, lebih perhatian ke Kak Ken," batin Kalandra dalam hatinya.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Kenzo dan Kalandra mengangguk.
"Kak, aku tidak di bawakan kotak bekal sama mama, mama pilih kasih." Rajuk Kalandra, Ken langsung tertawa. "Dasar, inilah salahnya kedua orang tuaku otak masih bocah tapi di kaw*n*n," gumam Kenzo yang di dengar oleh Kalandra.
"Kakak, kok kamu bicara seperti itu?" Kalandra semakin kesal, tapi Kenzo malah tertawa.
Kenzo geleng-geleng kepala, lalu dia memberikan kotak bekal itu pada sang adik tersayang itu.
"Mama tidak pilih kasih b*d*h, mama hanya tahu kamu sudah sarapan jadi mama tidak membawakan bekal untuk kamu juga," tutur Kenzo sebagai kakak yang baik.
"Mama, hanya boleh sayang padaku!" cibirnya pada Kenzo.
Kenzo mengangguk, kadang sikap ngambekan adiknya ini masih sama seperti dulu tapi ya tidak apa-apa, lagian Kenzo juga tidak ambil pusing, Kenzo tahu Kalandra memang seperti itu tapi tenang saja mamanya menyayangi mereka berdua secara adil pastinya.
"Sana pulang!"
"Aku mau ada meeting."
"Ingat bilang pada mama, kalau bekalnya sudah aku makan!"
Kenzo mengusir Kalandra secara halus, lalu Kalandra tersenyum jail dan membawa kotak bekal itu bersama dirinya.
"Kakakku memang yang terbaik," batin Kalandra dalam hatinya.
Kini setelah Kalandra pergi, Kenzo masuk ke dalam ruangan kerjanya dan dia langsung menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang sudah menumpuk di atas meja, ada beberapa berkas juga yang harus Kenzo tanda tangani.
******
__ADS_1
Kinan, Vira, Caca, mereka sedang berkumpul kali ini mereka sedang membicarakan acara 7 bulanan untuk anak-anak mereka.
"Untuk acara 7 bulanan, nanti mau adain acara dimana Kin?" tanya Caca.
"Terserah anak-anak saja kak, oh iya kalau Kimmy kan setelah Melly ya, jadi nanti kita adakan dua kali," jawab Kinan. Karena dia tahu tidak mungkin untuk kedua menantunya itu mengadakan acara 7 bulanan secara bersamaan.
Vira yang sedang menikmati cemilan, akhirnya dia menaruh kembali cemilan itu di atas meja.
"Kalau Kimmy, nanti adakan acarnya di rumah aku saja ya!" pinta Vira, apalagi Kimmy adalah anak satu-satunya.
"Boleh Vir, kita bisa undang kerabat dan para anak yatim piatu untuk mendoakan jabang bayi di dalam perut Kimmy nanti," kata Kinan dan di anggukin oleh Vira.
"Kin, acara Melly juga ada baiknya di adakan di rumahku saja biar sama seperti Kimmy, biar tidak ada keirian di antara mereka," saran Caca dan Kinan, Vira langsung mengangguk setuju.
Betapa bahagianya karena sebentar lagi kandungan Kimmy dan Melly akan memasuki bulan ke 7 dan itu tandanya akan semakin dekat juga kelahiran cucu-cucu mereka.
Istri-istrinya sedang sibuk membicarakan acara 7 bulanan kedua menantunya, tapi suami-suami mereka malah sibuk dengan peliharaan burung-burung mereka.
"Sepertinya Mas Vino, lebih sayang sama burung peliharaannya sekarang," keluh Caca tiba-tiba.
"Sama Ca, Mas Arga juga gitu. Padahal dulu waktu mudanya bucinnya kebangetan, ini mah sudah kadaluarsa Ca," sambung Vira yang juga merasakan hal yang sama seperti Caca.
Kinan hanya tertawa kecil, lagian mending bermain burung daripada Aftar bermain dengan wanita lain. Ya biarpun Kinan dan Aftar sudah tidak muda lagi, tapi mereka kemana-mana selalu berdua.
"Mending burung atau wanita lain?" Kinan memberikan pilihan pada kedua sahabatnya, yang sekarang sudah menjadi besannya.
"Aku tidak milih keduanya, kamu tahu Kin, Mas Vino hampir setiap hari itu burung di elus-elus, lah aku yang istrinya kadang di cuekin," kata Caca terlihat raut wajah begitu kesal.
"Apalagi Mas Arga, kadang kita sampai bertengkar gara-gara burung peliharaannya itu," Vira tidak kalah kesal.
Kinan senyam-senyum, untuk membebaskan istri-istri ini dari burung-burung saingan mereka Kinan punya ide bagus.
"Kak Caca, Vira, besok kita lakukan sesuatu ya! Kita buat suami-suami kita tidak main burung terus!" saran Kinan, otaknya sudah punya ide cemerlang.
Kinan, Caca dan Vira langsung tos penuh dengan, entah apa yang akan di lakukan mereka pada burung-burung peliharaan suami-suami mereka?
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1