
Malam menunjukkan pukul 9 malam, Kenzo baru saja keluar dari ruangan kerjanya karena tadi banyak sekali kerjaan yang harus Kenzo urus di tambah Dika juga membuat masalah, akhirnya malam ini Kenzo pulang malam.
Padahal biasanya jam 7 malam sudah sampai di rumah.
"Pak Ken...." sapa Dika, terlihat tatapan wajahnya tidak suka pada Kenzo.
"Iya, saya duluan." Jawab Kenzo yang berlalu pergi begitu saja.
Kini Kenzo langsung mengendarai mobilnya menuju ke rumah. Dika juga langsung pulang.
Melly terlihat gusar apalagi sudah jam 9 malam suaminya belum juga pulang, padahal biasanya sudah sampai di rumah dari jam 7.
"Mas Ken itu kemana?"
"Kenapa dia tidak memberikan kabar padaku? Jelas-jelas biasanya dia menelpon."
Melly duduk di tepi ranjang, dia melihat bunga lili itu sambil tersenyum dan bunga mawar merah yang ada di meja riasnya.
"Mas, kamu itu ya kirim bunga aturan di kasih nama kamu, pesan romantis, ini bunga lili malah tidak ada nama pengirimnya," batin Melly dalam hatinya.
Melly beranjak dari tempat duduknya, lalu dia mengambil dua buket bunga itu dari meja rias miliknya. Melly membawa kedua bunga itu ke atas ranjang tempat tidur lalu menaruh kedua buket bunga itu di atas kasur.
"Biar Mas Ken tahu, kalau aku itu bahagia di kirimin buket bunga seperti ini," kata Melly terlihat matanya berbinar senang.
Setelah beberapa lama akhirnya Kenzo sampai di depan rumah, Kenzo langsung masuk ke dalam kamar.
Kenzo melihat Melly sedang tersenyum melihat dua buket bunga yang ada di atas ranjang tempat tidurnya.
"Mas sudah pulang...." Melly langsung memeluk Kenzo dengan erat.
"Sudah sayang, kamu sudah makan malam?" tanya Kenzo, kawatir takut Melly belum makan.
"Sudah mas, terimakasih kiriman bunganya mas, aku suka sekali dengan bunga mawar merah dan bunga lili yang kamu kirimkan itu, aturan kamu tulis dengan pesan romantis ini malah kamu tidak ada nama pengirimnya juga," celoteh Melly sambil terus memeluk Kenzo.
Kenzo menatap kedua bunga itu, dia tampak kesal, apalagi dia tidak pernah mengirimkan bunga lili untuk istrinya.
"Tidak ada nama pengirimnya, lalu bunga lili itu dari siapa?" tanya Kenzo dalam hatinya.
__ADS_1
Hati Kenzo menggebu-gebu, sungguh ini ulah siapa lagi?
"Yang tahu Melly suka bunga lili hanya aku tapi itu siapa yang mengirimkannya untuknya?" Kenzo terus bertanya dalam hatinya.
"Besok sayang, aku tulis, lain kali kalau ada buket bunga tidak ada nama pengirimnya kamu jangan terima ya!" tutur Kenzo, sambil melepaskan Melly dari pelukannya.
Melly hanya mengangguk, lalu Kenzo mencium kening Melly dengan hangat.
"Istirahatlah, mas mandi dulu," kata Kenzo dan Melly mengangguk.
Kini Melly membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sedangkan Kenzo pergi mandi lebih dulu.
Setelah beberapa lama akhirnya Melly terlelap tidur, Kenzo juga baru saja selesai mandi dan dia langsung berganti pakaian tidur.
Kenzo duduk di tepi ranjang, lalu dia menyingkirkan dua buket bunga yang ada di atas ranjang itu ke meja rias istrinya.
"Siapa yang memberikan buket bunga lili ini? Sungguh, ini pasti ada seorang yang sedang berniat jahat."
"Aku harus mencari tahu siapa orangnya?"
"Apakah dia yang memberikan buket bunga itu?" batin Kenzo dalam hatinya.
"Ken, kamu harus mencari tahunya lebih dulu, kamu tidak boleh gegabah menuduh orang sembarangan!"
"Jika benar Dika adalah orangnya, jangan harap dia akan selamat!"
Kenzo begitu kesal dalam hatinya, sungguh rasanya tidak rela sekali karena istrinya mendapatkan kiriman buket bunga dari laki-laki lain.
Kenzo kembali menatap wajah cantik Melly yang sedang tidur dengan lembut Kenzo membelai pipi Melly. "Sayang, mas sangat mencintaimu, mas tidak rela jika ada laki-laki lain yang merebut kamu dari mas," batin Kenzo dalam hatinya.
Kenzo membaringkan tubuhnya di samping Melly, lalu dia memeluk Melly dengan erat seolah-olah tidak ingin kehilangan istri tercintanya itu.
*****
Pagi hari yang begitu cerah kini Kenzo sudah berangkat ke kantor, seperti pagi kemarin Ken mampir ke toko bunga untuk membelikan satu buket mawar merah untuk istrinya lagi.
Sesampainya di toko bunga, mata Ken terarah kesana-kemari dia melihat-lihat apakah Dika juga membeli buket bunga di toko yang sama, karena arah kantornya ya hanya toko bunga ini yang terdekat dari arah kantornya dan tentunya searah dengan jalan ke kantor.
__ADS_1
"Maaf Nona, apa ada seorang laki-laki muda yang membeli buket bunga lili kemarin?" tanya Kenzo pada gadis yang bekerja di toko bunga itu.
"Maaf pak, untuk yang membeli buket bunga lili dari kemarin ada beberapa orang dan itu semua anak-anak muda," jawab gadis pelayan toko itu.
Kenzo terdiam, mungkin jika tidak menunjukkan fotonya ya gadis pelayan toko bunga ini pasti tidak akan tahu.
"Oh gitu, terimakasih Nona, untuk bunga pesanan saya di kirim ke alamat yang kemarin ya nona!" pinta Kenzo, lalu dia buru-buru membayar buket bunga pesannya dan langsung pergi ke kantor karena ada meeting penting.
Kenzo masih memikirkan siapa yang mengirimkan buket bunga lili kepada istri tercintanya itu?
Detik demi detik berlalu, jam demi jam berlalu Kenzo kini sedang di sibukkan dengan meeting hari ini, Dika juga ikut bersamanya.
Dari tadi Kenzo terus memperhatikan Dika tapi Dika tidak menunjukkan sesuatu yang menurut dirinya mencurigakan.
Kenzo hanya diam karena dia juga tidak mungkin menuduh Dika tiba-tiba sebelum Kenzo menemukan bukti-bukti yang akurat.
Seperti hari kemarin Melly mendapatkan kiriman buket bunga dan lagi-lagi kiriman bunga itu datang dengan waktu yang bersamaan, masih sama seperti kemarin yang datang buket bunga mawar merah itu dari Kenzo dan buket bunga lili tidak ada kartu ucapan jadi Melly lagi-lagi mengira itu semua dari suaminya.
Melly senyum-senyum sambil memegang kedua bunga itu, Kimmy yang dari tadi melihat Melly, Kimmy juga ikut tersenyum.
"Cie dapat kiriman buket bunga...." ledek Kimmy sambil tersenyum, entah kapan Kalandra juga akan bersikap romantis seperti kakak iparnya?
"Iya dong, aku dapat dua nih...." jawab Melly, matanya terlihat berbinar senang.
Kini Kimmy dan Melly sama-sama duduk di kursi depan.
"Kak, tumben Kak Ken romantis sekali," tanya Kimmy, karena ini tidak biasanya.
"Ini semua karena dia cemburu, akhirnya dia berubah menjadi romantis seperti sekarang ini," sahut Melly sambil senyam-senyum.
Seketika Kimmy juga ikut senyam-senyum, kali ini dia juga punya ide yang bagus agar suami dia juga bisa romantis seperti kakaknya.
Entah apa yang akan Kimmy lakukan?
BERSAMBUNG
terimakasih para pembaca setia
__ADS_1