Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Satu minggu telah berlalu


__ADS_3

Hingga hari demi berlalu, kini sudah 7 hari berlalu. Tapi suasana sedih itu terkadang masih menghampiri hati mereka, hanya saja mereka berusaha iklhas dan kuat. Berharap mendiang Herlin disana tenang.


Kalandra kembali aktif membuka cafe miliknya, setelah beberapa dia tutup karena ada masalah di cafenya.


Kini Kalandra sudah berada di cafenya, Kalandra terlihat bahagia karena akhirnya cafe yang dia bangun bisa di buka kembali.


Kini semua pelayan cafe juga terlihat bahagia karena akhirnya mereka bisa kembali bekerja.


"Setelah sekian lama, akhirnya bisa buka kembali, Revan, kamu adalah orang yang aku percaya maka bantulah aku mengurus cafe ini dengan baik," kata Kalandra sambil menepuk pundak Revan dengan pelan.


"Siap bos, mari kita kembali kembangkan cafe ini!" jawab Revan penuh semangat.


Kini semuanya masuk ke dalam cafe, semuanya sibuk bersih-bersih, bahkan para pelayan juga mengecek bahan-bahan makanan dan menganti semuanya dengan yang baru.


Kalandra tersenyum bahagia, akhirnya cafe yang dia bangun sendiri dari nol, kini sudah kembali buka.


Kalandra juga ikut sibuk membantu para pegawainya bersih-bersih.


******


Kenzo dan Melly sama-sama sedang di kantor, iya Melly masih aktif menjadi sekretaris sang suami. Ya biarpun Melly kerjaannya lebih sering tidur tapi Kenzo tidak mempermasalahkan itu.


Kenzo terlihat sibuk bekerja, tapi ibu hamil satu ini dari tadi kerjaan hanya makan saja.


"Sayang, pipimu semakin hari semakin menggemaskan," ledek Kenzo yang melihat pipi Melly terlihat semakin tembem.


Melly hanya tersenyum karena kehamilan pertamanya ini benar-benar gampang lapar sekali, bahkan akhir-akhir ini Melly bisa makan sehari 4 sampai 5 kali.


Kadang Kenzo melihatnya juga hanya bisa geleng-geleng kepala, entah anak apa yang sedang Melly kandung? Yang jelas itu benih dari Kenzo yang tidak lain adalah suami sah Melly.


"Mas, ***** makan aku bertambah, ini juga karena benih mas, mas tahu akhir-akhir ini Melly gampang sekali lapar, udah gitu mata Melly sering khilaf kalau lihat makanan enak," ujar Melly terlihat kesal karena suaminya hobby sekali meledeknya.


"Sayang, aturan kamu khilaf nya sama mas saja! Jangan sama makanan!" Kenzo kembali menggoda Melly.


Melly hanya mendengus kesal, rasanya enggan sekali menanggapi suaminya dan dia memilih untuk fokus dengan makannya yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Kenzo kembali sibuk dengan pekerjaannya, ya biarpun istrinya ini menjadi sekretarisnya tapi nyatanya Kenzo sibuk sendiri, tapi Kenzo tidak apa-apa yang penting bisa setiap hari bersama dengan istri tercintanya.


Beda dengan Melly, Kimmy malah ***** makannya berkurangnya, bahkan Kimmy juga jarang sekali makan nasi dan lebih sering makan buah-buahan dan cemilan.


Kimmy juga semakin manja pada Kalandra, tapi karena hari ini Kalandra sudah mulai aktif di cafe miliknya lagi, alhasil Kimmy merasa bosan sendirian di kamar, biasanya ada Melly yang Kimmy ajak menonton film drama tapi ini tidak karena Melly kembali aktif dengan pekerjaannya menjadi sekretaris suaminya.


Kimmy beranjak dari tempat tidurnya, dia berjalan keluar dari dalam kamarnya.


Kinan sedang duduk di ruang tengah sendirian sedangkan Aftar baru saja pergi karena ada urusan penting.


"Mama, kok sendirian saja?" tanya Kimmy dia duduk di sebelah Kinan.


"Iya nak, papa pergi ada urusan penting katanya," jawab Kinan dengan nada lembut.


Kimmy menyandarkan kepalanya di bahu Kinan yang tidak lain adalah mama mertuanya. Kinan mengusap rambut Kimmy dengan lembut.


"Ada apa? Apa kamu bertengkar dengan Kalandra?" tanya Kinan kawatir, apalagi Kimmy juga terlihat begitu sedih.


"Tidak ma, Kimmy hanya merasa bosan diam dirumah, bahkan Mas Kalan saja menyuruh Kimmy hanya berbaring di atas tempat tidur saja, Mas Kalan takut kandungan aku kembali lemah dan terjadi apa-apa ma," jelas Kimmy dengan nada lembut.


"Kimmy, Kalan pasti sangat kawatir padamu, makanya dia melakukan hal itu padamu, jika kamu bosan, bagaimana jika mama temani kamu nonton film drama?" Kinan tersenyum pada Kimmy, Kimmy juga akhirnya mengangguk dengan semangat.


Akhirnya Kimmy dan Kinan menonton film drama bersama.


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Kenzo dan Melly bergegas menuju ke ruang meeting karena hari ini ada meeting dengan klien penting dari PT xx.


Sesampainya di ruangan meeting itu, klien wanita itu terus tersenyum pada Kenzo, tapi sedikitpun dia tidak tersenyum pada Melly.


"Aish, maksudnya apa wanita ini?" batin Melly dalam hatinya.


"Kenalkan Pak Ken, saya Tari CEO dari PT xx," Tari memperkenalkan dirinya dengan genit, tapi sungguh sedikitpun dia tidak mempedulikan Melly yang dari tadi berdiri di sebelah Kenzo.


"Iya Bu Tari, silahkan duduk, mari kita mulai meeting kita pagi ini," jawab Kenzo, dia tahu kalau Melly pasti sudah kesal.


"Oh iya kenalkan ini....."

__ADS_1


"Pak Ken, dia hanya seorang sekretaris jadi tidak perlu di kenalkan!" Sambung Tari, sambil menatap Melly dengan tatapan tidak suka.


Bahkan wanita itu juga tidak menyalami tangan Melly, tapi dia menyalami tangan Kenzo agak genit, membuat Melly menatapnya kesal.


"Apa dia ingin bermain-main denganku?" batin Melly dalam hatinya.


Kini mereka memulai meeting mereka, tapi tatapan mata wanita itu terus tertuju pada Kenzo.


"Mau berapa lama lagi, wanita ini menatap suamiku dengan tatapan begitu menjijikkan seperti itu?" batin Melly dalam hatinya.


"Pak Ken, anda terlihat tampan." Celetuk Tari sambil tersenyum begitu manis.


Ken hanya cuek, dia menghargai kalau dari Tari adalah kliennya jadi Kenzo tidak melakukan apa-apa.


Ken hanya fokus melihat Melly yang sedang mempresentasikan meeting pagi ini. Tapi tatapan Melly terlihat tidak suka pada wanita itu, bahkan rasanya ingin sekali buru-buru wanita itu pergi dari hadapan suaminya tapi ini adalah pekerjaan jadi Melly tetap berusaha proporsional dalam pekerjaan.


Kini setelah beberapa lama akhirnya meeting selesai, sungguh bisa di bilang presentasi Melly itu tidak di dengarkan dengan baik oleh Tari, karena dari tadi Tari hanya fokus memandangi Kenzo dengan begitu genit.


"Bagaimana Bu Tari?" tanya Kenzo.


"Pak saya lapar, bisakah kita pergi makan sebentar?" Tari mulai membuat ulah, dia tidak sadar kalau Melly sudah memasang kuda-kuda untuk berperang, jangan harap Melly akan membiarkan ulet gatal ini macam-macam dengan suaminya.


"Maaf Bu, saya tidak bisa. Karena masih ada pekerjaan lain yang harus saja kerjakan," tolak Kenzo dengan tegas.


Melly tersenyum kecil, dia masih memperhatikan Tari dan suaminya, kini tiba-tiba Tari hendak memegang tangan Kenzo, tapi dengan cepat Melly menahan tangan tari.


"Maaf, jangan sentuh suamiku!" Melly menatap Tari dengan tatapan sengit.


Tari ternganga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Melly.


"Haahh suami?!"


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2