
Sedangkan Aftar hanya duduk di ruang tengah, kini Kinan, anak-anaknya dan kedua menantunya juga semuanya sudah berada di ruang tengah.
Aftar hanya diam sambil melipat kedua tangannya, raut wajahnya terlihat kesal bahkan dia juga enggan menoleh ke arah Kinan yang dari tadi duduk di sebelahnya.
Kenzo menghela nafasnya dengan pelan. "Ternyata, orang tua juga bisa bersikap seperti ini anak kecil, lihat sekarang papa aku sedang ngambek karena mama melepaskan burung peliharaan kesayangannya," batin Kenzo dalam hatinya.
"Papa, sudahlah! Itukan hanya seekor burung, papa beli lagi saja," saran Kalandra seketika Kinan langsung melototi Kalandra membuat Kalandra takut.
"Mama buat aku merinding," gumam Kalandra dalam hatinya.
"Tidak ada, mama melepaskan burung itu, karena mama tidak mau punya saingan, kalian tahu papa kalian lebih sayang burung peliharaannya itu. Karena burung itu mama juga sering sekali di abaikan," celoteh Kinan menggebu-gebu, enak saja Kalandra menyuruh papanya membeli burung peliharaan baru.
"Kalan, jangan membuat semuanya tambah rumit!" pinta Kenzo dan Kalandra mengangguk.
"Mama kalian itu egois, dia saja barang-barang branded, papa tidak pernah marah, dia pergi jalan atau shopping dengan Caca dan Vira, papa saja tidak marah." Timpal Aftar, dia masih marah pada Kinan.
"Papa, setiap kali mama jalan dengan mereka, mama selalu ajak papa ya. Tapi papa yang tidak mau dengan alasan tidak ada yang memberikan makan burung peliharaan papa itu," kata Kinan yang tidak mau mengalah pada suaminya ini.
Kimmy dan Melly hanya bisa diam, mereka sama-sama memikirkan bagaimana jika suami-suami mereka juga seperti papa-papa mereka? Sungguh dunia ini pasti akan kacau, melihat mamanya saja benar-benar marah hanya karena satu ekor burung.
"Mama, papa, sudahlah! Jangan seperti anak kecil, lihat kalian tidak malu dengan kedua menantu kalian? Lihat calon cucu-cucu kalian juga sedang menyaksikan semua ini," tutur Kenzo karena tidak mau kedua orang tuanya terus-terusan bertengkar.
Aftar dan Kinan sama-sama menatap Kenzo dengan tatapan begitu garang, membuat Kenzo agak takut tapi berusaha tetap tenang.
"Papa, mama, disini aku tidak akan membela siapapun. Karena papa salah, mama juga salah jadi Ken tidak akan berpihak pada siapapun di antara kalian," jelas Kenzo sebelum kedua orang tuanya meminta untuk di bela oleh dirinya.
"Katakan dimana salah mama!"
"Lalu dimana salah papa?"
Aftar dan Kinan sama-sama menatap Kenzo, kali ini tatapan matanya semakin garang.
"Salah mama sudah melepaskan burung peliharaan milik papa, lalu salah papa untuk mempelihara burung kalau akhirnya papa bersikap cuek pada mama, jadi ya benar mama lepaskan saja burung peliharaan papa itu," kata Kenzo yang secara tidak langsung menyetujui tindakan mamanya.
__ADS_1
Seketika Kinan tersenyum penuh kemenangan sedangkan Aftar mendengus kesal, akhirnya Aftar mengangguk dia memilih mengalah karena anak-anaknya juga tidak akan membela dirinya di saat seperti ini.
"Sudahlah, mama, papa, kalian saling minta maaf, lalu papa tidak boleh mempelihara burung lagi!" tandas Kenzo, karena tidak mau kedua orang tuanya bertengkar terlalu lama.
"Mama, maafkan papa, karena burung peliharaan papa, papa sering cuekin mama," akhirnya Aftar meminta maaf pada Kinan.
Kinan mengangguk dengan senang hati dia memaafkan suaminya. "Tapi, aku tidak mau tidur sama mas, sana mas tidur di luar!" suruh Kinan yang membuat kedua anaknya dan kedua menantunya sama-sama tertawa ngakak.
"Tapi ma....."
"Ini hukuman untuk papa!"
Tandas Kinan dan dia langsung beranjak pergi dari tempat duduknya.
Kenzo, Kalandra, Kimmy dan Melly, sama-sama tersenyum pada papanya. Kali ini tatapan mereka meledek papanya.
"Dahh papa, selamat tidur di sofa!" cibir Kalandra dan Kenzo dengan begitu senang.
Sungguh nasib Aftar yang malang dapat maaf dari Kinan tapi akhirnya tidur di sofa juga nanti malam.
*****
Di dalam kamar Vino hanya manyun, dia membayangkan burung peliharaan itu yang sudah entah terbang kemana, karena ulah istrinya? Sungguh, rasanya tidak rela sekali.
"Aku membeli burung itu dengan uang tabungan aku, tapi teganya Caca melepaskan nya," Vino hanya menangis dalam hatinya.
Kadang laki-laki juga salah, apalagi kalau sudah masalah burung dan mancing, sungguh itu kadang membuat para istri marah dan rasanya tidak senang, kadang para suami juga suka lupa kalau istri-istrinya juga sangat butuh perhatian dan kasih sayang.
"Mas, apakah kamu marah?" tanya Caca, dia duduk mendekati Vino.
"Marahlah, lagian kamu gitu," jawab Vino cuek bahkan enggan menoleh ke arah Caca.
"Mas, aturan aku yang marah, karena seekor burung, kamu sering sekali mengabaikan aku, kamu sadar hampir setiap hari kasih sayang dan perhatian kamu itu tertuju pada burung peliharaan kamu itu," celoteh Caca dengan nada menggebu-gebu.
__ADS_1
"Sayang, apa salahnya? Aku juga tidak berselingkuh dari kamu, hanya bermain burung saja apa aku salah?" Vino menggebu-gebu juga, rasanya dia juga ingin marah, tapi Vino selalu ingat tidak boleh main fisik.
"Salah mas, karena kamu itu selalu lebih perhatian pada burung peliharaan kamu itu," tandas Caca yang tidak mau mengalah.
Vino hanya menggelengkan kepalanya, sungguh seperti inilah istrinya, bahkan lucunya Caca itu cemburu dengan seekor burung.
Karena tidak mau berdebat lebih panjang lagi, Vino memilih keluar dari dalam kamarnya dan meninggalkan Caca disana, Vino juga tidak mau kalau sampai emosi menguasai hati dan perasaannya, mungkin saat ini Vino sedang marah dengan Caca tapi Vino juga harus sabar dan berusaha introfeksi diri akan kesalahannya.
Setelah Vino keluar meninggalkan kamar, Caca hanya bisa menghela nafas panjang, apakah yang aku lakukan salah? Aku hanya tidak ingin kalau suamiku terus bermain burung dan lupa denganku saja.
****
Vira dan Arga saling perang dingin, bahkan mereka menonton televisi bersama saja tidak saling bicara.
Vira juga malah asik sendiri dengan film drama kesukaannya, sungguh Vira terlihat tidak peduli kalau suaminya ini sedang marah pada dirinya karena Vira menggoreng burung peliharaannya menjadi daging sambal balado.
"Ternyata bukan hanya di cerita novel saja, lihat di televisi saja para suami pada main burung, sungguh para lelaki itu pingin di goreng juga kali ya." Vira tertawa, melihat adegan seorang istri dan suami bertengkar karena masalah burung peliharaan juga.
Vira juga tidak memperdulikan Arga sama sekali, baginya apa yang di lakukan oleh dirinya itu hal yang benar.
"Dasar istri jahat, burung puluhan juta di goreng begitu saja, bahkan aku disuruh memakannya, sungguh aku ini juga jahat sekali." Arga merasa sedih, tapi lagi-lagi Vira enggan melihat Arga dan memilih fokus dengan film yang sedang dia tonton.
Sungguh karena seekor burung masalahnya menjadi panjang, tapi itu ya salahnya para suami-suami mereka juga setidaknya hal ini juga bisa buat pelajaran mereka semua agar tidak kembali memelihara burung lagi atau istri-istri mereka akan kembali berbuat gila lagi seperti sekarang ini.
Tapi biarpun Aftar, Vino dan Arga marah pada istri-istri mereka, mereka tetap tenang dan tidak sampai bermain fisik, mereka juga tidak sampai marahan yang gimana-gimana, Kinan memaafkan Aftar tapi Aftar malah dapat hukuman dari Kinan.
Vino dan Caca juga masih saling marahan, Caca juga akhirnya di cuekin oleh Vino.
Sedangkan Arga dan Vira terlibat perang dingin entah sampai kapan ini terjadi?
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1