Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Siapa pengirimnya?


__ADS_3

Malam yang begitu sunyi, Kenzo yang baru saja pulang kerja dia langsung masuk ke dalam kamar untuk bertemu dengan istrinya.


Kenzo membuka pintu kamarnya tapi dia tidak melihat sosok Melly di dalam kamar, mungkin Melly sedang mandi.


Kenzo duduk di tepi ranjang lagi-lagi matanya harus memandang pemandangan yang sama lagi seperti kemarin, iya Kenzo melihat buket bunga mawar lili lagi yang berada di atas meja rias milik Melly.


"Buket bunga lili lagi, siapa yang mengirimkannya sih?" Kenzo terlihat kesal, dia beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil buket bunga lili itu.


"Aku yakin ini adalah orang yang sengaja ingin merusak hubunganku dengan Melly."


"Tapi ini tidak ada nama pengirimnya."


"Melly juga sudah aku bilang jangan menerima buket bunga yang tidak ada nama pengirimnya tapi lagi-lagi dia tidak mau dengar."


Kenzo terlihat sangat marah, sungguh istrinya ini bandel sekali.


Melly yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, di terkejut melihat Kenzo sudah ada di dalam kamar.


"Mas...."


"Tumben, kamu sudah pulang?"


Melly melihat jam dinding masih menunjukkan pukul setengah 7.


"Kenapa? Kamu tidak suka suamimu ini pulang cepat, apa aku menganggu kamu?"tanya Kenzo dengan nada ketus.


Degg.... seketika jantung Melly berdebar, ada apa dengan suaminya? Tumben-tumbenan bicaranya begitu ketus padahal biasanya begitu lemah lembut.


"Mas kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Melly, dia mendekatkan dirinya pada Kenzo tapi Kenzo malah menghindar.


Seketika Melly tercengang tidak percaya, ada apa dengan suaminya? Hatinya juga terus bertanya-tanya.


"Sudah mas bilang, jangan pernah menerima buket bunga yang tidak ada nama pengirimnya, tapi kenapa kamu tidak mau mendengarkan apa yang mas bilang?" tanya Kenzo tatapan matanya begitu menggebu-gebu.


"Mas, bukakan buket bunga lili itu dari kamu?" tanya Melly, terlihat begitu polos dan tidak tahu apa-apa.


"Dariku?!" Kenzo terkejut, dia geleng-geleng kepala semakin kesal.


"Iya dari mas, kan mas yang selama ini aku suka dengan bunga lili," jelas Melly dan Kenzo hanya bisa mendengus kesal.


Melly berkata jujur karena yang tahu kalau Melly suka bunga lili ya hanya Kenzo saja laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya ini.

__ADS_1


"Ingat, mas tidak pernah memberikan kamu bunga lili, sekarang buang buket bunga lili itu, mas tidak mau melihatnya!" pinta Kenzo, kali ini wajahnya terlihat semakin kesal.


Akhirnya Melly menuruti apa kata suaminya, tapi hati Melly juga berpikir dari siapa buket bunga lili itu?


"Siapa yang mengirimkan buket bunga lili padaku? Aku kira Mas Ken yang mengirimkan nya tapi ternyata bukan, lalu siapa?" hati Melly terus bertanya-tanya.


Melly membuang buket bunga lili itu ke dalam tong sampah.


"Mas, kalau bunga itu bukan dari mas, lalu dari siapa mas?" tanya Melly, dia duduk di tepi ranjang tempat tidur.


Kenzo juga ikut duduk, dia juga tidak tahu siapa yang berulang kali mengirimkan buket bunga lili pada Melly?


"Mas tidak tahu, mas akan cari tahu, ingat kamu tidak boleh menerima buket bunga lili sembarangan lagi!" tegas Kenzo, entahlah jika hal ini terjadi lagi pasti Kenzo akan sangat marah sekali pada Melly.


Melly hanya mengangguk, Kenzo beranjak dari tempat duduknya lalu dia langsung pergi ke kamar mandi untuk segera mandi.


*****


Malam semakin larut, Kimmy senyam-senyum sendirian sambil memperhatikan ponsel milik dirinya.


"Aku mau buat Mas Kalan cemburu, tapi bagaimana caranya?"


"Apa aku ajak sekongkol Andre saja?"


Kimmy semakin tersenyum lebar, dia juga langsung mengirim pesan pada Andre yang tidak lain adalah teman sekolahnya dulu.


"Andre, bantuin aku buat suamiku cemburu ya!" Kimmy mengirim pesan pada Andre.


Andre yang sedang sibuk dengan laptopnya, dia menghentikan aktivitasnya sejenak lalu melihat pesan masuk di ponselnya.


"Aish dasar Kimmy ini, minta bantuan aneh-aneh saja, nanti aku bisa di jambak sama suaminya," kata Andre karena tidak yakin kalau dirinya bisa membantu Kimmy.


"Kimm, apakah tidak ada yang lain, haruskah aku membantu kamu dalam hal ini?"


"Tentu saja harus, aku hanya ingin membuat suamiku cemburu, agar aku bisa mendapatkan buket bunga setiap hari"


Andre geleng-geleng kepala, sungguh sepolos inikah Kimmy? Hanya ingin mendapatkan buket bunga dari suaminya, dia sampai meminta di bantu dengar hal konyol yang menurut Andre itu tidak masuk akal.


"Bagaimana kalau aku saja yang memberikan kamu buket bunga setiap hari?" balas Andre.


"Tidak mau!! aku hanya ingin kamu membantuku saja!!" balas Kimmy.

__ADS_1


Andre menghela nafas berat, akhirnya mau tidak mau Andre setuju untuk membantu Kimmy.


Belum sempat melanjutkan chating dengan Andre, tiba-tiba Kalandra keluar dari dalam kamar mandi.


"Ponsel terus di pijit-pijit, pijitin mas saja! Badan mas semuanya pegel sekali," kata Kalandra dan dia langsung membaringkan tubuhnya di pangkuan Kimmy.


"Tapi nanti di bayar ya mas!" canda Kimmy, membuat Kalandra tertawa kecil.


"Katakan, berapa tarif kamu semalam Nyonya cantik?" Kalandra membalas candaan Kimmy.


Kimmy tersenyum jail, suaminya ini memang menyenangkan kalau di ajak bercanda.


"100 juta cukup Tuan Kalandra," jawab Kimmy dan Kalandra langsung bangun dari tidurnya lalu dia menatap Kimmy.


"Hee, itu terlalu mahal, apakah tidak boleh kurang sedikit?" Kalandra menatap Kimmy dengan tatapan serius.


Kimmy akhirnya tertawa dasar suaminya ini, sungguh Kimmy merasa seperti sayuran di pasar sampai-sampai Kalandra menawar dirinya, untung Kalandra ini suaminya jika bukan mungkin Kimmy sudah mengamuk.


"Kurangin 1 rupiah," jawab Kimmy.


Kalandra tersenyum lalu dia langsung memeluk Kimmy dengan erat.


"Istriku, tanpa kamu minta 100 juta, berapapun akan mas kasih."


"Yang penting kamu tidak pernah tinggalkan mas."


"Hanya mencintai mas dan tidak boleh ada laki-laki lain, atau aku akan membunuhnya!"


Kalandra memperat pelukannya, sungguh wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita yang bisa membuat Kalandra jatuh hati dan tidak mau ada hati yang lain.


Seketika Kimmy menelan ludahnya dengan kasar, jika Kimmy sampai benar-benar membuat Kalandra cemburu melalui Andre, apakah Andre juga akan di bunuh oleh Kalan? Sungguh Kimmy tidak bisa membayangkan semua itu, pikirannya sudah mulai kacau.


Bahkan Kimmy memikirkan bagaimana jika Kalandra masuk penjara? Bagaimana nasib anaknya nanti?


"Mas, masa kamu membunuh orang?" tanya Kimmy tidak percaya.


"Iya sayang, jika ada laki-laki lain yang menganggu kamu, pasti mas akan membunuh laki-laki itu," jawab Kalandra dengan yakin.


Kimmy hanya mengangguk, dalam otaknya dia harus membatalkan niatnya karena tidak mau melihat Kalandra berbuat konyol, entah apa yang akan terjadi pada Andre nanti?


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2