
"Boleh," jawab Kinan dan Caca secara bersamaan.
Akan seperti apa kencan mereka nanti?
Kini mereka saling menatap bingung, entahlah mereka akan pergi kemana lebih dulu? Untuk memulai kencan ganda mereka hari ini.
"Bagaimana kalau kita awali dengan main game?" Saran Vino, Aftar terdiam sejenak lalu menganggukan kepalanya. "Boleh!"
Akhirnya mereka langsung menuju ke tempat permainan game.
"Sayang, aku boneka itu," kata Kinan jarinya menunjukkan sebuah kotak permainan japit boneka.
"Akan mas ambilkan buat kamu, Vino bagaimana kalau kita bertarung kamu ambilkan buat gadis sapumu itu dan aku mengambilkan buat istriku!" Aftar tersenyum licik, tentu saja dia sengaja melakukan ini agar Vino bisa lebih dekat dengan Caca.
"Haruskah seperti, pak." Vino mengelak malas, padahal dalam hatinya senyam-senyum.
"Pak Aftar, kamu memang paling jago dalam hal menaklukkan seorang wanita," puji Vino dalam hatinya.
"Kita mulai!" Seru Aftar dengan semangat.
Kini Vino dan Aftar sedang sama-sama berjuang mendapatkan boneka yang ada di dalam mesin japit boneka itu.
"Terus Pak Vino!"
"Ambil yang itu Pak Vino, itu yang Hello Kitty!"
"Terus Pak Vino!"
"Ya gagal." Caca mendengus malas, rasanya kecewa karena Vino sudah gagal menjapit boneka yang dia inginkan.
"Tenanglah, aku akan ambilkan yang itu saja buat kamu!" Vino kembali berusaha menjapit boneka untuk yang kedua kalinya.
Kali ini Vino mengambil boneka yang berbentuk hati dan bertuliskan *I Love You.
"Kenapa, Pak Vino mengambil boneka bentuk hati?" Caca senyam-senyum dalam hatinya*.
"Sayang, kamu mendapatkannya!"
"Ambil sayang, lucu sekali bonekanya."
Aftar tersenyum sambil mengambil boneka panda yang kecil tapi terlihat imut, boneka itu membawa setangkai bunga mawar merah.
"Sayang, ini buat kamu." Aftar memberikan boneka panda yang begitu lucu pada Kinan.
Dengan senyum bahagianya, Kinan menerima boneka panda itu dengan senang hati. "Lucu sekali," cetus Kinan lalu dengan lembut Aftar mengacak-acak rambut istrinya.
"Vin, bagaimana aku sudah mendapatkan satu boneka loh. Vino payah, berulang kali gagal." Aftar tertawa girang, Caca melihat Vino dengan tatapan malas.
"Dasar Pak Vino, mengambil boneka seperti itu saja gagal terus!" Gerutu Caca dalam hatinya.
Suasana seketika menjadi hening, kini semuanya sama-sama melihat Vino berjuang mengambil boneka untuk Caca.
"Yes.... akhirnya berhasil!" Vino begitu girang bahkan akhirnya dia mengeluarkan tawanya.
__ADS_1
Caca juga tiba-tiba langsung melebarkan senyumnya, terlihat sumringah dan tidak sekusut tadi.
"Aku bisakan, ini buat kamu. I Love You," Vino tersenyum penuh arti pada Caca.
Aftar tersenyum simpul, Kinan juga ikut tersenyum.
"Ini I Love You nya, hanya sekedar tulisan atau ungkapan dari dalam hati?" Goda Aftar lagi-lagi Aftar sengaja melakukannya.
"Iya ini patut di pertanyakan, Sekretaris Vino, coba jelaskan!" Timpal Kinan, senyumnya begitu lembut membuat wajah Caca seketika menjadi merah karena malu-malu.
"Hanya sekedar tulisan saja!" Elak Vino dia juga merasa malu-malu.
"Baiklah, hanya tulisan saja." Caca menjawab dengan nada agak kecewa.
"Aku kira Pak Vino, bakal romantis seperti di film-film drama gitu." Batin Caca dalam hatinya.
Kinan menahan tawanya, dia tahu saat ini sahabatnya ini sedang merasa kecewa dengan jawaban Vino.
"Hanya tulisan, nanti kalau Caca di ambil sama laki-laki lain pasti Sekertaris Vino galau," ledek Kinan dengan jail.
Vino semakin panas, hatinya terus meronta-ronta rasanya ingin sekali menembak Caca saat ini juga.
"I Love You Caca, maukah kamu menjadi kekasihku atau kamu siap menjadi istriku?" Vino menatap Caca dengan tatapan datar. Sungguh tidak ada romantis-romantisnya sama sekali, Aftar hanya geleng-geleng Vino.
"Dasar Vino, tapi terserahlah yang penting dia sudah mengungkapkan perasaannya." Batin Aftar dalam hatinya.
"Tunggu, apa pak Vino sedang menyatakan perasaannya padaku?" Tanya Caca bingung.
"Tentu saja!"
"Caca, aku menyukaimu. Maukah, kamu menjadi kekasihku?" Vino menatap mata Caca dengan lekat.
"Apa Pak Vino serius, dia menyatakan perasaannya padaku." Batin Caca dalam hatinya.
"Caca, kenapa diam saja? Apa kamu tidak mau? Tapi aku tidak menerima penolakan darimu!" Kata Vino dengan tegas.
"Jadi, aku tidak bisa menolak bapak?" Tanya Caca, raut wajahnya sangat polos.
"Tentu saja tidak, jadi kamu harus menerima!" Vino tersenyum devil, sungguh kali ini dia seperti mendapatkan kartu AS.
Kinan tertawa kecil, Aftar kembali menggelengang kepalanya.
"Dia menyatakan perasaannya pada seorang wanita dengan pemaksaan," Batin Aftar dalam hatinya.
"Ya mau bagaimana lagi, ya sudah saya mau menjadi kekasih bapak." Caca terlihat pasrah.
Tanpa berkata apa-apa Vino langsung menarik Caca masuk ke dalam pelukannya.
"Sekarang kita resmi menjadi pasangan kekasih!" Bisik Vino di telinga Caca.
Akhirnya Vino dan Caca resmi jadian, dengan modal boneka bentuk hati bertuliskan I Love You, akhirnya Vino berani menyatakan perasaannya pada Caca.
"Ayo kita lanjut menonton!" Ajak Aftar dan semua kembali berjalan menuju ke Bioskop.
__ADS_1
Sesampainya di Bioskop, tiba-tiba ada dua sejoli yang datang menghampiri mereka dan seketika tatapan mata Aftar menjadi kesal.
"Aish haruskah, istriku bertemu dengan mantannya?" Gerutu Vino dalam hatinya.
"Kinan, apa kabar?" Sapa Vira sambil tersenyum.
"Baik Vir, kalian mau kemana?" Tanya Kinan pada Vira.
"Kita akan pergi menonton, apa kalian akan menonton juga?" Jawab Vira, sambil balik bertanya pada Kinan.
"Iya kita akan menonton, bagaimana kalau kita menonton bersama saja?" Tawar Kinan.
"Boleh," jawab Vira dengan begitu antusias, Arga hanya diam saja di sebelah Vira.
Akhirnya mereka pergi menonton bersama dan kali ini yang memilih flimnya, para wanita jadi mereka memilih flim dengan genre Romantis.
Di dalam bioskop, pasangan yang sudah menikah seperti Kinan dan Aftar, Vira dan Arga, mereka begitu menikmati flimnya apalagi sudah halal jadi bisa mereka praktek kan nanti di rumah.
Pasangan yang baru jadian ini terlihat ketar-ketir, hanya bisa sama-sama menelan ludah dengan kasar melihat berbagai adegan romantis seperti ciuman dan adegan vulgar lainnya.
"Kenapa, para wanita ini memilih flim yang membuatku ngiler?" Tanya Vino dalam hatinya.
"Mas, lihat Vino dan Kak Caca. Mereka terlihat lucu," bisik Kinan di telinga Aftar.
"Biarkan saja sayang, biar Vino cepat-cepat menikahi Caca." Aftar bales berbisik, membuat Kinan tertawa kecil.
Arga dan Vira senyam-senyum menyaksikan berbagai macam adegan romantis.
"Sayang, nanti sampai rumah kita praktekkan ya!" Bisik Vira dengan manja.
"Dasar, kamu ini mesum sekali." Arga balik berbisik.
Vino dan Caca glasak-glusuk tidak jelas, apalagi Vino hasratnya sebagai laki-laki meronta-ronta. Ingin sekali mencium bibir Caca, tapi Vino tidak punya keberanian untuk melakukannya.
"Aish, sepertinya aku harus segera menikah." Batin Vino dalam hatinya.
Detik demi detik berlalu, jam demi jam juga telah berlalu. Akhirnya flim yang mereka tonton pun selesai.
Setelah menonton kini semuanya sudah keluar dari dalam bioskop.
"Kita, mau kemana lagi?" Tanya Aftar pada semuanya.
Arga dan Vira juga sangat senang bisa jalan dengan mereka berempat.
"Kita, makan saja sayang aku lapar." Jawab Kinan, cacing di perutnya sudah demo dari tadi.
"Boleh, kita bergabung dengan kalian?" Tanya Vira tiba-tiba.
"Tentu saja boleh," jawab Kinan dan Caca secara bersamaan.
Akhirnya mereka pergi makan berenam, sekarang bukan kencan ganda lagi. Karena di akhir acara kencan ganda mereka kedatangan Arga dan Vira. Sehingga hari ini begitu lengkap.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊