Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kenzo tiba-tiba menangis


__ADS_3

"Bagus, tunggulah mas! Mas mandi dulu, kamu jangan tidur dulu!" Aftar menurunkan Kinan dari pangkuannya.


Kinan menatap Aftar dengan tatapan penuh tanda tanya?


"Mas Aftar mau ngapain?" Kinan berjalan menuju ke ranjang tempat tidurnya, dia ingin mengecek Kenzo yang sedang lelap tidur.


Kinan duduk di tepi ranjang, dia tersenyum melihat Kenzo yang sedang anteng tidur. "Anak mama, kamu tampan sekali seperti papamu," kata Kinan dengan gemas Kinan memainkan pipi tembem Kenzo.


Aftar baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dia hanya memakai handuk saja dan langsung menghampiri Kinan yang sedang duduk di tepi ranjang tempat tidur.


"Sayang, Ken masih tidur nyenyak kan?" Tanya Aftar, kini dia sudah duduk di sebelah Kinan.


"Masih mas, kenapa?" Kinan balik bertanya, kini matanya menatap Aftar dengan lembut.


Aftar tersenyum mesum, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Kinan membuat Kinan tampak kebingungan.


"Ada apa mas?" Tanya Kinan pelan.


"Sayang, mas mau minta jatah dan sepertinya kita juga harus mulai produksi calon adiknya Kenzo dari sekarang!" Bisik Aftar dengan manja.


Kinan tertawa kecil, dasar suaminya ini anak saja masih beberapa bulan sudah minta produksi lagi.


"Mas, Ken masih terlalu kecil buat punya seorang adik." Protes Kinan, netehin Kenzo, begadang tiap malam Aftar saja kadang malah tidur nyenyak, apalagi buat punya anak satu lagi untuk kali ini aku belum siap.


"Sayang kita kan bisa pakai baby sitter," usul Aftar. Dia ingin sekali punya lebih dari satu anak biar rumahnya rame.


Kinan menatap Aftar dengan tatapan lembut, tangannya memegang kedua pipi Aftar. "Mas, bukannya aku tidak mau punya anak lagi, tapi untuk saat ini kita tahan dulu buat produksi, jika kamu minta jatah aku kasih mas tapi jangan keluarin di dalam," Kinan mencoba memberikan pengertian pada suaminya.


Aftar tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya pelan.


"Sayang, Ken taruh di box bayi ya!" Kata Aftar dan Kinan memindahkan Kenzo ke dalam bok bayi.


Setelah menaruh Ken di dalam bok bayi, Kinan kembali menghampiri suaminya yang sudah duduk di atas ranjang.


Kinan duduk dan tanpa aba-aba Aftar mendekatkan wajahnya ke wajah Kinan, kini Aftar mulai mencium bibir Kinan dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Kinan juga menikmati ciumannya dari suaminya. "Eemmhh....." desahnya pelan.


Aftar memperdalam ciumannya, lalu membaringkan tubuh Kinan dengan pelan, bibirnya terus mencium bibir Kinan hingga ciuman itu semakin panas desahnya juga semakin keras membuat nafas Aftar mulai memburu.


Kini Aftar sudah menindih tubuh Kinan, tangannya sedang melepaskan satu persatu kancing baju tidur Kinan.


"Sayang, mas sudah puasa beberapa lama. Sungguh mas sangat merindukan bercinta dengan kamu," bisik Aftar yang diiringi dengan desahan penuh kenikmatan.


Setelah berhasil melepaskan kancing-kancing baju Kinan, Aftar melepaskan baju tidur Kinan lalu membuangnya ke sembarang tempat.


Kini terlihat gundukan indah yang selalu menjadi area favorit Aftar saat bercinta dengan istrinya, iya itu adalah g*n*ng kembar yang sudah terlihat menegang.


Aftar hendak melepaskan br* yang menutupi gundukan kembar itu, tapi tiba-tiba suara tangisan Kenzo terdengar.


Kinan buru-buru menyingkirkan tubuh Aftar dari atas tubuhnya dan dia buru-buru melihat Kenzo yang ada di dalam bok bayi.


Kinan hanya memakai br* saja, kini Kinan langsung mengambil Kenzo dari dalam bok bayi.


"Aish, Kenzo anak papa. Kamu bangun di saat yang tidak tepat nak, papa sedang berjuang membuatkan adik buat kamu." Aftar mengomel sendiri, Kinan hanya geleng-geleng kepala.


"Mungkin, Kenzo juga menolak mas buat punya adik saat ini." Kinan tertawa kecil meledek suaminya.


"Baiklah, malam ini kita gagal masih ada malam-malam lain," jawab Aftar yang tidak mau mengalah.


"Dasar papamu nak, anak mama kamu nangis kenapa?" Kinan membawa Kenzo ke atas ranjang tempat tidur, lalu dia mengecek Pampers Kenzo dengan teliti. "Masih kering."


"Mungkin Ken haus sayang, sususin gih! Mas satu Ken satu ya nyusunya," kata Aftar tapi Kinan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Dasar suaminya ini, Kenzo saya nyusunya kuat jika bapaknya ikut nyusu juga entah akan jadi seperti apa? Bentuk p*t*ng milik Kinan nanti.


Kinan menyusui Kenzo dan benar Kenzo langsung diam dari tangisnya, kini Aftar hanya bisa ngiler melihat Kenzo sedang nyusu aturan malam ini gunung kembar itu menjadi milik Aftar tapi tidak jadi, karena tangisan Kenzo.


"Sayang, kita jadi ehem-ehem?" Tanya Aftar sambil tersenyum.


"Mas, anak lagi rewel. Masih mikirin ehem-ehem, tunggu Ken diam dulu!" Omel Kinan, akhirnya Aftar diam dan dia hanya berbaring.

__ADS_1


"Adik kecilku sabar ya, padahal sudah pemanasan tapi gara-gara Kenzo menangis gagal," batin Aftar dalam hatinya.


Kenzo terus menyusu, Aftar menunggu sampai mengantuk akhirnya tanpa sadar Aftar terlelap tidur.


"Mas, maaf ya." Kinan mengusap wajah lelah suaminya yang sedang tidur pulas.


Setelah beberapa lama akhirnya Kenzo juga Kembali tertidur, kini Kinan membaringkan Kenzo di sebelah Aftar dan dia juga ikut berbaring, karena rasanya juga sudah sangat mengantuk akhirnya Kinan juga tidur.


****


Malam semakin larut, kini Vino dan Caca sedang memadu kasih dengan penuh nikmat. Desiran angin malam begitu dingin, Caca yang sedang hamil muda selalu ingin di manja oleh suaminya.


"Achhh sayang, pelan-pelan!" Pinta Caca sambil mendesah nikmat.


Vino terus melakukan aksinya, kini Vino merubah posisinya Caca yang berada di atas dan Vino berada di bawa. Caca terlihat begitu liar, entah Caca ini belajar darimana? Apalagi malam ini Caca ganas daripada Vino.


"Sayang, pelan-pelan g*y*ngnya!" Kata Vino sambil merintih penuh nikmat, Caca terus meng*y*ngkan pinggulnya.


Kini posisi mereka berubah, sekarang Caca berada di pangkuan Vino. Dengan liar Vino terus mengh*s* p*t*ng milik Caca dan tangan satunya mer*m*s-r*m*s gunung kembar milik Caca.


D*s*han dan er*ng*n terdengar semakin kencang, nafas keduanya sama-sama memburu, malam ini Caca bagikan gorengan yang terus di bolak-balik sama Vino sampai kering.


Hingga keduanya sama-sama puas dan akhirnya secara bersamaan mereka sama-sama menembakan c*iran hangat satu sama lain.


"Emmhh ahhh.... akhirnya sayang, aku puas sekali malam ini. Benihku sudah aku siram, kamu juga malam ini begitu liar." Kata Vino dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


Kini keduanya sama-sama berbaring, setelah beberapa lama istirahat keduanya sama-sama membersihkan tubuh mereka sebelum tidur.


Malam yang dingin, tapi buat Vino dan Caca malam ini begitu hangat, apalagi setelah mereka memadu kasih rasa hangat itu semakin terasa.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 🙏


Pamer cover baru dulu ya kakak-kakak semuanya, buat cerita sedang dalam proses pembuatan 🙏

__ADS_1



__ADS_2