Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Ajang rebutan mantu


__ADS_3

Keesokan harinya, hari ini adalah hari sabtu jadi Aftar dan Vino sama-sama libur kerja.


Kenzo masih di rumah Vino dan Caca karena Kinan dan Aftar belum menjemput anaknya ini.


Kini Kenzo sudah mandi dan di dandanin begitu tampan oleh Caca. Vino juga merasa kagum melihat keahlian istrinya mengurus anak yang begitu sabar dan telaten.


Vino melihat Caca sedang memangku Kenzo sambil mengajak bercanda, entah apa yang Caca candakan dengan bayi yang belum mengerti apa-apa, iya itu semua hanya Caca yang tahu.


"Sayang, melihatmu mengurus Kenzo aku jadi tidak sabar ingin anak kita segera lahir," Vino berbicara sendiri. Terlihat di benak matanya dia begitu mencintai Caca.


Caca yang melihat Vino hanya berdiri sambil memandanginya, Caca tersenyum begitu manis membuat Vino rasanya ingin memakan bibirnya saat ini juga. Tapi itu dia tidak lakukan karena ada Kenzo.


"Mas, kamu sarapan dulu ya!" Suruh Caca dengan nada lembut. "Iya sayang, mas makan dulu. Kamu juga makan ya, mas suappin." Vino berjalan menuju ke meja makan, Caca juga beranjak dari tempat duduknya menuju ke meja makan juga.


Kini mereka sudah berada di meja makan dan mereka menikmati sarapan pagi bersama, Vino juga dengan penuh perhatian menyuapi Caca karena Caca sedang memangku Kenzo.


"Entah kelar berapa ronde semalam sih bos," gumam Vino lirih.


"Apa mas?" Tanya Caca, yang mendengar Vino bergumam.


"Emmh... tidak apa-apa sayang. Kamu makan dulu ya yang banyak, anak kita juga pasti lapar di perut kamu sayang." Vino mengalihkan pembicaraannya, hampir saja dia keceplosan.


Caca mengangguk kecil dan Vino membalasnya dengan senyuman manis.


******


Aftar dan Kinan sudah selesai mandi, mereka buru-buru pergi ke rumah Vino dan Caca karena takut Kenzo rewel.


"Kalau Kenzo rewel, kasian Kak Caca." Kinan terus ngedumel sambil menyisir rambut panjangnya. "Lagian mas, kamu itu jangan suka membuat ide gila seperti ini lagi!" Sambung Kinan yang makin menjadi omelanya.


"Tidak rewel sayang, kalau Ken rewel pasti Vino dan Caca sudah menghubungi kita." Jawab Aftar, kini dia sudah memakai kemejanya.


"Sudahlah, kita jemput Kenzo sekarang!" Ajak Kinan yang tidak mau melanjutkan perdebatan nya dengan suaminya.


Kini mereka sama-sama keluar dari kamar dan akan pergi ke rumah Kenzo.


"Hey, kalian pagi-pagi seperti ini mau kemana? Sarapan dulu!" Kata Sanjaya yang melihat Aftar dan Kinan buru-buru pergi.

__ADS_1


"Kita mau sarapan di rumah Vino, kek." Jawab Aftar dengan sopan.


Sanjaya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.


"Dasar cucu-cucuku, biarkan lah yang penting mereka selalu akur dan hidupnya rukun," batin Sanjaya dalam hatinya.


"Iya baiklah....." sahut Sanjaya, Kinan dan Aftar berlalu pergi sedangkan Sanjaya sarapan di temani oleh Arif dan Art yang lainnya juga ikut sarapan bersama.


*****


Tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Vino, karena rumah mereka juga bersebelahan.


"Tok....tok....." Aftar mengetuk pintu rumah Vino.


Vino yang sedang menyuapi Caca, menghentikan aktivitasnya lalu dia berjalan ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek...." Vino tersenyum jail pada Aftar, membuat Aftar ingin sekali menjitaknya. "Masuklah bos!" Suruh Vino dengan jail, dia cengar-cengir sama Aftar.


"Minggir kalian, bisa-bisa aku ikut tidak waras jika dekat kalian!" Kinan berlalu pergi melalui suaminya dan sekretarisnya ini.


"Kinannn......" Caca tersenyum senang pada Kinan.


"Kak Caca, maaf ya merepotkan kakak." Kinan menarik kursi meja makan, lalu dia duduk di sebelah Caca. "Apa Kenzo, rewel kak?" tanya Kinan dia merasa tidak enak sekali pada Caca.


"Tidak Kin, bagaimana semalam lancar?" tanya Caca sambil cengar-cengir.


"Apasih kak, ini pasti ulah-ulah suami kita kak, dasar mereka ini kak," jawab Kinan agak kesal.


Caca sebenarnya tahu, kenapa Kenzo tiba-tiba di titipkan di rumahnya, apalagi dari kelagat suaminya waktu sedang bicara. Itu bisa di tebak sekali oleh Caca, makanya tadi malam Caca langsung setuju tanpa penolakan sama sekali.


"Pasti Kin, otak mereka kan sama-sama mesumnya." Caca tertawa kecil, Kinan juga akhirnya ikut tertawa.


Aftar dan Vino sedang duduk di sofa ruang tengah, kini mereka saling tos kemenangan.


"Vin, semalam lancar. Terimakasih ya atas kerja samanya, nanti aku kasih bonus." Kata Aftar sambil senyum-senyum.


Dalam hati Vino, kalau dapat bonus aku mah siap bos jagain Kenzo setiap malam juga yang penting bonus lancar.

__ADS_1


"Sama-sama bos, jika mau lagi kita sekongkol lagi ya bos!" Vino nyengir jail, tapi Aftar mengangguk penuh semangat.


Kini keduanya asik dengan obrolan mereka, apalagi ini adalah hari libur kerja jadi waktu buat bersantai itu sangat luang.


Tiba-tiba ponsel milik Kinan berdering, Kinan merogoh ponselnya yang ada di dalam saku celananya.


"Vira menelpon," kata Kinan dia menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


Vira menelpon melalui video call, dia sedang memangku Kimmy dan Arga duduk di sebelah Vira.


"Hay, Kimmy cantik." Sapa Kinan yang seolah-olah menjadi Kenzo.


"Lihat Kim, ada sih Ken tampan juga." Vira tersenyum, dia mengangkat tangan Kimmy agar melambai ke Kenzo.


"Uluh-uluh, calon mantu Mama Vira." Terlihat berbinar senang di mata Vira.


"Vir, kalau anakku perempuan juga aku sudah memutuskan untuk menjadi Kenzo sebagai calon menantuku," celetuk Caca tiba-tiba dia senyam-senyum pada Vira.


"Caca, aku yang duluan. Lagian anak kamu belum lahir, bagaimana jika anak kamu ternyata laki-laki?" jawab Vira, terlihat ke tidak relaan di benak wajahnya jika Kenzo menjadi menantu Caca.


"Maka, aku akan membiarkan anakku bersaing untuk mendapatkan Kimmy cantik," kata Caca yang membuat akhirnya Kinan dan Vira sama-sama tertawa.


Karena melihat kehebohan yang ada di meja makan, akhirnya Aftar dan Vino beranjak dari tempat duduknya menuju ke meja makan.


"Aku lebih baik besanan dengan Vino daripada harus besanan dengan mantan kekasih istriku," celetuk Aftar tiba-tiba dan tatapan Arga begitu garang.


"Kin, yang penting kita pernah satu hati hanya saja takdir tidak menyatukan kita." Timpal Arga, Vira dan Aftar sama-sama menatap Arga dengan tatapan perang.


Kinan mending diam, daripada nanti suaminya kumat lagi cemburunya. Susah sembuhnya dan ujung-ujungnya pasti berdebat.


"Sudah-sudah, masalah jodoh anak kita biarkan Author yang mengaturnya!" Vino sok bijak, kini senyumnya begitu menyebalkan.


Niat Vira mau menelpon ingin mengobrol dengan Kinan, ini malah menjadi ajang rebutan Kenzo untuk menjadi mantu. Padahal Kenzo saja masih bayi, Kimmy juga masih bayi, dan Anaknya Caca belum lahir. Tapi orang tua mereka semuanya koplak.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😘

__ADS_1


__ADS_2