Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Perdebatan kecil


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kenzo dengan nada lembut.


"Mas sekertaris baru kamu, laki-laki atau perempuan?" tanya Melly, membuat Kenzo bingung menjawabnya.


"Dia....."


Kenzo berpikir sejenak, lagian dia juga belum tahu sekertaris nanti laki-laki atau perempuan karena bukan Kenzo sendiri juga yang mencari sekertaris barunya, Kenzo hanya menyuruh bawaannya saja.


Kenzo juga tidak mengatakan dia mintanya laki-laki atau perempuan, jadi ya itu tergantung bawaan Kenzo yang mencarinya.


"Dia apa?" Melly memanyunkan bibirnya.


"Sayang, mas juga belum tahu sekertaris baru mas laki-laki atau perempuan?" jawab Kenzo dengan jujur.


Melly yang bawaannya sedang sensitif, ya hanya bisa manyun saja.


"Sayang, lagian apa bedanya sekretaris laki-laki atau perempuan? Mereka kan sama-sama cari kerja, cari uang untuk hidup mereka." Tutur Ken, dengan begitu bijaksana.


"Mas, kamu tahu itu di novel-novel dan di film drama, banyak sekali sekertaris yang akhirnya menjalin kasih pada bosnya, iya biarpun bosnya sudah punya istri, tapi mas mereka tidak mau memikirkan perasaan istri bos," cerita Melly dan akhirnya Kenzo tertawa mendengar cerita dari istrinya ini.


Inilah nasib punya istri yang kebanyakan menonton film drama dan membaca novel, pikirannya tidak jadi tidak karuan. Padahal kan hal seperti itu tidak terjadi pada semua atasan dan bawahan.


"Istriku kamu berpikir terlalu jauh, sudahlah tidur sudah malam! Mas hanya mencintaimu, tidak pernah memikirkan wanita lain." Kenzo memegang kedua pipi Melly, lalu membuatnya tersenyum. "Kamu terlihat semakin cantik jika kamu tersenyum sayang, jangan manyun lagi! Nanti mama akan menjewer telinga mas," pinta Kenzo dan dia langsung memeluk Melly begitu saja.


Membuat Melly terhuyung dan kini berada di bawa Kenzo dan Kenzo di atas Melly.


"Haruskah kita melanjutkan?" tanya Kenzo dengan tatapan jail.


"Mas jangan jail deh! Minggir ih, aku tidak bisa bernafas." Melly menahan Kenzo sedang kedua tangannya.


Kenzo tersenyum, lalu dia membenarkan posisinya dia juga tidak akan tega jika sampai perut Melly tertindih tubuh kekarnya karena takut Melly juga kesakitan.


"Mas, sudah malam tidurlah! Besok ingat kalau sekertaris mas perempuan mas harus langsung ganti ya!" Melly memberikan peringatan pada Kenzo, sambil menatap Kenzo dengan tatapan penuh ancaman.


"Mas tidak janji sayang, jika sekertarisnya itu cantik, nanti....." belum sempat Kenzo melanjutkan kata-katanya, Melly langsung mencubit pipi Kenzo dengan kuat.


"Sayang sakit."

__ADS_1


"Lagian mas, ingat ya aku sedang hamil. Jika mas sampai macam-macam, lihat saja aku tidak akan mengizinkan mas bertemu dengan calon anak mas nanti!"


"Apa, kamu sedang mengancamku, sayang?"


"Ini adalah peringatan mas, bukan ancaman!"


Melly menatap tajam Kenzo dan Kenzo langsung memeluk Melly dengan erat, sungguh tidak sampai hati jika Kenzo harus berbuat macam-macam di belakang Melly.


Malam semakin larut, Melly dan Kenzo akhirnya sama-sama tertidur.


******


Pagi yang cerah telah datang, Kenzo sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya.


Tapi Melly masih duduk sambil manyun di tepi ranjang tempat tidur.


Kenzo mendekati Melly, lalu dengan lembut tangan kekar Kenzo membelai rambut panjang Melly sambil tersenyum pada Melly.


"Katakan pada mas, apa yang membuat kamu manyun seperti ini?" tanya Kenzo dengan nada lembut.


"Mas aku takut kalau sekertarisnya kamu itu seorang wanita cantik," jawab Melly masih manyun bibirnya juga sudah maju lima centi.


"Sayang, sudahlah jangan berpikir macam-macam! Di hati mas hanya ada kamu, iya kalaupun nanti sekretaris mas seorang wanita cantik itu bukan salah mas, tapi salah bawaan mas," kata Kenzo sambil tersenyum jail pada Melly.


Seketika Melly menatap Kenzo dengan tatapan sengit, apa suaminya ini mengajak dirinya untuk berperang kesekian kalinya?


"Terserah mas saja, pokoknya awas saja jika mas macam-macam di belakangku!" Melly kembali mengancam Kenzo, kali ini dengan tatapan kesal.


Kenzo hanya tersenyum, dia mengacak-acak rambut Melly dengan lembut lalu mencium kening Melly dengan hangat.


"Sudahlah, mas berangkat ke kantor dulu." Pamit Kenzo, karena tidak mau berdebat lebih dengan istrinya itu.


Melly mengangguk tidak lupa dia mencium tangan suaminya sebelum suaminya berangkat ke kantor.


Setelah Kenzo berangkat ke kantor, Melly keluar dari kamar dan dia menemui Kimmy yang masih di dalam kamarnya.


"Kak Melly, ada apa?" tanya Kimmy melihat Melly datang ke kamarnya.

__ADS_1


"Jenuh Kim, kamu bagaimana sudah baikan?" tanya Melly, dia duduk di sebelah Kimmy yang sedang duduk di tempat tidur.


"Sudah mendingan kak, kak rasanya jenuh sekali dirumah ya." Keluh Kimmy sambil berglendottan di lengan tangan Melly.


Melly tersenyum, ingin sekali mengajak Kimmy pergi keluar untuk jalan-jalan tapi dia takut Kimmy kenapa-kenapa? Apalagi kandungan Kimmy sangat lemah jadi harus banyak istirahat.


"Kakak mau antar mama belanja, tapi kakak tidak bisa mengajak kamu, karena kamu harus banyak istirahat." Kata Melly, membuat Kimmy agak sedih, tapi mau bagaimana lagi? Ini harus dia lakukan mengingat kandungannya begitu lemah.


Kimmy mengangguk tapi mimik wajahnya terlihat begitu sedih.


"Jangan sedih seperti itu. Nanti kakak belikan cemilan yang banyak," kata Melly berusaha untuk menghibur Melly.


Kimmy mengangguk semangat, setelah itu Melly langsung berpamitan untuk menemani Kinan belanja ke Supermarket.


Kinan dan Melly langsung berangkat ke Supermarket, mereka pergi untuk berbelanja bulanan.


****


Di kantor Kenzo, Kenzo masih menunggu sekertaris barunya yang belum datang karena memang janjiannya jam 10 pagi. Apalagi tadi jam 8 ada meeting jadi Kenzo belum bisa bertemu dengan sekertaris barunya yang di siapkan oleh bawaannya.


Sambil sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya terdengar suara ketukan pintu.


"Tok... tok..."


"Masuklah, pintunya tidak di kunci."


Kedua orang itu masuk ke dalam ruangan Kenzo, mereka tidak lain adalah bawaan Kenzo dan sekretaris baru Kenzo.


"Pak Ken, ini sekretaris baru bapak." Kata Bawaan Kenzo sambil tersenyum.


Kenzo melihat sekertarisnya itu dengan tatapan sulit di mengerti, sungguh dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini?


"Kamu....."


Kenzo terus menatap seseorang itu dengan tatapan yang masih tidak percaya.


BERSAMBUNG 😁

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 🤗


__ADS_2