Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kesepakatan Vino & Aftar


__ADS_3

Pagi hari yang begitu cerah, Vino di buat pusing oleh istrinya padahal semalam begitu liar tapi entah kenapa pagi ini tiba-tiba Caca merasakan mual saat di dekat Vino.


"Mas, kamu agak menjauhlah dariku!" Tiba-tiba Caca mendorong tubuh Vino yang masih berada di atas ranjang hingga Vino terjatuh ke lantai.


"Brugggg....."


"Ahh... sayang, kenapa kamu mendorongku?" Vino menggerutu sambil merintih kesaktian, tangannya memegangi pinggangnya.


Caca beranjak dari tempat tidur, lalu dia pergi menuju ke kamar mandi.


"Aku tidak suka bau tubuhmu mas!" Kata Caca agak sedikit berteriak.


Vino hanya bisa menghela nafas panjang, semenjak hamil Caca memang ada-ada saja kadang Caca begitu manja, kadang juga tiba-tiba tidak mau di sentuh oleh Vino.


Setelah beberapa lama Caca selesai mandi, Vino buru-buru bergegas ke kamar mandi untuk segera mandi atau dia akan terlambat berangkat ke kantor.


*****


Aftar sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya, tapi raut wajahnya agak manyun mungkin gara-gara kegiatannya yang gagal semalam.


"Sayang, nanti malam kita titipkan Kenzo sama mama kamu ya!" Kata Aftar tiba-tiba, Kinan yang baru saja selesai memakaikan Kenzo baju dia terlihat bingung.


"Memangnya kenapa mas?" Tanya Kinan, tatapan matanya begitu serius.


"Biar tidak gagal lagi, kalau ada Ken ya aku tidak bisa apa-apa sayang," jawab Aftar kini dirinya sudah berglendottan manja di bahu Kinan.


Apa-apaan suaminya ini, bisa-bisanya dia memikirkan hal seperti itu. Padahal dia juga tahu kalau Kenzo sangat butuh ASI dan tidak bisa jauh-jauh dari Kinan. Ini malah nyuruh Kenzo di titipkan pada mamanya Kinan.


"Mas, Ken masih terlalu kecil. Kamu jangan aneh-aneh deh. Kalau Ken sama mama, nanti bagaimana saat Kenzo haus dan ingin nyusu?" Kinan agak mengomel, matanya kini sudah berapi-api. Apalagi mendengar ide konyol dari suaminya.


Aftar hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ya mau bagaimana lagi? Ini adalah resiko orang yang sudah punya anak, apalagi anaknya masih bayi.


"Sayang....." Aftar hendak menjawab, tapi Kinan menatap tajam Aftar.


"Apa? Pagi-pagi sudah mengajak berdebat," tatapan Kinan semakin dalam. Membuat Aftar langsung diam.

__ADS_1


"Aftar, kamu sabarlah tidak muda untuk menjadi seorang ibu. Jangan mengajaknya berdebat atau Kinan akan gila gara-gara kamu," hati Aftar berbicara.


Aftar membenarkan posisinya, lalu dia menarik nafasnya dalam-dalam.


"Baik-baiklah, mas minta maaf mas sudah salah berkata seperti tadi." Aftar mengalah karena tidak mau sampai masalahnya jadi panjang.


"Iya mas tidak apa-apa, ayo sarapan dulu. Terus berangkat ke kantor," jawab Kinan. Dia tahu suaminya sangat merindukan dirinya, tapi mau bagaimana lagi?


"Mas sarapan di kantor saja sayang, ada meeting pagi ini. Mas berangkat dulu ya," pamit Aftar tidak lupa dia memberikan kecupan hangat di kening Kinan.


Aftar keluar dari kamarnya, dia pergi berangkat ke kantor. Sedangkan Kinan kembali menyibukkan diri.


*****


Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Aftar sudah sampai di kantor dan dia langsung menuju ke ruangan Vino.


Di ruangan Vino, Vino hanya diam sambil menatap laptopnya, pinggangnya juga masih sakit gara-gara jatuh dari atas ranjang tempat tidur.


Tanpa mengetuk pintu, Aftar langsung masuk saja ke dalam ruangan Vino. Kini dia duduk di kursi yang terhalang dengan meja kerja Vino.


"Bagaimana bisa tidur bos? Semalam aku habis olahraga malam bersama istriku. Tapi kamu tahu bos malam-malam dia begitu liar dan pagi ini seketika istriku itu menjadi monster jahat," Vino bercerita pada dengan serius. Tapi Aftar malah tertawa.


"Memangnya kamu di apain?" Tanya Aftar, penuh selidik.


"Habis ehem-ehem, pagi-paginya aku di dorong oleh Caca hingga jatuh ke lantai. Pinggang aku saja masih sakit." Jawab Vino, raut wajahnya terlihat sedih tapi Aftar malah tertawa.


Vino menatap kesal Aftar, bisa-bisanya bos-nya ini tertawa di saat dirinya sedang bercerita padanya.


"Tunggu, bos juga tumben pagi-pagi seperti ini raut wajah bos sudah seperti kain lap belum di cuci. Katakan ada masalah apa dengan Nona Kinan?" Vino menatap Aftar dengan serius, dia tahu pasti bos nya ini tidak sedang baik-baik saja.


"Aish dasar kamu ini, semalam aku gagal padahal punyaku sudah sangat tegang tapi tiba-tiba Kenzo menangis," Aftar terlihat tenang tapi kecewa, batinnya meronta-ronta ingin sekali di puaskan.


Vino tertawa sejadi-jadinya, membuat Aftar menatapnya dengan garang.


"Bulan ini gajian kamu aku potong!" Celetuk Aftar dan Vino buru-buru menghentikan tawanya itu.

__ADS_1


"Jangan bos, nanti kalau di potong bagaimana saya menjelaskan pada Caca?" Vino memasang wajah memelas, membuat Aftar tersenyum licik tentu saja Aftar punya ide cerdik.


Aftar menganggukkan kepalanya, tapi dia terus menatap Vino dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Bos, jangan membuatku takut!" Vino menatap Aftar penuh tanda tanya?


"Baiklah, aku tidak akan memotong gajian kamu bulan ini. Tapi aku punya syarat," Aftar tersenyum penuh kemenangan.


"Katakan bos, apa syaratnya?!" Vino sudah pasrah, daripada gajiannya di potong.


"Vin, nanti malam kamu bantu aku jagain Kenzo ya! Kenzo tidur sama kamu sama Caca," kata Aftar membuat Vino ternganga.


Apa Caca mau menjaga Kenzo semalaman? Tapi jika tidak gajianku akan di potong. Tapi daripada aku menolak lalu di potong gajianku, ya sudahlah mending aku setuju dengan syarat bos Aftar saja. Hati Vino terus berbicara.


"Bagaimana Vin?" Aftar mengedipkan satu matanya dengan senyuman jail.


"Baiklah bos, saya setuju." Jawab Vino pasrah, padahal dalam hatinya dia saja tidak yakin.


"Sepakat!" Aftar mengeluarkan tangannya, lalu mereka berdua saling berjabat tangan pertanda saling setuju.


Dasar Aftar dan Vino memang selalu saja punya ide cerdik untuk memperlancar apa mau mereka, mungkin jika ada Arga juga akan semakin seru.


Aftar keluar dari ruangan Vino, dia keluar menuju ke ruangannya.


"Sudah tidak sabar menanti malam nanti, aku yakin malam ini tidak akan gagal lagi!" Aftar berbicara sendiri, bahkan otaknya sudah traveling kemana-mana.


Sambil senyam-senyum membayangkan nanti malam, Aftar juga meyelesaikan pekerjaannya. Kini rasanya ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan berperang dengan Kinan di atas ranjang apalagi mereka sudah lama tidak melakukan ehem-ehem.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, seperti biasa Aftar pulang dari kantor. Kali ini dia pulang beriringan dengan mobil Vino. Dan tentunya mereka sudah mengatur rencana buat nanti malam.


Entah apa yang akan terjadi nanti malam?


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 😘

__ADS_1


__ADS_2