Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Pilih salah satu


__ADS_3

"Melly..... dasar kurang ajar," Alex mengangkat tangannya, dia akan menampar pipi mulus Melly.


Dengan cepat tangan kekar Kenzo menahan tangan Alex, agar tidak sampai menyentuh pipi mulus Melly.


"Jangan pernah menyentuhnya! Atau aku akan membuat tangan kamu patah," ancam Kenzo sambil menatap Alex dengan tajam.


Dalam hati Alex, berani sekali kamu Mell menampar aku. Jika tidak ada laki-laki ini, mungkin aku sudah memperk*samu saja agar masa depan kamu hancur.


"Kalian pergilah!" Usir Alex, membuat Kenzo tersenyum lebar.


Tangan Kenzo sudah menggegam tangan Melly dengan kuat. "Kita pergi dari sini! Mereka itu bukan orang-orang baik, jadi kamu harus hati-hati!" Kenzo memberikan peringatan pada Melly.


Melly menatap Rasti dengan tatapan tidak suka, bisa-bisanya Rasti berbuat jahat pada dirinya.


"Dasar gadis ular berkepala dua, jangan harap kamu bisa menghancurkan aku begitu saja!" Kata Melly sambil menatap Rasti dengan tatapan penuh penegasan.


Melly dan Kenzo akhirnya pergi meninggalkan Alex dan Rasti. Mereka naik ke dalam mobil dan langsung berlalu pergi begitu saja.


Alex dan Rasti sama-sama mendengus kesal, sungguh belum apa-apa tapi rencana mereka sudah di ketahui oleh Melly.


"Ini semua gara-gara sih br*ngsek itu." Kata Alex. Rasti menatap Alex. "Laki-laki tadi siapa nya Melly, sayang?" Tanya Rasti pada Alex.


"Dia adalah bosnya Melly, tapi mereka begitu dekat. Dan kamu tahu, laki-laki itu adalah bos dari perusahaan Sanjaya Group," jelas Alex kini Rasti menganga tidak percaya.


"Apa mungkin mereka punya hubungan?" Tanya Rasti penasaran.

__ADS_1


"Entahlah, yang aku tahu Melly menyukaiku selama ini," jawab Alex membuat Rasti ingin sekali menamparnya.


"Jangan berani memikirkan Melly! Ingat sebentar lagi kamu mau punya anak!" Rasti menatap Alex dengan tatapan penuh ancaman.


Alex langsung mengangguk cepat, dia takut kalau Rasti akan menggugurkan kandungannya karena Alex berani macam-macam.


Alex dan Rasti yang tadinya mau pergi makan malam, akhirnya mereka kembali masuk ke dalam rumahnya. Sekarang, nafsu makan keduanya sama-sama hilang.


*****


Melly dan Kenzo baru saja sampai di rumah, di depan juga sudah ada Kalandra dan Caca yang tidak lain adalah mamanya Melly.


"Tante cantik, katakan pada Kalan siapa yang lebih cocok dengan Kak Melly, kira-kira Kalan atau Kak Kenzo?" Tanya Kalandra dengan raut wajah yang begitu manis.


Caca tertawa kecil, dasar anaknya Kinan ini ada-ada saja pertanyaan. Membuat Caca pusing harus memberikan jawaban apa?


"Aku yang paling perhatian dengan Kak Melly, aku yakin dia pasti akan memilih aku!" Kata Kalandra sambil cengar-cengir seperti kuda.


Kenzo dan Melly ternyata sudah berdiri bahkan mereka mendengar obrolan Kalandra dan Caca.


Kenzo ingin sekali menjewer telinga Kalandra, berani sekali dia mengatakan hal seperti ini pada mamanya Caca.


"Dasar Kalandra, dia bilang bertemu dengan calon jodohnya, tapi dia kembali mengusik Melly. Awas saja, aku akan segera menyatakan perasaanku pada Melly," batin Kenzo dalam hatinya.


"Anak kecil, sudah kakak bilang kamu kencing dulu yang lurus! Jangan bicarakan soal wanita dan wanita untuk saat ini," celetuk Kenzo dengan tatapan sengit pada Kenzo.

__ADS_1


Kalandra tertawa jail, sedangkan Melly hanya menggelengkan kepalanya. Dia sudah biasa dengan pemandangan seperti ini antara kakak dan adik ini.


"Tuh dengerin Kak Ken, katanya kamu di suruh kencing yang lurus dulu," kata Caca dan dia tertawa karena merasa lucu.


"Tante cantik, jangan dengarkan Kak Ken! Karena dia tidak tahu saat aku kencing itu lurus atau tidak," Kalandra membela dirinya sendiri.


"Sudahlah, kalian pulang sana! Sudah malam, nanti di cariin sama......" .


"Sama calon mertua Kak Melly," sambung Kalandra dengan cepat.


Caca hanya tertawa, lalu Kenzo langsung menarik tangan Kalandra untuk pulang atau dia akan membuat hura-hura di rumah Melly.


"Tante, kita pulang......" Kata Kenzo.


Setelah Kenzo dan Kalandra pulang, Caca tersenyum pada Melly. Mereka masuk ke dalam rumah sambil bergandengan.


"Mell, kamu tidak mau memilih salah satu di antara mereka?" Tanya Caca, dengan nada meledek.


"Akan aku pikirkan ma, sudah malam ayo tidur ma!" Ajak Melly, sengaja mengalihkan pembicaraan sang mama.


Caca langsung menuju ke kamarnya, Melly juga buru-buru masuk ke kamar karena tidak mau di tanyakan macam-macam olah mamanya.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🙏

__ADS_1


Allahamdulilah Author sudah vaksin 🙏


__ADS_2