
Tatapan mata Kalandra tidak lepas dari laki-laki itu, sungguh dia sangat penasaran siapa laki-laki yang dia lihat?
Laki-laki itu terus berjalan, dia menghampiri Kimmy sambil tersenyum manis pada Kimmy.
"Maaf sayang, aku terlambat. Tadi ada meeting penting," kata laki-laki itu dengan nada lembut.
Kalandra ternganga tidak percaya. "Sayang?!" Gumamnya dalam hatinya.
Yang Kalandra tahu Kimmy belum punya kekasih, tapi ternyata Kalandra sudah salah dan hari ini begitu membuat hatinya agak terluka.
"Ternyata calon jodohku sudah punya kekasih," batin Kalandra dalam hatinya.
"Tidak apa-apa, sayang." Jawab Kimmy sambil tersenyum manis.
Sungguh Kalandra merasa menjadi obat nyamuk bakar di antara dua sejoli ini.
"Oh iya, siapa laki-laki ini?" Tanya laki-laki itu dengan tatapan penuh curiga pada Kimmy.
"Dia pemilik cafe ini, kebetulan kita saling kenal Dim," jawab Kimmy dengan santai.
Dimas mengangguk, lalu dengan lembut tangannya mengacak-acak rambut Kimmy. Sungguh, rasanya hati Kalandra tiba-tiba terbakar begitu saja. Apalagi pagi-pagi seperti ini sudah menyaksikan pemandangan yang membuat matanya sakit.
"Kenalkan saya Kalandra Sanjaya," Kalandra mengeluarkan tangannya, lalu Dimas menerima uluran tangan Kalandra. "Saya Dimas Prasetyo," jawab Dimas.
Mereka berdua sama-sama melepaskan jabatan tangan mereka.
"Kalandra Sanjaya, namanya tidak asing." Batin Dimas dalam hatinya.
"Kalian nikmatilah, waktu kalian berdua. Saya permisi dulu," pamit Kalandra dan dia berlalu pergi dari hadapan Kimmy dan Dimas.
Kimmy dan Dimas sama-sama tersenyum, tiba-tiba Dimas memegang tangan Kimmy dengan erat.
"Kamu mau pesan, apa?" Tanya Kimmy.
"Tidak sayang, aku tadi sudah makan bersama klien. Aku hanya ingin bertemu dengan kamu saja," jawab Dimas.
Kimmy mengangguk pelan. "Oh iya, dari tadi aku telpon kamu tidak di angkat, bahkan no ponsel kamu juga beberapa hari ini sulit di hubungi, apa ada masalah?" Tanya Kimmy, terlihat begitu kawatir pada Dimas.
Dimas terdiam, tapi dia juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Kimmy.
__ADS_1
"Tidak ada, kamu jangan berpikir macam-macam ya. Beberapa hari ini, aku hanya ingin istirahat saja, karena lelah." Jawab Dimas dengan alasan yang menurutnya masuk akal.
Kimmy lagi-lagi hanya mengangguk, Kimmy menikmati kopinya. Dimas hanya diam tapi sedikit gelisah.
Tring.... 1 pesan masuk.
Dimas mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, lalu melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
"Sayang, kamu kemana? Pagi-pagi sudah tidak ada di kasur."
Dimas membaca pesan dari Lissa, lalu membalasnya.
"Aku sedang keluar sebentar, aku ingin memberikan kejutan padamu sayang."
Lissa yang masih berbaring di atas kasur dengan keadaan telanjang, dia tersenyum membaca balasan pesan dari Dimas.
"Baiklah, malam ini kamu menginap di rumah aku lagikan?"
"Iya sayang, malam ini aku menginap di rumah kamu. Semalam aku belum puas, bahkan adik kecilku tidak mau tenang di dalam sangkarnya."
Lissa terus senyam-senyum, dia beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi membersihkan tubuhnya yang masih lengket karena bekas semalam.
"Ponsel kamu pegang terus, tapi setiap di hubungi pasti susah," cetus Kimmy tiba-tiba.
Kalandra dari tadi memperhatikan Dimas dan Kimmy. "Dimas, aku rasa nama itu tidak asing tapi......." Kalandra sibuk dengan pikirannya.
"Sayang, ini klien yang menghubungiku. Aku ada meeting lagi, aku pergi dulu ya!" Pamit Dimas, sambil memegang tangan Kimmy.
Sungguh tidak habis pikir, apalagi ini tidak pertama kalinya Dimas bersikap aneh seperti ini, hanya saja Kimmy berusaha percaya pada laki-laki yang sudah menjadi kekasihnya ini.
"Pergilah, kamu hati-hati ya!" Jawab Kimmy, sebenarnya dia merasa kesal tapi masih berusaha tenang.
"Nanti kamu pulang naik taksi saja ya!" Kata Dimas, sebelum pergi.
Kimmy hanya mengangguk, lalu Dimas pergi begitu saja. Setelah Dimas pergi, Kimmy masih diam sambil menikmati kopinya dengan malas.
Kalandra masih memperhatikan Kimmy, lalu dia berjalan menghampiri Kimmy.
"Boleh aku duduk?" Kalandra meminta izin pada Kimmy.
__ADS_1
"Silahkan!" Jawab Kimmy singkat.
Kalandra duduk, tapi Kimmy masih diam sambil sibuk mengaduk-aduk kopinya tidak jelas.
"Kenapa? Baru bertemu dengan pacar, tapi kok tidak senang gitu?" Tanya Kalandra pada Kimmy.
"Haruskah kamu ikut campur dengan masalahku?" Jawab Kimmy, dia langsung beranjak dari tempat duduknya dengan kasar.
Kimmy pergi begitu saja, bahkan dia tidak membayar kopi yang dia minum, karena hatinya begitu tidak jelas dan dia sangat ingin menangis.
Kimmy berjalan entah dia mau pergi kemana?
*****
Di kantor Kenzo, hari ini ada meeting bersama dengan klien yang perusahaan xx.
Melly dan Kenzo sudah siap dan mereka segera pergi menuju ke ruang meeting. Kini mereka sudah sampai di ruang meeting.
"Waahhh... klien, kita tampan sekali." Kata Melly, membuat Kenzo menatapnya dengan kesal.
"Berani sekali dia memuji laki-laki lain di hadapanku. Lain kali, aku tidak akan membiarkan ini sampai terjadi," batin Kenzo dalam hatinya.
Klien hari ini begitu tampan tubuhnya yang tinggi, kulitnya yang putih dan bibirnya yang begitu manis membuat Melly meronta-ronta.
"Melly, kita sedang kerja! Jaga ucapanmu!" Kata Kenzo agak membentak.
Melly tidak tahu ada apa dengan Kenzo? Karena memang beberapa hari ini Kenzo bersikap aneh, membuat Melly kadang merasa bingung.
"Aku hanya memujinya, lagian kalau klien kita dengar juga pasti dia akan sangat senang mendengar pujian dari gadis cantik seperti aku bos," kata Melly dengan begitu genitnya.
Sungguh ini membuat Kenzo tidak tenang, karena takut Melly akan tertarik pada klien nya itu.
"Diam! Jika kamu bicara macam-macam, maka aku akan memotong separuh gajian kamu!" Gertak Kenzo, dan Melly langsung diam tanpa membantah.
Kini mereka sedang meeting, klien tampan itu juga diam-diam melirik Melly. Tapi Kenzo selalu berusaha menghalanginya agar klien nya ini tidak sampai melirik Melly, karena tentunya Kenzo tidak rela jika ada laki-laki yang melirik Melly dengan lama.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1