Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Menagih janji Melly


__ADS_3

Malam menunjukkan pukul 9 malam, kini semuanya baru saja selesai makan malam bersama.


Setelah selesai makan malam mereka tidak langsung tidur melainkan mereka menonton televisi bersama.


"Mama, belum pulang kak?" tanya Kalandra yang belum melihat sosok mamanya dan papanya.


"Mereka, sedang liburan, mungkin mereka sedang merencanakan membuat adik kecil untuk kita Kalan," jawab Kenzo dengan begitu nyelehnya.


"Aku tidak mau punya adik kecil, lagian aku sudah pandai membuat dede kecil juga kak," sahut Kalandra sambil senyam-senyum melihat perut buncit istrinya.


Kimmy dan Melly sama geleng-geleng kepala, suami-suami mereka memang koplak jadi ya Kimmy dan Melly harus sama-sama sabar menghadapi suami-suami mereka.


"Mas Kalan, sepertinya kamu perlu istirahat cukup daripada kamu bicaranya nyeleneh gitu, ayo tidur sudah malam!" ajak Kimmy dan dia langsung beranjak dari tempat duduknya.


Kalandra juga melakukan hal yang sama, mereka bergandengan tangan masuk ke dalam kamar mereka.


Kenzo menatap Melly dengan tatapan begitu nakal, tentu saja Kenzo tidak lupa dengan rayuan maut istrinya beberapa waktu lalu. Kini di otak Kenzo bahkan sudah traveling kemana-mana dan rasanya tidak sabar ingin masuk ke dalam kamar, lalu terkunci di dalam kamar hanya berdua saja dengan istrinya.


Melly menatap malas Kenzo. "Mas, berhentilah menatapku seperti itu!" pinta Melly, karena tidak suka melihat tatapan nakal suaminya.


"Mas mau menagih janji kamu sayang, bukankah boleh lebih malam ini," kata Kenzo dengan tatapan semakin mesum.


Melly menggelidik kesal, dasar suaminya ini kalau masalah jatah itu tidak pernah lupa dan pastinya jika tidak dikasih pasti Kenzo akan menganggu tidur Melly semalaman.


"Hush, jangan disini!"


"Kita pindah ke Apartemen saja yuk sayang!"


"Mas, selama aku hamil ada baiknya kita tinggal di rumah mama saja, kan takutnya mas ada kerjaan diluar kota aku jadi ada temannya."


"Kan bisa aku anterin ke mama, kalau aku ada kerjaan diluar kota."


"Males mas bolak-baliknya, sudah di tempat mama saja! Nanti setelah aku lahiran baru kita pulang ke Apartemen."


Kenzo akhirnya mengangguk, lalu dia langsung mengangkat tubuh Melly tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Melly.


"Jangan bawel!"

__ADS_1


"Mas sangat mencintai kamu!"


Melly tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Kenzo, sedangkan Kenzo mencium bibir Melly dengan lembut.


Satu tangan Kenzo membuka pintu kamar mereka lalu mendorong pintu kamar mereka dengan satu kakinya.


Kenzo kembali menutup pintu kamarnya, tidak lupa dia juga mengunci pintu kamarnya.


"Jika di Apartemen pasti bisa kaw*n di tempat bebas, bahkan di ruang tamu juga bisa, aish Melly kenapa dia menolak untuk pindah ke Apartemen?" batin Kenzo dalam hatinya.


"Mas, kenapa diam saja?" tanya Melly, karena Kenzo hanya diam dan dia juga tidak melanjutkan aksinya.


"Maaf sayang, tadi sedang traveling otak mas!" Jawab Kenzo dengan alasan yang menurut dirinya masuk akal.


Kenzo kembali fokus dengan Melly, dia membaringkan tubuh Melly lalu kembali memulai aksinya dengan lembut.


"Sayang rasanya sudah lama kita tidak melakukan ini, bahkan mas juga tidak menyiram benih mas dengan baik."


"Itu menurut mas saja, ya sudah malam ini siram benih mas dengan baik!"


Kenzo mulai menanggalkan pakaian miliknya lalu membuangnya ke sembarang tempat, setelah itu Kenzo langsung menanggal pakaiannya Melly, lalu membuangnya ke sembarang tempat juga.


Kini keduanya sudah sepolos toples, perut buncit Melly juga sudah terlihat semakin besar.


Sebelum kembali melanjutkan aksinya, Kenzo mengelus-elus perut Melly dengan lembut.


"Anak papa, malam ini papa mau menyiram kamu biar semakin subur."


"Papa juga akan membajak kamu, biar kamu semakin berkembang dengan baik."


Melly hanya tersenyum kecil, dasar Kenzo ini memangnya rumah siputnya ini adalah sawah main bajak-bajak saja seenaknya.


Kini Kenzo kembali melanjutkan aksinya, Melly juga mulai merasakan sentuhan demi sentuhan yang begitu nikmat, hingga semakin panas er*ng*n dan d*s*h*n juga jelas terdengar dari kedua mulut mereka, sungguh malam ini hanya ada kenikmatan yang begitu luar biasa.


Hingga beberapa lama akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya, seperti janji Melly pada Kenzo, malam ini Melly kuat memberikan jatah lebih untuk suaminya.


Kini setelah lebih dari satu kali bermain, akhirnya mereka sama-sama tepar dan merasa sangat lemas, mereka juga langsung tidur tanpa mandi terlebih dahulu.

__ADS_1


****


Kalandra dan Kimmy masih sama-sama terjaga, malam ini perut Kimmy terasa agak nyeri, Kalandra juga terlihat kawatir tapi Kimmy menolak di bawa ke rumah sakit karena sudah terlalu malam.


"Ini pasti karena kamu kelelahan sayang, maafin mas sudah membuat kamu kecapean hari ini," kata Kalandra sambil terus mengusap-usap perut Kimmy dengan lembut.


"Tidak apa-apa mas, mas ambilin obat aku ya! Aku mau minum obat," kata Kimmy dengan nada lembut.


Buru-buru Kalandra beranjak dari tempat tidur, lalu dia segera mengambilkan obat untuk istrinya.


Kenzo megambil obat yang ada di atas meja rias, dia juga menuangkan segelas air putih untuk Kimmy.


"Ini sayang, minum obatnya!" suruh Kalandra dan Kimmy langsung meminum obat yang di berikan oleh suaminya.


Setelah meminum obatnya Kimmy langsung istirahat tapi Kimmy masih belum bisa tidur, karena perutnya masih terasa nyeri sekali.


"Kita ke rumah sakit saja ya!" ajak Kalandra karena semakin pada istrinya.


"Tidak mas, ini nanti juga sembuh." Lagi-lagi Kimmy menolak. "Yang kuat ya nak, kamu kelelahan bukan mama ajak foya-foya tapi mama ajarin kamu cara berbagi sejak kamu masih dalam kandungan," batin Kimmy dalam hatinya.


Karena Kimmy tetap menolak, akhirnya Kalandra tidak tidur dan dia memilih mengelus-elus perut istrinya dengan lembut, berharap itu bisa mengurangi rasa nyeri pada perut istrinya.


"Anak papa, ya anteng ya nak, kasian mama seharian ini kecapean, baik-baik di dalam sana ya nak!" kata Kalandra sambil terus mengelus-elus perut Kimmy.


"Aku kuat pa, papa jangan kawatir ya!" jawab Kimmy yang seolah-olah menjadi anaknya.


Kalandra tersenyum, dia mencium kening Kimmy dengan hangat, inilah wanita yang dia nikahi entah karena cinta atau tidak? Tapi yang jelas pertama kali bertemu dengan Kimmy Kalandra sudah jatuh hati padanya.


Biarpun usia Kalandra dan Kimmy itu lebih tua Kimmy, tapi bersyukurnya Kimmy bisa mengimbangi sifat Kalandra dan sebaliknya Kalandra juga bisa mengimbangi sifat Kimmy.


Perbedaan usia bukanlah masalah untuk menuju ke sebuah pernikahan, yang penting semua itu di dasar oleh cinta.


Ya seperti Kimmy dan Kalandra, Kimmy yang tadinya tidak mencintai Kalandra, tapi seiring berjalannya waktu akhirnya cinta tumbuh di antara mereka.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2