
"Kin, apa kamu masih mencintai Arga?" Tanya Vira tiba-tiba.
"Aku...." Kinan menghela nafasnya dengan pelan, lalu menghembuskan kembali dengan pelan.
Mata Vira terus tertuju pada Kinan, sungguh dia ingin mendengar jawaban dari Kinan secara langsung ntah itu jawaban Kinan akan menyakitkan atau tidak, Vira siap untuk mendengarnya.
"Vir, aku sudah tidak punya perasaan apapun pada Arga. Lagian aku juga sudah menikah dengan Aftar," Jawab Kinan sambil tersenyum pada Vira.
"Vira, biarpun aku masih mencintainya Arga aku tidak akan kembali ke sisinya ataupun merebut dia dari dirimu. Apalagi Tante Rosa sangat menentang hubungan aku dengan Arga." Batin Kinan dalam hatinya.
"Vira, Arga itu laki-laki yang sangat baik jika kamu bisa mengambil hatinya aku yakin dia akan sangat mencintaimu." Kinan tersenyum begitu tulus pada Vira.
Dalam hati Vira, ternyata Kinan adalah wanita yang sangat lembut, dia cantik bahkan dia terlihat sangat sabar. Mungkin ini alasan Arga begitu mencintainya.
"Ntahlah Kin, akankah aku sanggup terus berada di sisinya." Jawab Vira, raut wajahnya tampak sedih karena mengingat kelakuan Arga pada dirinya setiap hari.
"Setiap hari Arga ketus dia begitu ketus dan yang diingat hanya kamu Kinan." Batin Vira dalam hatinya.
Vira dan Kinan mengobrol sambil menikmati hidangan yang ada. Sedangkan Arga dan Aftar duduk di kursi yang berbeda dari istri-istri mereka.
Aftar menatap Arga dengan tatapan tidak suka, mengingat Arga adalah mantan kekasih Kinan rasanya hati Aftar panas dingin melihatnya.
"Segeralah ceraikan Kinan!" Cetus Arga dengan tatapan mata begitu serius.
Aftar tertawa "Ar, sadarlah Kinan sudah menjadi istriku dan aku tidak akan menceraikan dia!" Aftar membalas tatapan Arga dengan serius juga.
"Sekarang sudah malam, pesta resepsi pernikahan juga sudah hampir selesai lebih baik kamu pulang, kamu kuatkan hatimu dan kamu ingan jangan pernah menganggu Kinan lagi karena dia sudah menjadi istri sah ku!" Kata Arga dengan penuh penegasan.
Arga beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan menuju ke tempat Vira dan Kinan sedang duduk.
"Vira, ayo kita pulang sekarang!" Arga meraih tangan Vira lalu menariknya dengan kasar.
Sebelum pergi dari hadapan Kinan, Arga menatap Kinan dengan tatapan penuh arti rasanya Arga ingin memeluk Kinan dan membawanya pergi bersama dirinya.
"Terimakasih sudah datang ke acara pernikahanku." Kinan tersenyum, Vira juga membalas senyum Vira tapi mata Arga tidak lepas dari mata Kinan dia terus menatap mata Kinan dengan penuh arti.
__ADS_1
"Kinan, jika kamu tidak bahagia atau Aftar melukai hatimu. Datanglah padaku, aku siap mengobati luka di hatimu." Arga tersenyum, dia melepaskan tangannya dari tangan Vira. Kini dia hendak mengalihkan tangannya kedua pipi Kinan, tapi belum sempat melakukannya tangan Aftar sudah menahan tangan Arga "Jangan pernah menyentuh istriku!" Aftar menepis tangan Arga dengan kasar.
Hati Vira merasa tidak kuat, sungguh rasanya dia seperti menjadi orang ketiga di antara Arga dan Kinan.
Vira tidak mau terus-terusan melihat pertunjukan yang ada di hadapannya itu. Karena sungguh hatinya saat ini seperti di cabik-cabik. Laki-laki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya tapi dia masih mencintai mantan kekasihnya.
Vira berlalu pergi begitu saja, dia berlari dari tempat acara dengan tangisnya yang sudah pecah membasahi pipinya.
"Aku ini bodoh, kenapa aku mau mengantar Arga ke acara pernikahan mantan kekasihnya." Vira terus berlari sambil menangis.
"Vira...." Kinan hendak mengejar Vira, tapi tangan Aftar menahannya "Biar mereka menyelesaikan masalah rumah tangga sendiri!" Cegah Aftar kini tangannya menggenggam tangan Kinan dengan erat.
"Arga kejar Vira!" Suruh Kinan dan Arga langsung pergi berlari keluar dari tempat acara.
Setelah Arga dan Vira pergi, Kinan menjatuhkan dirinya tepat di kursi. Hari ini perasaannya begitu campur aduk bahkan Kinan juga merasa kasian pada Vira.
"Arga mari kita jalanin hidup kita masing-masing, lupakan aku karena aku juga akan melupakanmu selamanya." Batin Kinan dalam hatinya.
Karena acara sudah selesai, para tamu juga sudah pulang. Akhirnya Aftar mengajak Kinan untuk pulang juga, malam ini mereka akan menginap di hotel milik keluarga Sanjaya.
Vira dan Arga.
Langit yang tampak mendung, titisan air hujan mulai berjatuhan tapi Vira terus berlari ntah kemana Vira akan pergi?
Arga terus mengejar Vira, tapi dia kehilangan jejak Vira begitu saja.
"Kemana Vira?" Tanya Arga, sambil mencari-cari sosok Vira.
"Hujan, Vira kemana? Mana dia pakai gaun yang agak terbuka, pasti dia akan kedinginan." Arga terus mencari sosok Vira, perasaannya tiba-tiba merasa sangat kawatir pada Vira.
Arga terus berteriak "Vira.... Vira, kamu dimana?" Arga menulusuri setiap jalanan berharap dia bisa menemukan istrinya dan mengajaknya pulang.
Vira duduk di sebuah kursi taman, hujan yang mulai turun kini sudah mulai membasahi Vira yang sedang duduk sambil menangis.
"Hujan, apa kamu juga merasakan kesedihanku?" Tanya Vira pada hujan.
__ADS_1
"Vira, kamu tidak boleh sedih! Tetaplah menjadi wanita yang kuat." Vira memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Dalam hati Vira, Rasyah mungkin jika kamu masih ada di dunia ini aku pasti tidak akan merasakan kesedihan seperti ini. Kita pasti sudah bahagia dengan impian-impian kita yang saat ini hanya menjadi kenangan yang indah.
"Rasyah, aku ingin memelukmu!" Air mata Vira semakin berjatuhan, sungguh Vira sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.
Tiba-tiba sosok Rasyah seperti ada di sampingnya, melihat sosok laki-laki yang sangat dicintainya tangis Vira semakin pecah mengingat kejadian waktu mereka mau menikah semuanya sudah siap, tapi Rasyah mengalami serangan jantung dan dia meninggal tepat di hari pernikahannya dengan Vira.
"Jangan bersedih, mungkin aku sudah tidak ada di dunia untuk selalu menemanimu dan membangun impian-impian kita bersama tapi aku selalu mencintaimu." Rasyah tampak tersenyum, tangannya mengusap pucuk rambut Vira dengan penuh kasih sayang.
"Rasyah, aku ingin pergi menyusulmu." Vira ingin sekali meraih tangan Rasyah dan ikut pergi bersamanya.
Tapi bayangkan Rasyah seketika hilang begitu saja.
"Ingat sayangku, kamu harus bahagia!" Bayangan Rasyah semakin jauh dan menghilang dari pandangan Vira.
Tangis Vira semakin pecah, mungkin jika Rasyah masih ada pasti Vira akan bahagia dan tidak akan merasakan kesedihan seperti saat ini. Rasyah yang sudah pergi untuk selamanya membuat Vira hanya bisa mengenangnya dalam hatinya, Vira tahu cinta Rasyah begitu besar pada dirinya.
"Vira," Arga berjalan menuju ke tempat Vira sedang duduk.
"Pasti nanti kamu akan sakit, dasar gadis b*doh." Batin Arga dalam hatinya.
"Rasyah, aku mencintaimu sangat mencintaimu." Kata Vira sambil tersenyum mengingat bayangan Rasyah yang baru saja hadir.
"Rasyah siapa?" Tanya Arga tiba-tiba, yang ternyata sudah berdiri tepat di belakang Vira.
Vira buru-buru menghapus air matanya, karena tidak mau Arga sampai tahu kalau dirinya menangis.
"Arga...." Vira terkejut.
"Rasyah siapa?" Arga mengulangi pertanyaannya dengan tatapan garang.
"Apa kamu berani menjalin hubungan dengan laki-laki lain di belakangku?" Tanya Arga dengan tegas.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊