Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Senjata makan tuan


__ADS_3

Kenzo terdiam sedangkan kopi itu sudah berpindah tangan ke tangan Melly, Melly langsung membawa kopi itu keluar dari ruangan suaminya.


Entah mau dibawa kemana kopi itu oleh Melly??


Melihat sang istri membawa keluar kopi dari ruangannya, Kenzo beranjak dari kursi kerjanya lalu mengikuti langkah kaki sang istri menuju keluar dari ruangannya.


...Melly menatap sengit Monita yang sedang sibuk dengan ponselnya, kini Monita menaruh ponselnya di atas mejanya....


"Mau apa Melly kesini? Aish mana dia membawa kopi yang aku buatkan untuk Kenzo lagi," batin Monita dalam hatinya.


"Kenapa, kamu takut?"


"Dengan siapa? Dengan kopi ini atau dengan suamiku, aku rasa tidak mungkin jika wanita sepertimu takut dengan suamiku."


Melly menatap sengit Monita, tapi Monita malah beranjak dari tempat duduknya bahkan dia berkacak pinggang sambil menatap Melly dengan tatapan sengit.


"Aku tidak takut dengan siapapun, termasuk sama kamu Melly!" Seru Monita dengan tidak tahu malunya.


Kenzo hanya diam, dia akan bertindak jika Monita sampai menyakiti Melly.


"Baguslah, sekarang kamu minum kopi ini! Biar suamiku yang polos ini, tahu ini kopi isinya apa?" Melly menyodorkan secangkir kopi yang ada di tangannya pada Monita.


"Haaah Melly bilang aku polos, memangnya aku Naya istrinya Raka? Yang sepolos toples itu?" Raka malah tertawa dalam hatinya.


Buat yang penasaran siapa itu Naya yang sepolos toples, dia adalah salah satu tokoh di karya Author yang berjudul. "SUAMIKU DUDA KAYA TAJIR MELINTIR"


"Tidak aku tidak mau meminumnya!" Tolak Monita, jika sampai minum kopi buatannya sendiri makanya itu akan menjadi senjata makan tuan bagi Monita.


"Jika kamu tidak mau meminumnya, maka aku akan menyiram kopi panas ini ke wajah mulus kamu, silahkan kamu pilih mana?" tawar Melly tentu saja dia tidak akan menyerah begitu saja.


Monita semakin menatap Melly dengan tatapan lebih sengit, tapi Melly malah tersenyum penuh kemenangan.


"Minum sekarang!"


"Dan kamu mas, lihat apa yang akan terjadi pada wanita ini!"


"Setelah itu, ingatlah jadi laki-laki yang tegas dan jangan pernah memberikan celah masuk untuk wanita j*l*ng seperti Monita ini!"


Melly menatap Monita dengan tatapan semakin kasar, dengan sengaja Melly juga memberikan penegasan pada suaminya yang terlalu polos.


Monita akhirnya meminum kopi buatan sendirinya itu daripada Melly menyiramkan kopi itu ke wajah cantiknya.


Setelah beberapa lama Melly tiba-tiba mengerang bahkan dia mencakar-cakar tubuhnya sendiri, karena rasanya ingin sekali di sentuh dengan lawan jenisnya.


"Achh Ken, aku mohon bantu aku!"


"Aku bisa mati, karena obat perangsang ini. Sungguh ini membuat aku tidak tahan, ingin di puaskan."

__ADS_1


Monita berjalan menuju ke Kenzo, dia ingin sekali meraih Kenzo masuk ke dalam pelukan dirinya, tapi dengan sigap Melly langsung menahan Monita agar tidak sampai menyentuh suaminya.


"Kamu nikmati saja sendiri! Ingat jangan pernah menyentuh suamiku!" Melly memberikan peringatan keras pada Monita.


Monita semakin meronta-ronta tidak tahan, bahkan tubuhnya pada merah karena cakaran tangannya sendiri gara-gara obat perangsang yang dia masukan ke dalam kopi buatannya itu.


"Sayang, Monita kenapa?" tanya Kenzo dengan begitu polosnya.


"Dia sedang menerima azab nya mas, sudah biarkan saja dia!" jawab Melly dengan ketus.


"Sungguh apa Mas Ken itu tidak tahu kalau itu efek dari obat perangsang?" batin Melly dalam hatinya.


"Ken.....!!"


"Br*ngs*k kamu Melly!"


"Awas saja, aku akan membalas semuanya nanti!"


Monita semakin kepanasan, bahkan rasanya begitu tidak tahan, tapi Monita tidak tahu harus kemana? Akhirnya Monita menelpon salah satu teman laki-laki dirinya, Monita menyuruh laki-laki itu menjemput ke tempat kerjanya, karena rasanya semakin tidak jelas dan Monita juga semakin merintih manja, Monita akhirnya menunggu temannya itu di dalam kamar mandi.


Monita juga mengirim pesan pada temannya itu untuk datang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi saja.


Kini Melly dan Kenzo berada di ruangan Kenzo, Melly menatap Kenzo dengan tatapan begitu dingin sungguh rasanya gemas sekali dengan suaminya ini.


"Apa kamu tidak tahu itu obat perangsang mas?" tanya Melly, sebagai wanita Melly banyak belajar dari internet juga agar tahu tentang hal apa saja.


Melly mengangguk tapi dia masih menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya, ternyata suaminya ini ada polos-polosnya juga."Ternyata suamiku ada polos-polosnya juga, ahh Mas Ken, kamu membuatku gemas," batin Melly dalam hatinya.


Kini Kenzo kembali sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Melly bersantai sambil memainkan ponsel miliknya.


Setelah menunggu beberapa lama di kamar mandi, akhirnya Haris datang, Haris langsung masuk ke dalam kamar mandi sesuai yang di perintahkan oleh Monita.


Haris membuka pintu kamar mandi, dia menemukan Monita dengan tubuh yang sudah tidak jelas, bahkan banyak bekas merah karena cakaran demi cakaran dari tangannya sendiri.


"Nit, kamu kenapa?" tanya Haris dengan nada kawatir sambil membantu Monita untuk bangun, tapi Monita malah menarik Haris hingga jatuh menindih tubuhnya.


"Haris, aku butuh kamu, berikan aku kepuasan sekarang juga!" Pinta Monita, dia sudah sangat teransang karena obat itu.


Haris tersenyum senang, jarang-jarangkan mendapatkan barang gratis seperti ini.


"Tapi aku tidak membawa alat pec*g*h kehamilan?" tanya Haris, sebelum melakukan lebih.


"Kamu bisa cr*t*n diluar, Haris aku mohon rasanya sudah tidak tahan sekali!" Monita langsung mencium bibir Haris dengan begitu rakus. "Aku tidak perduli, lagian aku juga tidak pr*w*n lagi, yang penting aku puas." Batin Monita dalam hatinya.


Kini keduanya saling berciuman dengan rakus Haris juga sangat menikmati ciuman dari Monita.


"Ahhhhhh....." Keduanya saling med*s*h dengan begitu nikmat.

__ADS_1


Monita membuka resleting celana Haris dan c*l*n* d*l*m Haris, kini benda tumpul Haris terlihat tegang dan Monita langsung ******* nya layak menyedot lollipop.


Haris merasakan kenikmatan yang begitu tiada Tara.


"Nita, sudah! Aku sudah mau cr*t!" Haris dengan cepat mengeluarkan m*l*knya dari dalam mulutnya Monita.


Monita mengerang dengan kuat, tanpa menunggu persetujuan dari Monita Haris langsung membuka sl*k*ng*n Monita lebar-lebar dan langsung memasukkan m*l*knya ke dalam rumah siput Monita.


Dengan sekali hentakan dan tentunya tidak butuh perjuangan panjang karena rumah siput Monita juga sudah sering di masukin oleh m kekasih Monita dulu yang sekarang sudah menjadi mantan.


"Ahhhhhh achh....."


"Lebih kencang lagi!"


"Haris, aku sungguh tidak tahan lagi! Aku ingin keluar, cepat cabut m*l*k kamu!"


Monita terus mend*s*h penuh kenikmatan, sedangkan Haris buru-buru mengeluarkan m*l*knya karena Haris juga sudah tidak tahan ingin keluar.


Berulang kali mereka melakukannya di dalam kamar mandi kantor, karena Monita terus meminta pada Haris untuk memberikan kepuasan untuk dirinya.


Sedang fokus dengan laptopnya, tiba-tiba ponselnya Kenzo berbunyi dan ternyata ada pesan dari Kalandra.


"Kak, datanglah ke cafe aku, ini penting sekali ada masalah di cafe."


Kenzo membaca pesan dari Kalandra, lalu dia buru-buru mengajak Melly untuk pergi ke cafe milik Kenzo.


"Mas ada apa?" tanya Melly, karena Kenzo buru-buru mengajak dirinya pergi dari kantornya padahal Kenzo masih sibuk dengan banyak pekerjaannya.


"Ada masalah." Jawab Kenzo.


Melly tidak berani bertanya lagi, kini mereka sudah masuk ke dalam mobil dan Kenzo juga dengan cepat melajukan mobilnya menuju ke cafe Kalandra.


Sesampainya di cafe Kalandra, Kenzo dan Melly langsung turun dari mobil. Kenzo melihat sekitarnya tapi sepi, mobil beberapa pelanggan banyak, tapi cafe Kalandra terlihat tidak ada orang sama sekali.


Melly melihat seluruh pelayan cafe semuanya duduk di depan cafe, wajah-wajah mereka juga terlihat begitu frustasi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Melly dan Kenzo menggelengkan kepalanya.


Tanpa berpikir lama lagi, Kenzo dan Melly langsung masuk ke dalam cafe dan mereka menuju ke ruangan Kalandra.


Kini Melly dan Kenzo sama-sama melihat Kalandra dan Kimmy yang terlihat sedang tidak baik-baik saja.


"Ada apa?" tanya Kenzo dan Melly secara bersamaan.


"Kakak....." seru Kalandra, sambil melihat Kenzo dan Melly yang baru saja datang.


BERSAMBUNG 😊

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 🙏


__ADS_2