
Melly terus tersenyum sambil membawa buket bunga mawar merah yang di berikan oleh sang suami tercinta.
"Mas Ken, aku kira kamu tidak sungguh-sungguh, ternyata ini beneran."
"Suamiku, kamu itu ya cemburuan sekali."
Kinan yang dari tadi memperhatikan Melly yang sedang berjalan dan tentunya mendengar apa yang di katakan Melly, Kinan tersenyum kecil.
"Suamimu cemburuan persis seperti papanya nak, tapi Ken cemburu sama siapa?" tanya Kinan, kini Kinan dan Melly sudah duduk di ruang tengah.
"Sama teman aku ma, lucu ma dari kemarin," jawab Melly membuat Kinan tertawa kecil lagi.
"Kenzo.... Kenzo, sungguh sifat kamu itu nak persis sekali dengan papa kamu," kata Kinan sambil geleng-geleng kepala tidak percaya.
Kinan mendekatkan duduknya ke Melly, lalu Melly melihat mamanya dengan serius.
"Ada apa ma?" tanya Melly, pasti ini hal penting yang mau mamanya sampaikan pada dirinya.
"Nak mama mau ngomongin masalah 7 bulanan, itu kamu mau di adakan dimana? Sudah tinggal beberapa minggu lagi kan, biar mama siapkan dari sekarang," jawab Kinan.
Melly mengangguk paham, bahagia sekali mempunyai mertua yang begitu sayang pada dirinya. Bahkan untuk acara 7 bulanan saja sudah di pikiran oleh mama mertuanya.
"Di rumah saja ma, kita panggil anak yatim dari yayasan saja ma, nanti Melly suruh Mas Ken yang mengurus semuanya ma," jawab Melly dengan nada lembut.
Kinan mengangguk lagian ada baiknya juga kalau untuk acara 7 bulanan cukup di rumah saja, memang Melly itu wanita yang begitu sederhana. Padahal Melly bisa merayakan acara 7 bulanan di hotel mewah ataupun tempat mewah lainnya tapi Melly juga berpikir itu hanya akan membuang-buang uang saja tapi jika di adakan dirumah dan mengundang anak-anak yatim itu jauh lebih bermanfaat dan tentunya doa dari mereka yang Melly harapan juga.
"Baiklah nak, nanti mama juga mulai pesan bingkisan dan catering," ujar Kinan terlihat senyumnya begitu kagum pada menantunya ini.
Tiba-tiba Kimmy datang, dia ikut bergabung dengan Kinan dan Melly yang sedang duduk.
"Mama, Kak Melly...." sapa Kimmy dengan sopan.
"Iya nak, oh iya nak ini kebetulan kamu disini, mama juga mau nanya, kan setelah acara 7 bulanan kakak ipar kamu, itu bulan depannya kan acara 7 bulanan kamu nak. Kira-kira kamu mau di adakan dimana untuk acara 7 bulanan anak kamu nanti?" tanya Kinan, dia tidak ingin bersikap tidak adil pada kedua menantunya ini.
__ADS_1
Kimmy terdiam sejenak dia sedang berpikir, hingga beberapa detik Kimmy melihat Kinan dengan tatapan lembut.
"Mama, apakah boleh aku mengadakan acara 7 bulanan anak aku nanti di hotel mewah milik papa? tadinya aku pikir dirumah saja cukup ma, tapi aku pinginnya di hotel mewah milik papa, ya tempat aku dan Mas Kalan dulu bertemu hingga akhirnya kita menikah ma," jawab Kimmy dengan nada lembut.
Kinan mengingat kejadian waktu itu, betapa lucunya waktu Kimmy dan Kalandra di suruh langsung menikah karena mereka tidur satu kamar di hotel mewah milik Aftar dan mereka tidur di kamar pribadi Kalandra, disitu mereka merasa seperti di grebek hansip, padahal mereka juga tidak melakukan apa-apa tapi mungkin ini sudah jalannya dan akhirnya mereka menikah, mungkin karena sudah jodoh juga.
"Kimm, dulu waktu tiba-tiba di suruh nikah sama Kalan, bagaimana rasanya?" canda Melly, dia tahu seperti apa ceritanya? Karena Kenzo yang menceritakan semuanya.
"Rasanya seperti di tangkap hansip kak, padahal jelas malam itu aku dan Mas Kalan tidak melakukan apa-apa, biarpun kita satu kamar juga Mas Kalan tidur di lantai kak," jelas Kimmy dengan jujur.
Kinan tertawa, tapi dia juga tidak menyesal mendukung anaknya menikah dengan Kimmy lagian Kimmy juga gadis yang baik.
"Jika mengingat waktu itu mama juga merasa lucu nak, mama tahu kalian tidak melakukan apa-apa tapi mama juga ingin kalian menikah jadi begitulah nak," kata Kinan membuat Kimmy juga akhirnya tertawa.
Mereka sama-sama tertawa mengingat kejadian beberapa waktu lalu, sungguh ternyata semuanya begitu lucu.
"Oh iya Kimmy, nanti mama akan urus semuanya, untuk tamu bagaimana nak?" tanya Kinan kembali ke pembahasan yang mereka bahas.
"Hanya keluarga dekat saja ma, ya kalau yang lainnya ya itu terserah mama dan papa," jawab Kimmy dan di anggukin oleh Kinan.
Kini Kimmy dan Melly asik bercanda mengingat kejadian yang sudah berlalu bersama suami-suami mereka.
*****
Kenzo yang masih saja sibuk dengan pekerjaannya, dia terlihat semakin kesal karena Dika kerjanya sungguh tidak beres, banyak kerjaan yang di tumpuk di meja kerja Kenzo.
Akhirnya Kenzo menyuruh Dika datang ke ruangannya, kini Dika sudah berdiri di hadapan Kenzo.
Kenzo langsung menatap garang Dika, sambil geleng-geleng kepala Kenzo melempar semua berkas dengan kasar kepada Dika.
"Aku tanya, kamu itu kerja apa? Kenapa semua kerjaan ini ada di meja kerjaku? Itukan tugas kamu," kata Kenzo sungguh rasanya marah sekali.
Dika hanya diam, dalam hatinya dia tidak terima Kenzo memperlakukan dirinya seperti saat ini.
__ADS_1
"Sungguh, lihat saja aku akan balas semuanya, Melly juga pasti akan meninggalkan kamu," batin Dika dalam hatinya.
"Maaf pak, saya kemarin sibuk sekali, jadi lupa mengerjakan semuanya," jawab Dika dengan begitu entengnya.
Gampang sekali ngomong lupa padahal jelas-jelas tugas-tugas Dika sudah di jelaskan semuanya oleh Kenzo, tapi entahlah Dika itu maunya apa?
"Sekarang kerjakan semuanya! Jika mau kerja denganku, bekerjalah dengan benar!" tandas Kenzo tidak mau tahu, sorot matanya juga begitu tegas.
Dika mengangguk malas, dia merapikan semua berkas-berkas itu lalu kembali menatap Kenzo.
"Saya, permisi dulu pak," pamit Dika dan dia langsung keluar begitu saja dari ruangan Kenzo.
Entah cobaan apalagi? Kenapa Kenzo harus mendapatkan sekertaris yang tidak becus seperti ini?
Sesampainya di ruangannya, Dika dengan kasar melempar semua berkas itu di atas meja kerjanya.
"Aku tadinya semangat kerja...."
"Tapi ketika aku tahu kalau kamu menikah dengan Melly, itu membuat aku kecewa, aku akan merebut Melly dari hidup kamu!"
Dika terlihat begitu marah, bahkan saat ini hatinya tidak senang, Dika mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam saku celananya. Lalu dia menggeser layar ponselnya yang ada foto dirinya dengan Melly di masa lalu.
"Mell, aku sangat menyukai kamu, kenapa harus laki-laki itu yang kamu pilih?" tanya Dika, dia masih belum bisa menerima semuanya.
Dika mengerjakan semuanya pekerjaan, biarpun dengan malas tapi di kantor inilah dia akan berusaha kembali mendekati Melly agar bisa merebutnya dari Kenzo.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, Melly yang sedang berjalan-jalan di halaman rumah tiba-tiba ada kurir yang menghampiri Melly dan kurir itu membawa satu buket bunga lili.
Melly menerima buket bunga itu, dia juga tidak bertanya dari siapa? Karena dia mengira bunga itu adalah kiriman dari suaminya lagi, apalagi Kenzo juga tau kalau Melly suka dengan bunga lili.
Sambil tersenyum Melly membawa buket bunga lili itu masuk ke dalam kamarnya, dia berpikir kalau Kenzo sangat romantis.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia