Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Apa dia jodohku?


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 12 siang, Kenzo sudah selesai dengan pekerjaannya. Kini Kenzo mau pergi makan siang, tapi tiba-tiba ponsel Kenzo berbunyi dan itu ternyata telpon dari Melly.


"Akhirnya, sih cempreng menelpon." Gumam Kenzo dengan suara pelan.


Iya dari tadi Kenzo gelisah karena biasanya ada Melly yang sangat bawel pada dirinya, tapi hari ini dia tidak masuk kantor.


Kenzo menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Hallo..Kak Kenzo," seru Melly dengan begitu cemprengnya.


Kenzo hanya bisa menjauhkan ponselnya dari telinganya. "Kapan dia bisa merubah suaranya menjadi lemah lembut," batin Kenzo dalam hatinya.


"Melly, pelankan suaramu! Katakan ada apa kamu menelponku? Apa kamu merindukan aku yang tampan ini?" Tanya Kenzo dengan gaya tengilnya.


"Tidak kak, jangan-jangan kakak yang merindukan Melly." Ledek Melly dengan jail.


"Iya aku merindukanmu, di kantor sepi tidak ada kamu." Kata Kenzo, membuat Melly tertawa penuh kemenangan.


"Besok aku masuk kak," kata Melly.


"Kak sudah dulu ya, aku mau bertemu dengan teman aku." Kata Melly buru-buru.


"Tunggu! Kamu mau bertemu dengan teman laki-laki atau perempuan?" Tanya Kenzo tiba-tiba.


"Sejak kapan Kak Ken, perduli aku mau bertemu dengan teman laki-laki atau perempuan?" Batin Melly dalam hatinya.


"Laki-laki kak, teman SMA dulu." Jawab Melly dengan santai, sambil mematikan saluran teleponnya.


Setelah saluran teleponnya terputus Kenzo terdiam, dia memikirkan teman laki-laki yang seperti apa? Yang akan Melly temui hari ini.


"Haruskah, dia bertemu dengan teman laki-laki saat tidak ada aku di sampingnya."


"Bagaimana, jika temannya itu macam-macam pada dia?"


"Dasar Melly, sembarangan saja bertemu dengan teman laki-laki."

__ADS_1


"Aish, kenapa aku jadi tidak jelas seperti ini sih? Lagian kan itu hak Melly mau bertemu dengan siapa saja."


Kenzo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sungguh hari ini hatinya meronta-ronta tidak jelas memikirkan Melly yang mau bertemu dengan teman laki-lakinya.


*****


Di cafe Kalandra, Kalandra terlihat sedang mengawasi para pegawainya yang sedang bekerja.


"Sisil, kemarinlah!" Kalandra melambaikan tangannya pada Sisil.


Sisil yang sedang berdiri berjalan menghampiri Kalandra.


"Ada apa bos?" Tanya Sisil.


"Hari ini semuanya pulang cepat saja, aku ada urusan soalnya." Jawab Kalandra dan Sisil mengangguk pertanda mengerti.


"Baik bos, saya beritahukan pada yang lain dulu." Kata Sisil, dia berlalu pergi meninggalkan Kalandra yang masih berdiri.


Kalandra duduk di salah satu kursi, kini dia bengong sambil berpikir.


"Jika Kak Ken, melihat kelakuanku, ke mesuman ku pasti dia bakal mengolok-olok aku habis-habisan." Kalandra bergumam dengan suara lirih.


"Lagian Kak Ken, tidak menikah-nikah. Padahal aku sudah ingin menikah sekali." Kalandra terlihat lesu, dan tidak bersemangat.


"Kalan, kamu mau menikah. Memangnya kamu sudah punya calonnya?" Hati Kalandra berbicara.


Seketika Kalandra tersenyum masam, sungguh malang sekali nasibnya padahal ingin sekali menikah tapi sayangnya belum punya kekasih atau pacar.


Kalandra kembali diam, kali ini dia sedang memikirkan dimana dia mencari seorang kekasih?


"Kak Melly, rasanya aku ingin menjadikanmu sebagai istriku tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya," batin Kalandra dalam hatinya.


Kalandra beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berjalan menuju ke dapur untuk melihat-lihat ke dapur. Tapi karena jalannya Kalandra itu tidak memperhatikan jalan dan akhirnya Kalandra menabrak seorang gadis cantik yang sedang berjalan menuju ke kasir.


"Auhh..." teriak gadis itu dengan suara pelan tapi menekan.

__ADS_1


Kalandra buru-buru meminta maaf pada gadis itu, dia juga tidak ingin membuat pelanggannya sampai kecewa.


"Maaf nona," kata Kalandra sambil membungkukan kepalanya.


"Maaf...maaf...jalan itu hati-hati!" Gadis itu malah malah marah-marah pada Kalandra.


Kalandra mengangkat sedikit kepalanya, lalu dia menatap wajah cantik gadis itu.


"Cantiknya, apa dia adalah jodohku yang di kirimkan tuhan?" Tanya Kalandra dalam hatinya, matanya tidak berkedip sama sekali.


"Iya nona, lain kali saya akan hati-hati." Jawab Kalandra dengan nada lembut.


"Untuk permintaan maaf dariku, bagaimana kalau aku tlaktir makan malam berdua?" Tawar Kalandra dengan begitu percaya diri sekali.


Gadis itu terdiam, dia diam-diam memperhatikan Kalandra yang sedang menatapnya dengan tatapan begitu lembut.


"Tampan sekali, senyumnya juga terlihat manis." Batin gadis itu dalam hatinya.


"Nona, apa nona mau menerima ajakanku?" Tanya Kalandra untuk kedua kalinya.


Gadis itu mengangguk pelan dengan raut wajah malu-malu.


"Oh iya, nama kamu siapa?" Tanya Kalandra, sambil mengeluarkan tangannya.


"Nama aku Kimmy....!" Kimmy menjawab tangan Kalandra, sambil tersenyum membuat Kalandra juga ikut tersenyum.


"Senyumnya begitu manis seperti gula," puji Kalandra dalam hatinya.


"Bagaimana, kamu mau aku tlaktir makan malam?" Kalandra mengedipkan satu matanya dengan genit.


"Iya aku mau," jawab Kimmy dengan nada lembut.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🤗

__ADS_1


__ADS_2