Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Bukan muhrim


__ADS_3

Dengan tidak tahu malunya Dika berjalan mendekati Melly dan Kenzo yang sedang duduk berdua di bawah pohon yang rindang.


Kenzo dan Melly terlihat begitu romantis, bahkan mereka juga terlihat seperti anak muda yang sedang pacaran, apalagi wajah mereka yang terlihat begitu imut-imut.


"Mas, kaki aku pegel," keluh Melly dengan penuh perhatian Kenzo memijat kaki Melly, sungguh Melly bahagia sekali, suaminya ini begitu perhatian dan sangat mencintai dirinya.


Kenzo memijat kaki Melly dengan hati-hati dengan penuh kasih sayang.


Dika yang dari tadi melihat kemesraan yang ada di hadapannya itu tatapan matanya begitu tidak suka, bahkan tatapan mata Dika juga begitu benci pada Kenzo.


"Apakah mereka sedang pamer kemesraan? Lihat ini tempat umum tapi mereka seolah-olah tidak memperdulikan pengunjung taman yang lain, dasar Kenzo itu kampungan sekali," batin Dika dalam hatinya.


Dika ini terlihat begitu iri pada kemesraan dua sejoli itu, sungguh hati Dika tidak terima dan tentunya ingin sekali menghajar Kenzo padahal jelas-jelas Kenzo tidak pernah membuat masalah dengan dirinya selama ini dengan Dika.


"Melly....." panggil Dika dengan nada agak keras, Melly yang sedang bercanda dengan Kenzo seketika dia menoleh. "Dikaa..." gumam Melly lirih.


Kenzo mengikuti arah pandangan Melly, seketika Kenzo merasa kesal dan tentunya tidak suka pada Dika. "Sedang apa dia disini? Apa dia mau menganggu istriku?" batin Kenzo dalam hatinya.


"Dikaaa....." sahut Melly sambil memancarkan senyum manis di sudut bibirnya.


Dika membalas senyum Melly, seketika Kenzo menatap Dika dengan garang. "Awas saja jika kamu berani menganggu istriku," batin Kenzo dalam hatinya.


Dika berjalan menghampiri Melly, bahkan dengan tidak punya perasaan sama sekali, Dika langsung saja duduk di sebelah Melly.


"Kamu semakin hari semakin cantik saja, pipimu juga terlihat makin tembem," kata Dika seketika Kenzo mengepalkan kedua tangannya karena merasa kesal.


"Lalu kenapa, apa ada masalah?" sahut Kenzo, terdengar ketus dan tatapan matanya sangat tidak suka dengan Dika.


Melly melihat suaminya dia tahu saat ini kalau suaminya ini sedang cemburu, tapi Melly tidak tahu kalau Dika sedang berusaha merebut dia dari Kenzo, Kenzo juga bermain dengan tenang untuk saat ini tapi jika Dika sudah keterlaluan jangan harap Kenzo akan diam saja.


"Aku tidak bicara denganmu!" sahut Dika, lalu kembali menatap Melly dengan begitu manis.


"Melly, aku tidak perduli biarpun kamu sudah hamil anak anaknya Kenzo itu, aku pasti akan menerima kamu apa adanya," batin Dika dalam hatinya.

__ADS_1


Dika begitu yakin dengan apa yang dirinya mau, dia tidak sadar kalau Melly nya mau atau tidak? Sedangkan Melly adalah tipe wanita yang setia dan tentunya tidak suka macam-macam.


Kenzo beranjak dari tempat duduknya, lalu dia berpindah tempat duduk dan kini Kenzo berada di tengah-tengah Dika dan Melly duduk.


"Bukan muhrim, jadi jangan dekat-dekat ya!" sindir Kenzo dengan sengaja, dasar Dika tidak tahu malu sama sekali.


Melly menahan tawanya, suaminya ini kalau cemburu lucu sekali. Bilang saja kalau Kenzo itu tidak rela jika ada laki-laki lain mendekati Melly.


Dika menatap cuek Kenzo, bahkan tatapan matanya kini fokus pada Melly.


"Melly, aku merindukan saat-saat dulu waktu kita sekolah, aku kira kamu bakal menungguku ternyata takdir berkata lain," kata Dika, bahkan dia tidak ada rasa sedikitpun pada Melly dan Kenzo.


"Ya seperti apa yang kamu lihat, aku sudah menikah dan saat ini aku sedang hamil besar," jawab Melly sambil mengelus-elus perutnya.


Kenzo masih sabar, dia berusaha tenang, apalagi ini di depan umum jadi Kenzo tidak mau membuat keributan.


"Dan kita sudah bahagia, jadi kamu tidak perlu repot-repot menganggu keluarga kecilku lagi!" sambung Kenzo, bahkan dia menyindir Dika dengan tegas.


Tapi ya yang namanya Dika tidak tahu malu, dia biasa saja bahkan dia malah cengar-cengir tidak perduli dengan ketegasan Kenzo sama sekali.


"Tahu Mel, suamimu ini cemburuan sekali, lagian apa salahnya kita mengobrol ya Mel?" tanya Dika, dirinya merasa menang karena Melly memberikan pembelaan pada dirinya.


"Sudahlah, laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya itu tidak baik untuk mengobrol, ada baiknya kita pulang sayang karena sudah mulai panas nanti kamu kepanasan," kata Kenzo dan dia langsung beranjak dari tempat duduknya.


Kenzo membantu Melly untuk bangun dari tempat duduknya, kini mereka berdua sudah sama-sama berdiri, Kenzo juga terus mengandeng tangan Melly dengan erat.


"Mas, aku beli sosis bakar dulu ya buat Kimmy, Dika kamu ngobrol dulu saja sama suamiku!" Melly berlalu pergi untuk membeli sosis bakar untuk Kimmy.


Kenzo mengangguk, setelah Melly pergi, Kenzo menatap tajam Dika.


"Aku peringatkan jangan pernah dekati istriku lagi! Ingat, jika kamu berbuat macam-macam dan di luar batas aku tidak akan segan-segan menjadikanmu buritan debu!" ancam Kenzo dengan tegas.


Dika malah tertawa bahkan dia tidak takut dengan ancaman Kenzo sama sekali, kini Dika malah melipat kedua tangannya ke dada.

__ADS_1


"Pak Ken, aku menyukai Melly dari dulu, tapi kamu malah menikahi gadis yang aku cintai, jadi aku akan berusaha merebut Melly kembali dari bapak!" tandas Dika dengan tegas, tanpa berpamitan pada Kenzo. Dika langsung pergi begitu saja.


"Dasar tidak tahu sopan santun, ini adalah masalah pribadi jadi aku tidak boleh campur adukkan dengan pekerjaannya, sabar Kenzo yakinlah kalau Melly akan tetap bertahan padamu dan tidak akan berpaling pada laki-laki lain," batin Kenzo dalam hatinya.


Setelah beberapa lama akhirnya Melly selesai membeli sosis bakar.


"Mas, mana Dika?" tanya Melly.


"Sudahlah sayang, jangan pernah sebut nama dia di hadapanku!" jawab Kenzo, karena terlalu malas membahas Dika.


Melly mengangguk, dia hanya menganggap suaminya ini sedang cemburu berat padahal bukan karena itu tapi Kenzo kawatir kalau Dika akan melakukan hal macam-macam pada Melly.


Kini Kenzo dan Melly sudah sampai dirumah, Melly memberikan sosis bakar yang tidak dia beli pada Kimmy, Kimmy langsung menikmati sosis bakar itu dengan nikmat.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Kenzo langsung bersiap-siap untuk berangkat kerja.


"Mas, kamu tidak libur?" tanya Melly, yang kini duduk di tepi ranjang.


"Tidak sayang, Dika baru saja memberikan kabar kalau ada klien yang ingin bertemu," jawab Kenzo sambil memakai jasanya, iya biarpun Dika berusaha merebut Melly dari Kenzo tapi untuk masalah pekerjaan mereka sama-sama preposional.


Melly mengangguk, padahal berharap suaminya libur tapi ternyata ada klien yang harus suami nya temui.


"Sayang, mas berangkat dulu ya! Ingat jangan telat makan, terus jangan kemana-mana tanpa seizin mas, kalau mau pergi keluar rumah harus dengan pengawal, aku sudah siapkan dua orang untuk menjaga kamu saat diluar," celoteh Kenzo. Sungguh pagi ini Kenzo begitu bawel, tapi Melly hanya bisa menurut pada suaminya ini.


"Iya suamiku, cium dulu tapi!" jawab Melly, sungguh manja sekali pagi ini Melly membuat Kenzo ingin tetap di rumah tapi sayangnya ada klien penting.


"Entahlah kenapa klien ini begitu dadakan, aturan hari ini tidak ada acara," batin Kenzo dalam hatinya.


"Sayang, kamu ih menggemaskan sekali." Kata Kenzo dan dia memberikan banyak ciuman untuk Melly.


Setelah bermanja-manjaan akhirnya Kenzo berangkat ke kantor, sesampainya di kantor Dika sudah berada di ruangannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


terimakasih para pembaca setia


__ADS_2