
Kali ini Kenzo melihat istrinya dan adiknya ini seperti anak kecil yang sedang berebut premen karet.
Akhirnya Kenzo dan Kalandra pergi memetik mangga ke tempat tetangga depan rumah, untung saja pemilik pohon mangga itu orangnya begitu baik, jadi mengizinkan Kenzo dan Kalandra untuk memetik mangga miliknya.
Kenzo dan Kalandra langsung naik ke pohon mangga, bahkan kali ini Kenzo membawa kantong plastik untuk menaruh mangga yang akan dia petik nanti.
"Lihat pa, dua pemuda itu begitu semangat memetik mangga muda. Mama yakin, pasti istri-istri mereka sedang hamil," kata Ibu Elin, yang tidak lain adalah nama pemilik pohon mangga itu.
"Pasti ma, papa juga yakin mereka adalah suami-suami yang baik, ya sudah ma ayo kita pergi nanti kita terlambat," ajak Heri yang tidak lain adalah suaminya Elin.
Elin dan Heri pergi meninggalkan rumah mereka dan membiarkan Kalandra dan Kenzo memetik mangga.
"Nak kalian petiklah yang banyak! Ibu sama bapak pergi dulu ya," pamit Elin, dia membuka jendela pintu mobilnya sambil melihat Kenzo dan Kalandra yang ada di atas pohon.
"Iya pak, bu, terimakasih ya." Sahut Kalandra dan Kenzo dari atas pohon.
Elin dan Heri berlalu pergi dari gerbang rumahnya.
Setelah beberapa lama akhirnya Kenzo dan Kalandra selesai memetik mangga. Mereka langsung turun dari pohon, lalu mereka pulang ke rumah.
Kimmy dan Melly sudah menunggu-nunggu suami-suami mereka, bahkan mereka sudah menyiapkan sambel untuk rujak mangga muda.
Kini mangga muda sudah di potong oleh Kenzo dan mereka berempat menikmati rujak mangga muda itu, hanya saja Kimmy dan Kenzo tidak selahap Melly dan Kalandra.
__ADS_1
"Kalan, kamu begitu lahap makan mangga muda, sungguh kamu seperti orang sedang kesetanan." Cibir Kenzo, tapi Kalandra tidak perduli dia lebih mementingkan menikmati rujak mangga muda itu.
"Sepertinya suamiku memang sedang kesetanan kak, entah dedemit mana yang sedang merasuki tubuhnya itu kak?" timpal Kimmy, dia juga heran sekali dengan suaminya.
Kinan tersenyum melihat anak-anaknya dan kedua menantunya begitu akur, sungguh ini adalah harapan Kinan kalau anak-anaknya itu bisa selalu hidup rukun.
"Melly, jangan makan rujak kebanyakan ya nak! Nanti perut kamu sakit, kasian Dede bayi yang ada di perut kamu nak," tutur Kinan dengan nada lembut.
"Iya mama, ini Melly sudah ma." Jawab Melly dengan nada lembut juga.
"Kimmy, Kalan begitu lahap makan rujak mangga muda itu nak, apa kamu tidak ada rasa kamu juga sedang hamil nak?" tanya Kinan, mengingat dulu Aftar juga yang mulai ngidam sedangkan Kinan biasa saja.
Kalandra menghentikan makannya, lalu dia melihat ke atas sang mama dengan tatapan tidak percaya, benarkah apa yang dikatakan oleh mamanya ini?
"Kimmy biasa saja ma, bahkan Kimmy juga tidak merasakan mual atau muntah-muntah ya seperti wanita hamil pada umumnya ma," jawab Kimmy. Tapi dalam hatinya dia juga memikirkan perkataan mama mertuanya.
"Mungkin saja sudah ada kabar baik Kalan, kamu coba bawah Kimmy ke Dokter saja nak!" Pinta Kinan dan di anggukin oleh Kalandra dengan penuh semangat.
Kenzo dan Melly sama-sama tersenyum senang, jika semuanya benar pasti Melly dan Kimmy akan sama-sama hamil.
"Iya Kalan, mudah-mudahan sudah ada kabar baik." Sambung Melly sambil tersenyum pada Kimmy.
"Sayang, kita ke Dokter ya!" Ajak Kalandra dengan begitu antusias.
__ADS_1
Kimmy terdiam, dia takut kalau ternyata dia tidak hamil. Tapi dia juga penasaran dan ingin tahu, kalau beneran dirinya hamil pasti itu akan menjadi kabar bahagia untuk kedua orang tuanya dan terutama suaminya juga pasti akan sangat bahagia.
"Kimmy, kenapa kamu diam saja?" tanya Kalandra, sambil melihat Kimmy dengan tatapan bingung.
"Aku hanya takut mas, aku takut kalau aku belum hamil." Jawab Kimmy, nada suaranya terdengar begitu sedih.
Kinan mendekati Kimmy, lalu duduk di sebelah Kimmy sambil mengangkat dagu Kimmy dengan lembut.
"Nak, jangan takut! Jika kamu belum hamil, nanti kamu dan Kalandra bisa berusaha lagi!" tutur Kinan, karena tidak mau melihat putri menantunya sedih.
"Iya Kim, apa salahnya periksa dulu?" tutur Melly, berharap dalam hatinya Melly semoga saja Kimmy sudah hamil.
"Tidak usah takut, jika kamu belum hamil, aku yakin secepatnya Kalandra pasti akan segera membuat kamu hamil, apalagi dia sangat rajin dalam bekerja membuat adonan." Canda Ken, agar suasananya tidak terlalu tegang.
Akhirnya Kimmy tersenyum, karena dukungan dari semuanya Kimmy juga akhirnya mau pergi periksa ke Dokter.
Kalandra sangat bahagia, dia sangat berharap kalau istrinya sudah hamil.
Kalandra dan Kimmy langsung berpamitan pada semuanya, lalu mereka segera pergi menuju ke rumah sakit terdekat dari rumahnya.
BERSAMBUNG 💪
Terimakasih para pembaca setia 🙏
__ADS_1