
Viko dan Cika sama-sama tersenyum, mereka terlihat sangat bahagia sekali.
"Tapi kita mau di bawa kemana kak?" tanya Viko dan Cika secara bersamaan.
"Kalian......"
Kalandra melihat Viko dan Cika terlihat ketakutan, mungkin kedua anak kecil itu mengira Kalandra dan Kimmy akan menculik mereka.
"Viko, Cika, kakak akan membawa kalian ke sebuah yayasan, disana nanti kalian bisa hidup dengan baik, bisa sekolah dan punya banyak teman," tutur Kimmy dengan nada lembut, jiwa keibuan Kimmy disini begitu terlihat.
"Kalian jangan takut! Ayo kita kesana sekarang!" Ajak Kalandra dan mereka semua langsung masuk ke dalam mobil.
Kalandra langsung melajukan mobilnya menuju ke yayasan.
Sesampainya di yayasan Kalandra dan Kimmy langsung menyerahkan Cika dan Viko pada pengurus yayasan yang tidak lain adalah Bu Heni.
Dengan senang hati Bu Heni juga menerima Viko dan Caca dengan bahagia. Viko dan Cika juga terlihat bahagia, apalagi semua anak-anak di yayasan itu menerima mereka dengan baik.
Akhirnya tugas Kalandra dan Kimmy hari ini selesai, mereka juga sangat bahagia karena Viko dan Cika akhirnya bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan tidak harus tidur dimana saja, karena sekarang Viko dan Cika bisa tidur dengan nyenyak bahkan mereka juga bisa mendapatkan orang tua asuh, jika ada yang mau merawat mereka.
Setelah urusannya selesai, Kalandra dan Kimmy langsung berpamitan pulang pada Bu Heni, Viko dan Cika.
Cika dan Viko juga tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Kalandra dan Kimmy.
Kini Kalandra dan Kimmy langsung naik ke dalam mobil, Kimmy yang terlihat lelah dia hanya membaringkan kepalanya di kursi mobil, tapi hari ini Kimmy begitu bahagia dan dia juga mendapatkan banyak pelajaran yang bisa dia ambil.
"Manusia itu di ciptakan dengan takdir yang berbeda, bersyukur aku diberikan hidup yang cukup bahagia dan berkecukupan dalam segala hal, mudah-mudahan seterusnya dan selamanya aku tidak menjadi orang yang sombong dan juga tidak menjadi orang yang pelit, karena berbagi itu indah," batin Kimmy dalam hatinya.
Kalandra terus fokus menyetir, Kalandra bersyukur punya kakak seperti Kenzo karena dia belajar perduli dengan orang lain, ya itu dari Kenzo yang sangat punya hati dermawan dan baik pada siapapun, hanya saja kadang Kenzo tidak menunjukkan kebaikannya, seperti membangun yayasan saja kedua orang tuanya tidak tahu, karena itu cita-cita Kenzo agar banyak anak-anak yang terlantar terselamatkan hidupnya.
Tapi biarpun Kinan dan Aftar tidak tahu kalau Kenzo membangun yayasan, ya pasti namanya orang tua pasti akan merasa bangga pada anaknya.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Kenzo beranjak dari tempat duduknya dan langsung menghambur ke pelukan Melly dengan manja.
"Tadi yang menelpon mas siapa?" tanya Melly.
"Kalan, dia bilang ada dua anak kecil yang mau di bawa ke yayasan, aku juga sudah menelpon Bu Heni," jawab Kenzo dengan nada lembut.
Melly mengangguk, lalu dia kembali menatap Kenzo dengan tatapan sulit di artikan.
__ADS_1
"Kenapa menatap mas seperti itu? Jangan mancing-mancing ini masih di kantor sayang," celetuk Kenzo membuat Melly menggelengkan kepalanya.
"Dasar Mas Ken ini otaknya mes*m sekali," batin Melly dalam hatinya.
"Mancing ikan saja mas di sungai, bagaimana bukankah itu ide bagus?" tawar Melly dengan senyum meledek.
Kenzo malah tersenyum sumringah tapi senyuman itu tiba-tiba menghilang begitu saja.
"Kenapa mas? Kok mendadak cemberut?" tanya Melly, kini tangan memegang tangan Kenzo.
"Tidak mau mancinglah sayang, kamu kan sedang hamil," jelas Kenzo dan dia memilih Melly dengan erat.
Detik demi detik berlalu, jam demi juga terus berjalan, akhirnya waktu pulang kerja telah datang.
Kenzo dan Melly bergandengan tangan keluar dari ruangan Kenzo.
"Lihat mereka begitu serasi."
"Iya sangat cocok, Bu Melly juga semakin hari semakin cantik."
"Lihat pipinya begitu cabby, perutnya juga mulai terlihat membuncit."
"Jadi ingat waktu Pak Kenzo melanggar aturan yang dia buat sendiri."
Para pegawai bergosip melihat Kenzo dan Melly yang baru saja keluar dari dalam ruangan Kerja Kenzo.
*****
Kini Kenzo dan Melly sudah sampai dirumah, Kimmy dan Kalandra juga baru saja sampai di rumah.
"Bagaimana tadi?" tanya Kenzo yang baru saja datang.
"Lancar kak, akhirnya kedua anak itu punya tempat tinggal kak," jawab Kalandra dan Kenzo tersenyum senang.
"Bersyukur karena uang yang aku dapatkan bisa aku gunakan untuk hal yang bermanfaat, mudah-mudahan semua anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal bisa singgah di yayasan yang aku bangun," batin Kenzo dalam hatinya.
Kalandra dan Kimmy duduk bersebelahan, mereka melihat sekitar tapi begitu sepi.
"Mama dan papa, kemana kak?" tanya Kimmy pada Melly.
__ADS_1
"Mungkin sedang pergi, tidak ada orang soalnya dirumah," jawab Melly sambil melihat wajah lelah Kimmy.
"Mas, Kimmy istirahat dulu ya." Kata Kimmy pada Kalandra.
"Istrimu terlihat kelelahan, kamu bawa ke kamar sana!" Suruh Kenzo, dia juga kawatir akan bayi yang sedang di kandung oleh adik iparnya itu.
Akhirnya Kalandra dan Kimmy masuk ke dalam kamar, Kenzo dan Melly juga masuk ke dalam kamar mereka.
Sesampainya di kamar, tiba-tiba Kenzo memepetkan Melly ke tembok, bahkan Kenzo mengunci tubuh Melly sehingga Melly tidak bisa bergerak sama sekali.
"Mas, kamu mau apa? Mandi dulu sana!" Kata Melly, sambil menatap kesal suaminya.
"Mas mau kamu sayang, seharian bersama kamu rasanya mas tidak tahan sayang," bisik Kenzo dengan nada menggoda.
Di hadapan Monita Kenzo sama sekali tidak bergairah, tapi kalau di dekat istrinya itu jangan di tanya, adik kecilnya sering sekali meronta-ronta meminta keluar dari dalam sangkarnya.
"Mas, nanti malam saja ya! Aku capek, seharian kerja," tolak Melly dengan nada lembut.
"Sayang, kamu kan tadi hanya duduk manis saja, mas yang mengerjakan semua pekerjaan kantor," sahut Kenzo yang masih berusaha membujuk istrinya agar mau di makan oleh dirinya.
Melly menggerutu dalam hatinya, sungguh rasanya ingin sekali berbaring manja di atas kasur tanpa di ganggu oleh suaminya.
Melly memasang senyum begitu manis, bahkan tatapan matanya begitu lembut pada Kenzo.
"Sayang, jika nanti malam aku akan memberikan jatah lebih!" Melly berusaha merayu suaminya dengan rayuan maut.
"Yakin! Apakah boleh lebih dari sekali?" Kenzo mulai terrayu oleh rayuan Melly.
"Boleh sayang, yang penting kamu kuat." Melly berbicara dengan nada semakin menggoda.
Kenzo tidak yakin, karena selama ini Melly lebih sering tumbang duluan saat melakukan perang di atas ranjang.
"Baiklah, setelah makan malam kita langsung tempur ya," kata Kenzo sambil mer*m*s d*d* Melly dengan lembut.
Melly mengangguk, setidaknya masih ada waktu untuk beristirahat.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia.
__ADS_1
Mampir yuk ke karya Author yang baru 🙏